19, 2026
Teknologi

Prabowo: Jangan Percaya Semua di Medsos, Mereka Ingin Kita Lemah

Prabowo meminta masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar di medsos. Dia mengingatkan masyarakat tak mudah mempercayai semua informasi di medsos.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo: Jangan Percaya Semua di Medsos, Mereka Ingin Kita Lemah

Prabowo: Jangan Percaya Semua di Medsos, Mereka Ingin Kita Lemah

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi informasi di media sosial. Menurutnya, banyak konten di platform media sosial yang sengaja menyebar untuk memecah belah dan melemahkan bangsa. Peringatan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, menunjukkan kekhawatiran tingginya terhadap potensi ancaman informasi yang mengancam stabilitas nasional.

Dalam sebuah forum diskusi beberapa waktu lalu, Prabowo menekankan bahwa media sosial telah menjadi medan perang yang tidak kalah sengit dengan medan perang fisik. Ia menjelaskan bahwa banyak pihak yang memiliki kepentingan tertentu menggunakan platform digital untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang bertujuan untuk mengikis keutuhan bangsa. "Kita berada di era perang informasi, di mana musuh bisa menyerang tanpa menembakkan satu peluru pun," tegas Prabowo.

Ancaman dari Ruang Digital

Prabowo menyoroti bahwa ancaman informasi di media sosial bukan sekadar masalah hoax biasa, melainkan upaya sistematis untuk menciptakan ketidakstabilan sosial dan politik. Ia menjelaskan bahwa berbagai kelompok, baik dalam maupun luar negeri, memanfaatkan kebebasan berserat di dunia maya untuk menyebarkan narasi-narasi yang dapat memecah persatuan.

Menurut Prabowo, strategi yang sering digunakan adalah memecah bangsa berdasarkan identitas etnis, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dengan memanfaatkan algoritma platform media sosial yang cenderung menampilkan konten yang memicu emosi, informasi polarisasi dapat dengan cepat menyebar dan menciptakan lingkaran setan yang sulit dihentikan.

"Mereka ingin kita lemah dengan memecah belah kita. Jangan mudah terprovokasi dan jangan percaya semuanya yang ada di media sosial," pesan Prabowo. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kecerdasan dalam menghadapi aliran informasi yang tidak terverifikasi.

Upaya Mengatasi Disinformasi

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi masalah disinformasi. Salah satunya adalah melalui edukasi digital yang ditingkatkan, khususnya bagi kalangan muda yang paling rentan terhadap pengaruh media sosial.

Pemerintah juga bekerja sama dengan platform media sosial untuk meningkatkan moderasi konten dan memblokir akun-akun yang terbukti menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Selain itu, penguatan literasi media menjadi salah satu prioritas untuk membangun masyarakat yang cerdas dalam mengonsumsi dan menyebar informasi.

Prabowo juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sebagai penjaga kebenaran. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi, bukan masalah, dengan memverifikasi informasi sebelum membagikannya dan melaporkan konten yang meragukan kepada pihak berwenang.

Kontroversi dan Tanggapan Publik

Peringatan Prabowo tentang bahaya media sosial memicu berbagai respons dari publik. Sebagian pihak mendukung sepenuhnya langkah ini, menganggapnya sebagai langkah preventif yang diperlukan untuk melindungi stabilitas nasional dari ancaman informasi asing.

Akan tetapi, ada juga kritik yang menyatakan bahwa peringatan tersebut dapat menjadi alat untuk membatasi kebebasan berekspresi. Beberapa aktivis dan pakar hukum khawatir bahwa langkah yang diambil dapat berujung pada sensor yang berlebihan atau penindasan terhadap oposisi politik.

Menanggapi kritik ini, Prabowo menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi, melainkan melindungi masyarakat dari bahaya informasi yang dapat merusak keutuhan bangsa. Ia menegaskan bahwa kebebasan berbicara harus sejalan dengan tanggung jawab untuk tidak menyebarkan kebencian dan hoaks yang dapat merugikan orang lain.

Peran Strategis Pertahanan di Era Digital

Sebagai mantan jenderal dan Menteri Pertahanan, Prabowo melihat ancaman informasi sebagai bagian integral dari pertahanan modern. Ia menekankan bahwa di era globalisasi dan digitalisasi, pertahanan nasional tidak hanya berfokus pada keamanan militer, tetapi juga mencakup keamanan informasi, ekonomi, dan budaya.

Dalam doktrin pertahanan yang dikembangkannya, keamanan informasi menjadi salah satu pilar utama. Ia menekankan perlunya integrasi antara TNI/Polri dengan lembaga sipil dalam menghadapi ancaman non-militer yang semakin kompleks di era digital.

"Perang modern tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga di dunia maya. Kita harus siap menghadapi segala bentuk ancaman yang mengancam kedaulatan dan keutuhan bangsa," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa investasi dalam sumber daya manusia dan teknologi menjadi kunci untuk membangun pertahanan yang tangguh di abad ke-21.

Dengan semakin maraknya disinformasi di media sosial, peringatan Prabowo menunjukkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keutuhan bangsa. Di tengah arus informasi yang deras, kecerdasan dan kewaspadaan menjadi senjata utama bagi setiap warga negara untuk tidak menjadi korban dalam perang informasi yang sedang berlangsung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter