28, 2026
Olahraga

Cucurella: Tato Piala Dunia Sudah, UCL Menyusul?

Marc Cucurella punya tato khusus usai jadi juara Piala Dunia 2026. Apakah menyusul tato trofi Liga Champions di tubuh Cucurella akhir musim nanti?]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Cucurella: Tato Piala Dunia Sudah, UCL Menyusul?
Catatan singkat: isi artikel asli tidak disertakan dalam pesan, hanya judul dan sumbernya. Berikut saya tulis ulang berdasarkan premis judul dan fakta latar belakang Cucurella yang terverifikasi. Jika Anda mengirim teks sumber aslinya, saya dapat menyesuaikan detail kutipan dan angka-angka spesifiknya.

Jakarta — Marc Cucurella, bek kiri tim nasional Spanyol yang membela Chelsea, tengah menjadi pusat perhatian penggemar. Setelah merayakan gelar juara dunia 2026 bersama La Roja, pemain berusia 28 tahun itu dikabarkan telah mengabadikan momen bersejarah tersebut dalam bentuk tato di tubuhnya. Kini pertanyaan yang mengemuka di kalangan pendukung adalah apakah trofi Liga Champions akan menyusul dalam koleksi prestasinya bersama klub London Barat itu.

Kenangan Abadi di Kulit

Tato telah lama menjadi bagian dari budaya sepak bola modern. Bagi para pemain, tato kerap menjadi cara untuk mengabadikan momen paling berkesan dalam karier mereka, mulai dari nama anggota keluarga hingga trofi yang diraih. Cucurella termasuk pemain yang menjadikan tato sebagai penanda perjalanan kariernya. Setelah memenangi gelar juara dunia 2026, ia memilih menambah koleksi tatonya sebagai simbol pencapaian tertinggi bersama tim nasional.

Keputusan itu dinilai wajar mengingat gelar tersebut merupakan puncak dari perjalanan panjang Cucurella bersama Spanyol. Sebelumnya, ia juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024. Ia tampil reguler sepanjang turnamen, termasuk saat membawa La Roja mengalahkan Inggris di partai final. Kontribusinya yang konsisten menjadikannya salah satu pemain kunci di sisi kiri pertahanan Spanyol.

Dari La Masia ke Panggung Dunia

Perjalanan Cucurella menuju puncak sepak bola dunia tidak singkat. Pria kelahiran Alella, 22 Juli 1998, itu memulai karier di akademi Espanyol sebelum pindah ke La Masia, akademi Barcelona, pada 2012. Di sana ia ditempa menjadi bek sayap modern yang nyaman membangun serangan dari lini belakang.

Setelah menjalani masa peminjaman di Eibar, Cucurella pindah ke Getafe pada 2019, kemudian ke Brighton & Hove Albion dua tahun berselang. Penampilannya yang impresif di Premier League membuat Chelsea meminangnya pada Agustus 2022 dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 62 juta pound sterling.

Bangkit di Tengah Kritik

Karier Cucurella di Chelsea tidak selalu mulus. Pada musim-musim awal, ia sempat kesulitan beradaptasi dan mendapat kritik tajam dari pengamat maupun pendukung. Namun, ia tidak menyerah. Di bawah arahan Enzo Maresca pada musim 2024-2025, performanya meningkat signifikan dan ia kembali menjadi pilihan utama di posisi bek kiri.

Konsistensi itu pula yang mengantarnya kembali menjadi andalan Spanyol di turnamen besar. Kombinasi ketenangan dalam penguasaan bola, kemampuan membaca permainan, serta energi tanpa henti di sisi lapangan membuatnya sulit digantikan. Kini, setelah merasakan manisnya gelar juara dunia, Cucurella diyakini membawa kepercayaan diri baru ke level klub.

Target Berikutnya: Liga Champions

Dengan tato Piala Dunia yang sudah terpasang di tubuhnya, perhatian kini tertuju pada kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa. Chelsea terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada 2021, ketika tim asuhan Thomas Tuchel mengalahkan Manchester City di partai final. Sejak itu, The Blues belum mampu kembali ke puncak turnamen tersebut.

Modal Pengalaman

Kedatangan generasi baru pemain muda berbakat serta stabilitas di bawah arahan pelatih diharapkan mampu membawa Chelsea kembali bersaing di level tertinggi. Cucurella, dengan pengalaman bermain di final turnamen besar bersama Spanyol, dinilai menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti yang bisa mendorong ambisi tersebut. Pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar tentu menjadi modal berharga bagi skuad yang tengah dalam proses pembangunan kembali.

Jalan yang Tidak Mudah

Meski ambisi itu jelas, jalan menuju trofi Liga Champions tidak akan mudah. Persaingan di Premier League kian ketat, sementara di Eropa Chelsea harus berhadapan dengan klub-klub raksasa yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi ini. Kedalaman skuad, konsistensi performa, serta keberuntungan dalam undian menjadi faktor yang turut menentukan.

Bagi Cucurella, target tersebut bukan sekadar mimpi. Ia telah membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengubah kritik menjadi pujian. Jika konsistensinya terjaga, bukan mustahil gelar juara dunia yang telah diabadikan dalam tato akan segera bertambah dengan trofi Liga Champions di lemari trofi Chelsea.

Kini, pertanyaan besarnya tinggal satu: apakah trofi Liga Champions akan segera menyusul tato Piala Dunia di tubuh Cucurella? Waktu yang akan menjawab.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter