19, 2026
Nasional

Botol Miras hingga Pungli di Kalijodo, Satpol PP dan Warga Perketat Pengawasan

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Botol Miras hingga Pungli di Kalijodo, Satpol PP dan Warga Perketat Pengawasan

Kawasan Kalijodo yang dulu dikenal sebagai kawasan merah kini bertransformasi menjadi pusat hiburan dan kuliner yang ramai dikunjungi. Meski begitu, beberapa masalah masih menyertai kehidupan malam di kawasan ini. Dari penjualan minuman keras dalam botol hingga praktik pungli (pungutan liar) menjadi sorotan utama, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama warga setempat memutuskan untuk memperketat pengawasan demi menjaga ketertiban dan ketenangan di kawasan ini.

Kehadiran Minuman Keras Masih Menjadi Masalah Krusial

Meskipun pemerintah telah melarang keras penjualan minuman keras, khususnya dalam kemasan botol, di sejumlah wilayah termasuk Kalijodo, praktik ini ternyata masih marak dilakukan oleh beberapa pedagang. Para pedagang yang beroperasi di sekitar kawasan hiburan ini cenderung lebih berhati-hati dengan menyembunyikan minuman keras dalam botol di dalam lemari es atau tempat penyimpanan tersembunyi. Mereka hanya menampilkan minuman beralkohol dalam kemasan gelas atau botol kecil yang dianggap lebih aman dari razia.

Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa timnya secara rutin melakukan patroli untuk mengantisipasi penjualan miras. "Kami melakukan patroli rutin setiap malam, terutama di akhir pekan ketika pengunjung lebih ramai. Jika menemukan penjualan miras, kami akan mengamankan barang bukti dan memberikan teguran keras kepada pelaku," ujarnya.

Menurutnya, selain memberikan sanksi administratif, pihaknya juga bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memberikan efek jera. "Kami tidak segan-segan menangkap para pelaku jika terbukti melanggar aturan. Kegiatan ini tidak hanya melanggar perda namun juga dapat mengganggu ketertiban umum," tambah Yani.

Praktik Pungli Menjadi Beban Terpisah

Di sisi lain, praktik pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab juga menjadi masalah serius di Kalijodo. Beberapa pengendara yang parkir di sekitar kawasan ini seringkali menjadi korban pungli yang dilakukan oleh penjaga parkir tidak resmi. Mereka meminta uang dengan jumlah tidak jelas bahkan dengan ancaman jika tidak membayar.

Salah seorang warga setempat, Budi (45), mengeluhkan kondisi ini. "Sudah biasa di sini ada okok-oknum yang meminta uang parkir dengan nominal tinggi. Bahkan ada yang meminta uang untuk 'mengamankan' motor dari kecurian. Padahal, kita sudah bayar parkir di tempat yang sudah ditunjuk," keluhnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Satpol PP Jakarta Utara telah membentuk tim khusus yang berpatroli di area parkir. Tim ini terdiri dari personel Satpol PP dan kepolisian yang bertugas mengawasi aktivitas parkir di kawasan Kalijodo. "Kami akan memberikan sanksi tegas bagi oknum-oknum yang melakukan pungli. Mereka akan ditangkap dan dijerat dengan hukum yang berlaku," tegas Yani.

Partisipasi Warga dalam Pengawasan

Untuk memperkuat pengawasan, Satpol PP juga melibatkan warga setempat dalam program keamanan bersama. Warga diminta untuk melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau pelanggaran di kawasan ini. "Kami membentuk kelompok saksi mata yang terdiri dari warga, pedagang, dan pemilik usaha. Mereka menjadi mata dan telinga kami di lapangan," jelas Yani.

Salah seorang pedagang di Kalijodo, Ratna (32), mendukung langkah ini. "Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, tentu akan membuat kawasan ini lebih aman dan nyaman. Para pengunjung juga merasa lebih nyaman berkunjung ke sini jika tidak ada rasa takut akan pungli atau kegiatan ilegal lainnya," ujarnya.

Tantangan di Depan

Meskipun sudah dilakukan berbagai upaya, tantangan dalam menjaga ketertiban di Kalijodo masih sangat besar. Keterbatasan personel dan sifat dinamis dari kehidupan malam membuat pengawasan menjadi sulit dilakukan secara maksimal. Selain itu, adanya ok-oknum yang terorganisir juga menjadi hambatan tersendiri.

Menurut Koordinator Satpol PP Jakarta Utara, Hidayat, pihaknya terus berupaya untuk mencari solusi terbaik. "Kami akan terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam menjaga ketertiban di Kalijodo. Mungkin di masa depan kita akan membentuk pos keamanan yang berjaga 24 jam atau mengembangkan aplikasi pelaporan untuk memudahkan warga melapor," ujarnya.

Transformasi Kalijodo dari kawasan merah menjadi pusat hiburan yang berpotensi wisata membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan pengawasan yang diperketat dan partisipasi aktif dari warga, diharapkan kawasan ini dapat menjadi contoh pengelolaan kawasan hiburan yang sukses dan berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter