Bocah 8 Tahun Tewas Tertimpa Tembok saat Bermain Petak Umpet
PONOROGO - Seorang bocah berusia delapan tahun tewas tertimpa tembok saat sedang bermain petak umpet di rumahnya di Desa Kadipiro, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (15/3) siang. Tragedi yang menimpa Ahmad Fauzi (8) ini terjadi saat korban sedang bermain bersama teman-temannya seusai pulang sekolah.
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Ngrayun, Iptu Sutrisno, mengatakan korban tengah bermain petak umpet bersama dua temannya di halaman belakang rumah. Saat itu, korban bersembunyi di dekat tembok yang kondisinya tidak stabil.
"Saksi mata, teman korban yang bermain bersama, melihat tembok tiba-tiba runtuh dan menimpa korban. Mereka sempat berteriak minta tolong, tetapi korban sudah tidak berdaya," jelas Sutrisno saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Menurut Sutrisno, tembok yang runtuh merupakan tembok penahan tanah dengan tinggi sekitar dua meter dan tebal sekitar 50 sentimeter. Tembok tersebut tidak memiliki dinding penopang dan kondisinya sudah tua.
Warga sekitar yang mendengar teriakan dari anak-anak tersebut segera mendatangi lokasi dan berusaha mengevakuasi korban. Namun sayangnya, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa setelah dievakuasi dari reruntuhan tembok.
"Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Ngrayun untuk mendapat pertolongan pertama, namun nyawa tidak bisa diselamatkan," ujar Sutrisno.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Polisi masih menyelidiki secara mendalam penyebab kecelakaan tersebut. Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku tidak mengetahui jika tembok di halaman belakang rumah mereka berpotensi runtuh.
"Kami tidak pernah merasa ada yang aneh dengan tembok itu. Biasa saja kami pakai untuk tempat jemur pakaian dan anak-anak kadang bermain di sekitar sana," kata bapak korban, Ahmad Sobari, dengan mata berkaca-kaca.
Sobari mengaku sedih dan terkejut dengan kejadian yang menimpa anaknya yang bungsu dari tiga bersaudara itu. Menurutnya, Ahmad Fauzi adalah anak yang ceria dan suka bermain bersama teman-temannya.
"Anak itu baru pulang sekolah sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung bermain teman-temannya di halaman belakang. Kami tidak tahu kalau tembok itu berbahaya," tambahnya.
Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Bangunan Tua
Tragedi ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap bangunan tua atau yang kondisinya tidak terawat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ponorogo, Bambang Sulistyo, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bangunan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Bambang menambahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan-bangunan tua di wilayah Kabupaten Ponorogo untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Polisi masih melalukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimaknalkan.
Komentar (0)