04, 2026
Nasional

Dijamu Bhayangkara FC, Persebaya Adaptasi Cuaca Panas

Persebaya Surabaya menjalani lawatan ke markas Bhayangkara FC dalam laga pekan pertama Super League. Bajul Ijo beradaptasi dengan cuaca panas.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dijamu Bhayangkara FC, Persebaya Adaptasi Cuaca Panas

Dijamu Bhayangkara FC, Persebaya Adaptasi Cuaca Panas

Tim sepak bola Persebaya Surabaya melakukan adaptasi terhadap kondisi cuaca panas saat menjalani pertandingan persahabatan melawan Bhayangkara FC di Stadion Pamekasan, Madura, Kamis (15/7/2023). Dijamu oleh tuan rumah, tim berjuluk Macan Putih ini menunjukkan performa apik meski harus bermain di bawah terik matahari yang cukup menyengat.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim melakukan pemanasan selama 30 menit untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang panas. Suhu udara di lokasi pertandingan mencapai 33 derajat Celcius dengan kelembaban sekitar 70 persen. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang harus bermain penuh energi selagi 90 menit.

Strategi Khusus dari Pelatih

Persebaya datang ke Pamekasan dengan persiapan matang. Pelatih tim, Aji Santoso, telah merancang strategi khusus untuk menghadapi tantangan cuaca panas. "Kami telah mempersiapkan program khusus untuk adaptasi cuaca panas. Pemain kami dilatih secara bertahap untuk menyesuaikan tubuh dengan kondisi panas," ujar Aji Santoso usai pertandingan.

Strategi yang diterapkan termasuk rotasi pemain setiap 25-30 menit untuk mencegah kelelahan berlebihan. Selain itu, tim juga membawa tim medis yang lengkap dengan alat pendingin tubuh dan persediaan cairan yang memadai. Para pemain juga diminta untuk meningkatkan asupan cairan sebelum, selama, dan setelah pertandingan.

Performa Persebaya di Lapangan

Dalam pertandingan persahabatan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Persebaya, tim asal Surabaya ini menunjukkan adaptasi yang baik. Meski harus bermain di bawah terik matahari, performa para pemain tetap stabil dan konsisten sepanjang pertandingan.

Pemain andalan Persebaya, Zulfiandi, mengaku bahwa kondisi cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri. "Sangat panas, tapi kami sudah mempersiapkan diri sejak sebelum datang ke sini. Semua pemain sudah siap mental dan fisiknya untuk menghadapi kondisi ini," ucap Zulfiandi.

Gol kemenangan Persebaya dicetak oleh dua pemain muda, Ahmad Fauzi dan Rizky Pellu. Kedua pemain ini menunjukkan performa impresif meski harus bermain di bawah cuaca ekstrem. "Ini adalah kesempatan bagus bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Mereka tidak takut dengan panas dan terus bermain dengan penuh semangat," tambah Aji Santoso.

Peran Penting Suporter

Meski bermain di kandang lawan, suporter Persebaya yang hadir di stadion memberikan dukungan penuh. Ribuan suporter yang membawa atribut tim kesayangannya terlihat antusias menyemangati para pemain sepanjang pertandingan.

"Kami bangga bisa hadir meski panasnya tak tertahankan. Dukungan untuk Persebaya tidak akan pernah padam," ucap salah satu suporter, Budi Santoso, sambil menepuk dadanya. Keberadaan suporter ini menjadi penguat moral bagi para pemain Persebaya yang sedang beradaptasi dengan cuaca panas.

Tantangan di Liga Mendatang

Pertandingan persahabatan ini menjadi pembuktian bahwa Persebaya telah siap menghadapi berbagai kondisi dalam kompetisi Liga 1 2023/2024. Beberapa pertandingan nanti akan digelar di daerah dengan suhu tinggi seperti di Surabaya dan beberapa kota di Jawa Timur.

"Kondisi cuaca panas akan menjadi faktor penting dalam kompetisi nanti. Dengan adaptasi yang baik di Pamekasan, kami percaya tim siap menghadapi tantangan di lapangan nantinya," tutup Aji Santoso.

Setelah pertandingan, tim Persebaya langsung kembali ke Surabaya untuk memulai persiapan menuju pertandingan perdana Liga 1 melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pekan depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter