Daftar 6 Lokasi Digeledah KPK Terkait Kasus Rektor Unsoed
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan geledahan di enam lokasi terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Salah satu lokasi yang digeledah adalah kediaman Rektor Unsoed, Profesor Dr. Adnan Purwidianto, M.Si., yang saat ini sedang menjalani masa tahanan di Rutan KPK Jakarta.
Geledahan ini dilakukan KPK sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman periode 2018-2022. Penyidikan ini berawal dari laporan adanya indikasi penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa di universitas tersebut yang merugakan negara hingga miliaran rupiah.
Lokasi-Lokasi yang Digeledah
KPK telah melakukan geledahan di enam lokasi berbeda untuk mengumpulkan bukti dalam kasus ini. Selain kediaman Rektor Unsoed, lima lokasi lainnya juga menjadi sasaran penyidik. Keenam lokasi tersebut adalah:
- Kediaman Rektor Unsoed di Jalan Setiabudi, Purwokerto
- Kantor Fakultas Pertanian Unsoed
- Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Unsoed
- Gudang Penyimpanan Barang di Kampus Unsoed
- Kantor Pusat Administrasi Unsoed
- Rumah seorang pejabat tinggi di lingkungan Unsoed
Dalam geledahan di kediaman Rektor Unsoed, penyiduk KPK menyita berbagai dokumen penting, termasuk dokumen pengadaan barang dan jasa, laporan keuangan, serta komunikasi elektronik yang diduga terkait dengan kasus ini. Beberapa dokumen digital juga diamankan untuk dianalisis lebih lanjut.
Tersangka Rektor Unsoed
Rektor Unsoed, Profesor Adnan Purwidianto, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia diduga terlibat dalam kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di universitasnya. Pria yang menjabat sebagai rektor sejak 2016 ini resmi ditahan oleh KPK pada 15 Mei 2023 lalu.
Dalam pernyataan resminya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyatakan bahwa Profesor Adnan diduga telah menerima suap dari pihak penyedia barang dan jasa yang memenangkan tender di Unsoed. "Tersangka diduga menerima keuntungan materiil dari para pelaksana proyek yang memenangkan lelang di lingkungan Unsoed," ujar Febri.
Selain Profesor Adnan, KPK juga telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini. Beberapa pejabat di lingkungan Unsoed dan penyedia barang/jasa telah diperiksa sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi yang terjadi.
Progres Penyidikan
KPK masih terus mengembangkan penyidikan kasus ini. Pihaknya berencana memeriksa lebih banyak saksi dan menyelidiki adanya kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam jaringan korupsi di Unsoed. "Kami akan terus mengembangkan penyidikan ini hingga tuntas dan semua pihak yang terlibat dapat diproses secara hukum," kata Febri.
Dalam kasus ini, KPK juga telah membekukan beberapa rekening bank yang diduga terkait dengan aliran dana korup. Selain itu, pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa dokumen, data elektronik, dan barang lainnya yang menjadi bukti dalam kasus ini.
Reaksi Universitas
Sebagai respons terhadap kasus yang menimpa rektornya, Universitas Jenderal Soedirman telah membentuk tim khusus untuk mengawal proses hukum yang sedang berjalan. "Kami mengapresiasi langkah KPK yang tegas dalam memberantas tindak pidana korupsi. Kami juga akan mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan hal seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari," ujar Pejabat Humas Unsoed, Dr. Budi Santoso.
Unsoed juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap sistem pengadaan barang dan jasa di universitasnya. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengadaan untuk memastikan semua berjalan secara transparan dan akuntabel," tambah Budi.
Kasus ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi di lembaga pendidikan tinggi. Dengan adanya penindakan tegas terhadap oknum yang terlibat korupsi, diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar menjalankan tugas dengan integritas dan transparansi.
Komentar (0)