31, 2026
Nasional

Cerita Dirut PSIM, Liana Tasno, tentang Jersey Bermotif Batik Parang dan Kolaborasi dengan Adidas

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cerita Dirut PSIM, Liana Tasno, tentang Jersey Bermotif Batik Parang dan Kolaborasi dengan Adidas

Dirut PT Pariwisata Indonesia (PSIM), Liana Tasno, berbagi pengalaman dan inspirasi kreatifnya dalam merancang jersey bermotif batik Parang yang baru. Jersey ini, yang dirilis dalam kolaborasi dengan Adidas, menjadi bagian dari kampanye "Bersama Jaga Warisan" yang bertujuan untuk mempromosikan budaya dan warisan lokal.

Bentuk Kreatif dan Warisan Budaya

Liana Tasno mengungkapkan bahwa ide untuk jersey bermotif batik Parang muncul setelah berbagai pertimbangan. "Kami ingin menggabungkan keseruan olahraga dengan keindahan warisan budaya," katanya. Batik Parang, yang berasal dari Jawa Tengah, dianggap sebagai salah satu motif batik yang paling khas dan berarti di Indonesia. "Motif ini tidak hanya mencerminkan keindahan estetika, tetapi juga berarti dan simbolisme yang kaya," tambahnya.

Kolaborasi dengan Adidas

Pada awalnya, PSIM mendapat tawaran untuk kolaborasi dengan Adidas. "Kami sangat senang menerima tawaran ini," ujar Liana. "Adidas adalah merek yang diakui secara internasional dan memiliki pengalaman yang luas dalam mengembangkan produk olahraga." Dalam kolaborasi ini, PSIM bertanggung jawab untuk merancang dan mengembangkan desain jersey, sedangkan Adidas bertanggung jawab untuk produksi dan distribusi.

Proses Rancang dan Produksi

Proses rancang jersey bermotif batik Parang memerlukan kerja sama yang ketat antara tim PSIM dan Adidas. "Kami melakukan berbagai pertimbangan untuk memastikan bahwa desain yang kami buat dapat mewakili dengan benar warisan budaya," kata Liana. Timnya melakukan riset mendalam tentang batik Parang, mempelajari motif, warna, dan teknik yang digunakan. "Kami juga mempertimbangkan kesesuaian desain untuk kebutuhan olahraga," tambahnya.

Setelah desain yang memenuhi syarat disetujui, proses produksi dimulai. Jersey yang terbuat dari bahan kualitas tinggi, seperti kain poliester, digunakan untuk memastikan kenyamanan pemakai. "Kami ingin memastikan bahwa produk yang kami buat tidak hanya indah, tetapi juga praktis dan duradero," ujar Liana.

Pengaruh dan Tujuan

Liana Tasno mengatakan bahwa tujuannya dengan merilis jersey bermotif batik Parang adalah untuk mempromosikan dan mempertahankan warisan budaya Indonesia. "Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat memperkenalkan batik Parang kepada publik yang luas, khususnya di luar negeri," katanya. Dia juga mengatakan bahwa kampanye "Bersama Jaga Warisan" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya nasional.

"Kami percaya bahwa olahraga dapat menjadi media untuk mempromosikan budaya," ujar Liana. "Dengan jersey ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan pengenalan budaya Indonesia di seluruh dunia."

Reaksi dan Tanggapan

Reaksi masyarakat terhadap jersey bermotif batik Parang yang dirilis dalam kolaborasi dengan Adidas sangat positif. Beberapa orang mendesakkan untuk membeli produk ini, sementara yang lain memuji kreativitas dan inovasi yang digunakan dalam merancang jersey. "Ini adalah contoh bagus bagaimana budaya dan olahraga dapat digabungkan untuk menciptakan produk yang unik dan berarti," kata salah satu pemakai jersey.

Liana Tasno mengatakan bahwa keberhasilan jersey ini adalah pengakuan atas kerja keras timnya dan kerjasama yang baik dengan Adidas. "Kami terus berusaha untuk mengembangkan produk yang dapat mewakili dan mempromosikan warisan budaya Indonesia," ujar Liana. "Dengan ini, kami berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi pengembangan dan pengenalan budaya nasional di dunia."

Jersey bermotif batik Parang yang dirilis dalam kolaborasi dengan Adidas bukan hanya menjadi produk olahraga, tetapi juga simbol penting bagi pengembangan dan mempertahankan warisan budaya Indonesia. Dengan kreativitas dan kerja sama yang kuat, PSIM dan Adidas berhasil menciptakan produk yang dapat dihargai dan dihormati.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter