Prabowo Subianto Tawarkan Industrialisasi Bersama dalam KTT BRICS
Moskow - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menawarkan konsep industrialisasi bersama negara-negara anggota BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-16 yang berlangsung di Moskow, Rusia. Presiden menyoroti pentingnya kerja sama ekonomi untuk membangun daya saing global dan mengurangi ketergantungan pada negara-negara Barat.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia bersama negara-negara BRICS memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri bersama yang saling melengkapi. "Indonesia siap menjadi mitra strategis bagi negara-negara BRICS dalam membangun rantai pasokan yang lebih adil dan seimbang," ujar Presiden dalam sidang pleno KTT BRICS, Jumat (22/6/2024).
Visi Industrialisasi Bersama
Presiden menjelaskan bahwa konsep industrialisasi bersama ini akan fokus pada tiga pilar utama: pengembangan infrastruktur digital, pertanian berkelanjutan, dan energi terbarukan. Menurutnya, ketiga sektor ini menjadi kunci untuk membangun ekonomi yang tahan dan inklusif bagi negara-negara berkembang.
"Indonesia telah mengalami transformasi digital yang pesat dan siap berbagi pengalaman serta teknologi dengan negara-negara BRICS lainnya. Kita dapat bersama-sama membangun ekosistem digital yang menguntungkan semua pihak," tambah Prabowo.
Dibidang pertanian, Presiden menyoroti pentingnya inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan. "Indonesia memiliki kekayaan biodiversity yang luar biasa dan telah mengembangkan teknologi pertanian modern. Kita dapat bekerja sama untuk mencapai kedaulatan pangan di tingkat regional," jelasnya.
Kerja Sama Infrastruktur dan Investasi
Prabowo juga menawarkan Indonesia sebagai pusat investasi infrastruktur di kawasan Asia Tenggara. Presiden menjelaskan bahwa Indonesia sedang melakukan pembangunan infrastruktur skala besar melalui program "Making Indonesia 4.0" yang mencakup jaringan tol, pelabuhan, dan bandara modern.
"Kita mengundang investor dari negara-negara BRICS untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga kesempatan untuk membangun konektivitas yang lebih baik antara benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin," ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia akan membentuk dana investasi bersama bersama negara-negara BRICS yang akan difokuskan pada proyek-proyek infrastruktur di kawasan Asia Tenggara dan Afrika. Dana ini diharapkan dapat menarik investasi minimal 10 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan.
Peran Indonesia dalam BRICS
Sebagai negara baru di blok BRICS yang bergabung pada Januari 2024, Indonesia menunjukkan komitmen aktif untuk memberikan kontribsi nyata dalam organisasi ini. Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi anggota, tetapi juga menjadi pemain aktif dalam membentuk arah kebijakan global.
"Indonesia datang ke BRICS bukan hanya untuk mengambil, tetapi untuk memberikan. Kami datang dengan ide-ide konkret dan komitmen nyata untuk membangun masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua bangsa," tegas Prabowo.
KTT BRICS kali ini dihadiri oleh para pemimpin negara Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta negara-negara baru yang bergabung seperti Mesir, Ethiopia, Iran, dan Arab Saudi. KTT berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi di antara negara-negara anggota.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara anggota BRICS untuk membahas kerja sama bilateral di berbagai sektor. Presiden menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk semua bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.
"Kita hidup di dunia yang saling terhubung dan saling bergantung. Tidak ada negara yang bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, kerja sama internasional bukanlah pilihan, tetapi keharusan untuk menghadapi berbagai tantangan global bersama-sama," tutup Presiden Prabowo.
Komentar (0)