Polda Metro Jaya Respek Aksi Warga, Tegaskan Perbedaan dengan Pelanggaran Hukum
Polda Metro Jaya menegaskan sikap hormat mereka terhadap setiap bentuk aksi warga yang dilakukan secara damai dan dalam kerangka hukum. Kepala Polda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan bahwa pihaknya sepenuhnya menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif, asalkan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
"Kami menghormati setiap bentuk ekspresi warga yang dilakukan secara damai dan tidak melanggar hukum. Itu adalah hak asasi warga yang harus kita jaga," ujar Fadil dalam keterangannya, Kamis (15/6).
Aspirasi Damai Dibelanya
Fadil menjelaskan bahwa pihaknya memiliki panduan jelas dalam menangani berbagai macam aksi atau demonstrasi yang digelar oleh masyarakat. Menurutnya, selama sebuah aksi berlangsung secara damai, tidak menimbulkan kerusuhan, dan tidak melanggar ketertiban umum, maka pihak kepolisian akan memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi tersebut.
"Kami tidak akan mengganggu atau mencegah aksi yang dilakukan secara damai. Sebaliknya, kami akan menjamin keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung," tutur Fadil.
Ia mencontohkan beberapa aksi yang pernah digelar di ibu kota yang berlangsung tanpa adanya kekerasan atau kerusahan. Menurutnya, aksi-aksi tersebut berjalan dengan baik karena adanya komunikasi dan koordinasi antara penyelenggara dengan pihak kepolisian sejak awal.
Bedakan antara Aksi Damai dan Tindakan Kriminal
Di sisi lain, Fadil menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas jika dalam sebuah aksi terdapat unsur tindakan kriminal. Ia membedakan antara aksi yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dengan tindakan yang telah melanggar batas hukum.
"Ada garis batas yang jelas antara menyampaikan aspirasi dengan melakukan tindakan kriminal. Jika ada yang melanggar hukum, seperti merusak properti, menyerap warga, atau menahan paksa orang lain, maka kami akan bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku," jelas Fadil.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan selalu berusaha untuk mengantisipasi berbagai potensi konflik yang mungkin terjadi selama berlangsungnya aksi. Hal ini dilakukan guna menjaga agar situasi tidak memburuk dan tetap terkendali.
Persiapan dan Koordinasi Sebelum Aksi
Menurut Fadil, persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menjamin berjalannya sebuah aksi secara damai. Pihak kepolisian selalu berkoordinasi dengan penyelenggara aksi sebelum acara digelar untuk membahas berbagai hal, mulai dari rute yang akan ditempuh hingga langkah-langkah yang diambil jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Fadil menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak berada di pihak mana pun selain hukum dan keamanan. Mereka bertugas untuk menjamin setiap warga dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga agar tidak ada pihak yang merasa terancam atau merasa haknya dilanggar.
Menjaga Kepastian Hukum
Dalam menangani berbagai macam aksi, Polda Metro Jaya selalu berpegang pada prinsip kepastian hukum. Setiap tindakan yang diambil oleh aparat kepolisian didasarkan pada pertimbangan yang matang dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Komentar (0)