19, 2026
Teknologi

BNPB Ungkap Anak Krakatau Belum Reda, Erupsi Lanjutan Masih Mengintai

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau belum menunjukkan tanda-tanda reda. Berdasarkan pantauan terakhir, gunung berapi yang lahir dari letusan Krakatau tahun 1883 ini masih berpotensi mengalami erupsi lanjutan. Pihak BNPB bersama dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus memantau aktivitas gunung ini secara rutin.

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Menurut data yang diperoleh dari Pos Pengamatan Anak Krakatau, aktivitas vulkanik di wilayah ini masih tergolong tinggi. Frekuensi gempa vulkanik dan gempa tektonik terus terjadi, menunjukkan adanya aktivitas magma di dalam kawah. Amplitudo getaran yang tercatat juga bervariasi, namun secara keseluruhan masih menunjukkan tingkat aktivitas yang di atas normal.

"Kami masih mendeteksi adanya erupsi freatic dengan kolom abu setinggi ratusan meter. Erupsi jenis ini terjadi ketika air hujan atau air danau kawah berinteraksi dengan magma panas di bawah permukaan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencana BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual.

Peringatan Dini Diberikan

Berdasarkan tingkat aktivitas saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada level II (Waspada). Status ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik meningkat dan berpotensi terjadi letusan dengan jarak efektif sejauh 2 kilometer dari puncak kawah.

BNPB telah mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar Selat Sunda, terutama di pesisir provinsi Banten dan Lampung, untuk tetap waspada. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak Anak Krakatau dan menjauhi area pantai yang berdekatan dengan laut.

Risiko Tsunami Tetap Ada

Salah satu ancaman terbesar dari Anak Krakatau adalah potensi tsunami. Hal ini terlihat dari letusan besar pada tahun 2018 yang mengakibatkan tsunami dan menewaskan ratusan orang di pesisir barat Jawa dan selatan Sumatra. Meskipun aktivitas saat ini belum mencapai level yang sama, potensi longsoran material ke dalam laut tetap menjadi perhatian serius.

Langkah-langkah Pencegahan dan Penyiapan

Sebagai antisipasi, BNPB telah mempersiapkan sejumlah langkah penanggulangan bencana. Pihaknya telah memperkuat sistem peringatan dini tsunami di sekitar Selat Sunda. Selain itu, tim siaga darurat telah ditempatkan di wilayah terdampak potensi.

Imbauan kepada Wisatawan

Bagi wisatawan, BNPB mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan mendaki atau mendekati Gunung Anak Krakatau selama status waspa masih berlaku. Wisatawan juga diminta untuk tidak berlayar terlalu dekat dengan area sekitar gunung berapi.

BNPB berjanji akan terus memantau perkembangan aktivitas Anak Krakatau dan akan memberikan update secara berkala kepada masyarakat. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan dan mengikuti sumber informasi resmi dari pemerintah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter