Bikin Kontroversi, Wasit VAR MU Vs Man City Diparkir
Keputusan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk menepatkan wasit Michael Oliver sebagai ofisial utama dalam laga antara Manchester United dan Manchester City pada pekan ke-19 Premier League, dengan John Brooks sebagai wasit Video Assistant Referee (VAR), memicu kontroversi besar di kalangan penggemar dan pakar sepak bola. Keputusan ini datang hanya beberapa hari setelah Oliver menghadapi kritik keras atas performanya dalam laga klasik antara kedua tim rival kota tersebut.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 1-1 pada Januari lalu, Oliver menjadi sorotan usai memberikan beberapa keputusan yang kontroversial. Pertama, penalti untuk Manchester United atas pelanggaran oleh Kyle Walker di menit awal. Kedua, penolakan penalti untuk City atas kontak antara Bruno Fernandes dan Joao Cancelo. Ketiga, penghentuan permainan saat City sedang menyerang di akhir laga untuk memberikan kartu merah kepada Scott McTominay. Keputusan-keputusan ini memicu debat sengit tentang konsistensi dan kualitas wasit dalam pertandingan-pertandingan besar di Liga Inggris.
Reaksi dari Pelatih dan Pemain
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tidak menutupi kekecewaannya atas performa Michael Oliver. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Guardiola menyatakan kebingungannya terkait beberapa keputusan wasit, terutama mengenai penolakan penalti dan penghentuan permainan di saat yang krusial. "Saya tidak mengerti mengapa wasit bisa memberikan penalti di satu sisi namun menolak peluang yang jelas di sisi lain," ujarnya.
Sementara itu, pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mempertahankan keputusan wasit meskipun beberapa analis menilai performa Oliver buruk. "Wasit membuat keputusan berdasarkan apa yang dilihatnya di lapangan. Kami menerima semua keputusan tersebut," kata Solskjaer.
Pemain Manchester City, Raheem Sterling, juga menyatakan kekecewaannya melalui media sosial. "Saya rasa kami tidak mendapat perlakuan yang adil dalam pertandingan itu. VAR seharusnya membantu wasit membuat keputusan yang lebih baik, tapi dalam kasus ini sepertinya tidak berfungsi dengan baik," tulis Sterling.
Keputusan FA dan Dampaknya
Keputusan FA untuk menempatkan Oliver sebagai wasit utama dalam laga selanjutnya antara kedua tim, kali ini di ajang Piala FA, mengejutkan banyak pihak. Beberapa analis menyatakan kebingungan mengapa FA tetap memercayai Oliver untuk mengawasi pertandingan yang sama secara berulang, terutama setelah performa yang buruk dalam pertemuan sebelumnya.
Sumber di dalam FA mengatakan bahwa keputusan ini dilakukan berdasarkan rencana jangka panjang dalam penempatan wasit. "Kami memiliki sistem rotasi dan evaluasi untuk semua ofisial. Michael Oliver adalah salah satu wasit terbaik kami dan kami percaya ia dapat memberikan performa yang lebih baik," kata sumber tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya.
Di sisi lain, pakar wasit Keith Hackett mengkritik keputusan FA. "Menempatkan wasit yang baru saja membuat beberapa keputusan kontroversial dalam pertandingan ulang antara tim yang sama adalah risiko yang tidak perlu. Ini bisa memicu lebih banyak kontroversi dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem wasit," ujar Hackett.
Tanggapan Publik dan Media
Di media sosial, keputusan FA menjadi trending topic dengan ribuan komentar dari penggemar yang mengecam keputusan tersebut. Banyak yang mempertanyakan integritas sistem wasit di Liga Inggris. "Sepertinya FA tidak belajar dari kesalahan. Mengapa Oliver bisa dipilih lagi?" tulis salah satu pengguna Twitter.
Beberapa media olahraga juga menyoroti masalah ini. Surat kabar The Guardian dalam artikelnya menulis bahwa "Keputusan FA menunjukkan kurangnya konsistensi dalam penempatan wasit dan merusak kepercayaan terhadap VAR." Sementara itu, The Times menggambarkan situasi ini sebagai "krisis kepercayaan dalam wasiting Liga Inggris."
Masa Depan Wasiting di Liga Inggris
Kontroversi ini muncul saat sistem VAR masih menjadi topik perdebatan di seluruh dunia. Liga Inggris telah mengadopsi teknologi ini sejak musim 2019/2020, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Para kritikus berargumen bahwa VAR seharusnya digunakan untuk membantu wasit membuat keputusan yang lebih akurat, namun sering kali menciptakan lebih banyak masalah daripada solusi.
FA telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh mengenai penggunaan VAR dan penempatan wasit dalam pertandingan-pertandingan penting. Evaluasi ini akan melibatkan masukan dari para pelatih, pemain, pakar, dan penggemar untuk meningkatkan kualitas wasiting di Liga Inggris.
Sementara itu, Michael Oliver tetap akan menjadi wasit utama dalam laga antara Manchester United dan Manchester City di Piala FA, meskipun banyak yang mempertanyakan keputusan tersebut. Kontroversi ini pasti akan terus menjadi pembicaraan hangat dalam dunia sepak bola Inggris selama beberapa waktu ke depan.
Komentar (0)