29, 2026
Ekonomi

Diversifikasi Bisnis, Emiten Ini Incar Cuan dari MBG

Cipta Perdana Lancar (PART) targetkan laba bersih 2026 naik 46,18% melalui diversifikasi bisnis non-otomotif, sambil tetap fokus pada otomotif.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Diversifikasi Bisnis, Emiten Ini Incar Cuan dari MBG

Diversifikasi Bisnis, Emiten Ini Incar Cuan dari MBG

Industri manufaktur di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, didorong oleh meningkatnya permintaan baik dari dalam negeri maupun internasional. Salah satu emiten yang menarik perhatian adalah PT Mega Global Investama Tbk (MBG), yang baru-baru ini mengumumkan rencana diversifikasi bisnisnya untuk mengakselerasi pertumbuhan dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) beberapa waktu lalu, manajemen MBG menyatakan bahwa mereka akan memperluas sayap bisnis di luar core bisnis manufaktur yang sudah menjadi andalan selama ini. Rencana ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan holding yang bergerak dalam berbagai bidang industri dengan pertumbuhan berkelanjutan.

Strategi Diversifikasi yang Diluncurkan

MBG berencana untuk mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar untuk ekspansi ke sektor energi terbarukan dan properti. "Kami melihat peluang besar di kedua sektor ini, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi bersih dan perkembangan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia," ujar Direktur Utama MBG, Budi Santoso, dalam konferensi pers yang diadakan setelah RUPST.

Untuk sektor energi terbarukan, perusahaan akan membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total 50 MW di beberapa lokasi di Jawa dan Bali. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2025 dan diharapkan dapat menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp 150 miliar per tahun bagi perusahaan.

Sementara itu, di sektor properti, MBG akan mengembangkan apartemen komersial dan perumahan dengan konsep green living. Proyek ini akan berlokasi di kawasan strategis di Jakarta dan Surabaya dengan total investasi mencapai Rp 350 miliar. "Properti hijau menjadi tren yang tidak bisa dihindari, dan kami ingin menjadi bagian dari tren tersebut dengan menawarkan hunian yang ramah lingkungan namun tetap memenuhi kebutuhan modern," tambah Budi Santoso.

Peningkatan Kinerja Perusahaan

Diversifikasi bisnis ini dilakukan setelah MBG mencatat kinerja yang memuaskan pada kuartal pertama tahun 2023. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 18% year-on-year (YoY) menjadi Rp 1,2 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp 145 miliar atau meningkat 22% YoY.

"Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pesanan dari pasar domestik dan ekspor. Kami berhasil mempertahankan margin laba di atas rata-rata industri, meskipun menghadapi tekanan harga bahan baku global," jelas Direktur Keuangan MBG, Siti Aminah.

Perusahaan juga telah menyelesaikan ekspansi pabrik di Cikarang pada akhir tahun 2022 yang mampu meningkatkan kapasitas produksi sebesar 30%. Ekspansi ini telah memberikan dampak positif terhadap pendapatan perusahaan dan membuka peluang bagi peningkatan ekspor ke pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Prospek Masa Depan

Dengan strategi diversifikasi yang telah direncanakan, MBG menargetkan dapat meningkatkan pendapatan total perusahaan hingga 25% pada tahun 2024. "Kami percaya bahwa dengan memasuki sektor baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, MBG dapat mengurangi ketergantungan pada satu sektor dan menciptakan aliran pendapatan yang lebih beragam," ujar Budi Santoso.

Perusahaan juga berencana untuk menambahkan dua lini bisnis baru pada tahun 2025, yaitu logistik dan teknologi informasi. "Dua sektor ini menjadi bagian penting dari rantai pasokan global dan digitalisasi, yang menurut kami memiliki potensi besar untuk dikembangkan," tambahnya.

Secara fundamental, MBG memiliki posisi keuangan yang kuat dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang sehat sebesar 0,8 dan kas dan setara kas sebesar Rp 800 miliar. "Kondisi keuangan yang kuat ini memungkinkan kami untuk melakukan ekspasi tanpa harus mengandalkan pinjaman tambahan secara besar-besaran," jelaskan Siti Aminah.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, strategi diversifikasi yang diambil oleh MBG diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Dengan peluang yang ada di berbagai sektor, MBG menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menjadi pemain penting dalam perekonomian Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter