17, 2026
Nasional

Diselimuti Asap Karhutla, 73 Penerbangan di Supadio Ditunda

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Diselimuti Asap Karhutla, 73 Penerbangan di Bandara Supadio Ditunda

Bandara Internasional Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami gangguan serius akibat kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 73 penerbangan ditunda pada Rabu (22/8) lalu, menyebabkan ribuan penumpung terdampak dan aktivitas penerbangan di bandara ini terhambat signifikan.

Situasi Darurat di Bandara Supadio

Kondisi di Bandara Supadio menjadi kacau saat pagi hari tiba. Kabut asap tebal yang berasal dari berbagai titik kebakaran di sekitar Pontianak menyelimuti landasan pacu dan area bandara. Dampaknya, pihak bandara memutuskan untuk menunda seluruh penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan.

Kepala Bandara Supadio, Budi Santoso, mengatakan bahwa kondisi visibilitas di bandara turun drastis menjadi di bawah 500 meter. "Standar minimal untuk operasional penerbangan adalah 1.500 meter untuk pesawat komersial. Dengan visibilitas di bawah 500 meter, kami tidak bisa mengizinkan pesawat untuk lepas landas atau mendarat dengan aman," ujarnya.

Menurut Budi, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas meteorologi untuk memantau perkembangan cuaca. "Kami terus memantau perkembangan kondisi. Namun hingga saat ini, asap masih sangat pekat dan belum ada tanda-tanda surut," tambahnya.

Dampak pada Penumpang dan Maskapai

Gangguan ini berdampak langsung pada ribuan penumpang yang telah merencanakan perjalanan. Antrian panjang terbentuk di loket check-in dan area tunggu. Banyak penumpang yang terlihat frustasi dan bingung mengenai status penerbangan mereka.

"Saya sudah tiba di bandaya sejak pukul 05.00 WIB untuk penerbangan Jakarta-Pontianak pukul 07.00 WIB. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan penerbangan akan dilanjutkan," ujar Ahmad, seorang penumpang yang akan menghadiri acara keluarga di Pontianak.

Maskapai-maskapai yang beroperasi di Bandara Supadio seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air juga mengalami kerugian materiil. Selain menunda penerbangan, banyak penumpang yang memilih untuk membatalkan penerbangan mereka dan meminta pengembalian dana.

"Kami harus menginformasikan kepada seluruh penumpang tentang penundaan penerbangan. Kami juga telah menyiapkan akomodasi bagi penumpang yang transit di Pontianak," kata Kepala Divisi Operasional salah satu maskapai yang tidak mau disebutkan namanya.

Upaya Penanganan dan Proyeksi

Pemerintah Daerah Kalimantan Barat bersama instansi terkait telah berupaya maksimal untuk menangani situasi ini. Tim pemadam kebakaran diterjunkan ke berbagai titik api namun menghadapi kesulitan karena akses yang sulit dan kondisi cuaca yang panas.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan bahwa pemerintah telah mengaktifkan pusko darurat karhutla di provinsi ini. "Kami sudah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memadamkan api. Namun, kondisi cuaca yang kering dan angin kencang membuat sulit untuk mengendalikan api," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penyiraman air dari udara untuk membantu penanganan kebakaran. "Kami telah meminta bantuan Pusat Penerbangan Sipil untuk menyediakan pesawat air yang bisa membantu penyiraman di titik-titik api sulit dijangkau," tambah Sutarmidji.

Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kondisi kabut asap akan berlangsung hingga seminggu kecuali terjadi hujan yang cukup. "Kami berharap ada hujan lokal yang bisa membantu memadamkan api dan mengurangi kepadatan asap," ujuru Kepala BMKG Kalbar, Hendra Gunawan.

Peringatan dan Harapan

Kasus ini menunjukkan betapa rentannya Kalimantan terhadap bahaya karhutla setiap musim kering. Pemerintah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan strategi penanganan yang lebih baik di masa depan.

"Kami berharap dari insiden ini, semua pihak bisa belajar dan mempersiapkan langkah-langkah preventif yang lebih baik. Terutama dalam hal mitigasi bencana dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat," kata seorang aktivis lingkungan dari WALHI Kalbar.

Sementara itu, penumpang yang terdampak menunggu informasi terbaru dari pihak bandara dan maskapai. "Harapan kami segera bisa terbang ke tujuan. Namun kami juga mengerti keamanan adalah prioritas utama," kata seorang penumpang lainnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter