17, 2026
Nasional

Detik-Detik Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Ini Kata Kemenhub

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tangani insiden kapal KM. Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Simak!]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Detik-Detik Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Ini Kata Kemenhub

Detik-Detik Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Ini Kata Kemenhub

Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 10 awak kapal menghilang kontak di perairan Selat Sunda pada Rabu (15/3) lalu. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan telah melakukan upaya pencarian intensif sejak kapal tersebut dilaporkan hilang kontak. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan kronologis lengkap mengenai insiden yang menimpa kapal bernomor pelayaran 020589 tersebut.

Kronologis Hilang Kontaknya Kapal Virgo Transport 8

Menurut Adita, Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (14/3) pukul 14.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Merak, Banten. Kapal yang mengangkut muatan 10 kontainer ini diperkirakan tiba di Merak pada Rabu (15/3) pukul 06.00 WIB. Namun, hingga waktu yang ditentukan, kapal tidak kunjung tiba di pelabuhan tujuan.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Kemenhub segera mengkoordinasikan Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, serta pihak swasta untuk melakukan pencarian. Sejak Rabu sore, sebanyak tiga unit kapal patroli TNI AL dan dua unit pesawat udara telah diterjunkan ke area pencarian. Area pencarian ditetapkan sejauh 70 mil nautika dari titik terakhir kali kapal terdeteksi.

"Kami telah melakukan grid search dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor. Tim SAR juga telah mengerahkan kapal KM Sinabung dan KM Baruna Jaya untuk mendukung operasi ini. Hujan lebat dan ombak setinggi 3-4 meter menjadi tantangan utama dalam proses pencarian," jelas Adita.

Status Awak Kapal dan Muatan

Kapal Virgo Transport 8 membawa 10 awak kapal, semuanya warga negara Indonesia. Mereka terdiri dari nakhoda, juru mudi, dua juru mesin, dan enam ABK (Anak Buah Kapal). Semua awak kapal memiliki pengalaman minimal lima tahun di laut dan telah melalui uji kesehatan sebelum pelayaran.

Sementara itu, muatan yang diangkut kapal berupa 10 kontainer yang berisi barang elektronik, tekstil, dan produk kimia ringan. Muatan ini telah dijamin sesuai dengan standar keselamatan pelayaran. Kemenhub menyatakan tidak ada indikasi muatan berbahaya yang menjadi penyebab insiden.

Tinjauan Awal dan Investigasi

Berdasarkan tinjauan awal, Kemenhub mempertimbangkan beberapa kemungkinan penyebab hilangnya kapal Virgo Transport 8. "Beberapa skenario yang kami perhatikan adalah adanya kondisi cuaca ekstrem, masalah teknis pada mesin, atau bahkan tabrakan dengan objek tak dikenal. Namun, semua ini masih dalam tahap investigasi," ujar Adita.

Kapal Virgo Transport 8 sendiri merupakan kapal jenis tug boat berumur 15 tahun dengan panjang 35 meter, lebar 10 meter, dan berat mati 498 GT. Kapal ini dimiliki oleh PT Virgo Transport Indonesia dan terdaftar di Kementerian Perhubungan dengan dokumen lengkap.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Kemenhub telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait termasuk keluarga awak kapal, pemilik kapal, asuransi, serta pihak berwenang di Malaysia dan Singapura mengingat lokasi pencarian yang berbatasan dengan wilayah kedua negara tersebut. "Kami juga telah menginformasikan insiden ini kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO) sebagai bentuk transparansi," tambah Adita.

Wakil Menteri Perhubungan, Budi Setiyadi, memastikan bahwa semua upaya akan dilakukan untuk menemukan kapal dan awaknya. "Kami tidak akan berhenti mencari sampai dengan kapal ditemukan dan semua awak kapal aman. Ini prioritas utama kami sekarang," tegas Budi.

Kondisi Cuaca di Lokasi Pencarian

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Selat Sunda pada Rabu (15/3) diperkirakan mengalami kondisi cuaca ekstrem dengan kecepatan angin mencapai 35 knot dan tinggi ombak antara 3-5 meter. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gelombang tinggi yang berbahaya bagi navigasi kapal kecil.

"Kami telah meminta BMKG untuk memantau perkembangan cuaca di area pencarian. Jika kondisi memungkinkan, kami akan memperluas area pencarian ke arah barat daya mengingat arus laut yang kuat di wilayah tersebut," jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kemenhub, Agus Purnomo.

Komitmen Kemenhub

Kemenhub memastikan akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan pencarian Kapal Virgo Transport 8. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan pelayaran untuk mencegah insiden serupa di masa depan. "Kami akan menggali lebih dalam apakah ada aspek keselamatan yang terlewatkan dalam operasional kapal ini," ujar Adita.

Saat ini, keluarga awak kapal telah dibantu tim psikolog dari Kemenhub untuk menghadapi situasi sulit ini. Mereka juga diberikan informasi berkala mengenai perkembangan pencarian. "Kami memahami kecemasan keluarga, dan kami berjanji akan memberikan informasi yang akurat dan secepat mungkin," pungkas Adita.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter