Fitch Ratings menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 masih realistis untuk dicapai. Lembaga pemeringkat internasional tersebut menyebut prospek ekonomi nasional tetap terjaga meski sejumlah tantangan global, seperti perlambatan ekonomi dunia dan ketatnya kebijakan moneter di negara maju, masih membayangi prospek investasi di kawasan.
Hilirisasi dan proyek strategis jadi pendorong utama
Dalam analisis terbarunya, Fitch menyoroti sejumlah pendorong utama yang dapat mengantarkan ekonomi Indonesia menuju laju pertumbuhan 6 persen. Salah satunya adalah keberlanjutan program hilirisasi sumber daya alam, terutama di sektor nikel, tembaga, dan bauksit, yang diyakini mampu meningkatkan nilai tambah ekspor sekaligus menarik arus investasi langsung asing ke industri pengolahan.
Selain hilirisasi, proyek-proyek infrastruktur strategis seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tol Trans-Sumatera, dan penguatan konektivitas antarwilayah dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Fitch juga mencatat konsumsi domestik yang kuat, didukung oleh kelas menengah yang terus tumbuh, tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional di tengah gejolak eksternal.
Dari sisi regional, laju pertumbuhan Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan Asia Tenggara turut memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi. Pemerataan pembangunan yang mulai terlihat di luar Jawa, termasuk kawasan industri di Sulawesi dan Maluku Utara, disebut mampu memperluas basis pertumbuhan sehingga tidak lagi bertumpu pada satu wilayah.
Meski demikian, lembaga pemeringkat itu mengingatkan sejumlah risiko yang dapat menghambat tercapainya target tersebut. Pelemahan permintaan global, fluktuasi harga komoditas, serta ketatnya likuiditas di pasar keuangan internasional menjadi faktor yang perlu diwaspadai pemerintah. Kebijakan fiskal yang prudent dan konsistensi reformasi struktural disebut sebagai kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Pemerintah sendiri telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6 persen sebagai salah satu sasaran utama pembangunan pada 2027. Berbagai kebijakan, mulai dari insentif investasi, percepatan transformasi digital, hingga penguatan industri manufaktur, disiapkan untuk mendukung pencapaian target tersebut.
Para ekonom menilai sinyal positif dari lembaga pemeringkat internasional dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Stabilitas makroekonomi yang terjaga, termasuk inflasi yang terkendali dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil, menjadi modal penting bagi pemerintahan dalam mengejar target pertumbuhan hingga 2027.
Komentar (0)