19, 2026
Politik

Bertemu Putin di KTT BRICS, Anwar Ibrahim Bahas Sawit hingga Penerbangan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/12/6aa5247bbf727-pm-malaysia-anwar-ibrahin-bertemu-presiden-rusia-vladimir-putin_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Anwar Ibrahim Bertemu Putin, Bahas Kerja Sama Perkebunan Sawit dan Penerbangan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Konferencia Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan. Pertemuan ini menjadi sorotan karena membahas isu-isu penting terkait kerja sama bilateral, terutama dalam sektor perkebunan sawit dan penerbangan.

Kerja Sama di Sektor Perkebunan Sawit

Dalam pertemuannya, Anwar Ibrahim membahas potensi kerja sama antara Malaysia dan Rusia di sektor perkebunan sawit. Indonesia dan Malaysia sebagai dua produsen minyak sawit terbesar dunia terus menghadapi tekanan dari pasar internasional terkait isu lingkungan dan keberlanjutan. Rusia, dengan pasar yang potensial, menjadi mitra strategis bagi kedua negara produsen sawit tersebut.

Anwar menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga dan memastikan keberlanjutan industri sawit di tingkat global. "Kita perlu bekerja sama untuk memastikan industri sawit kita dapat terus berkembang dengan baik, sekaligus memenuhi standar keberlanjutan yang diharapkan pasar internasional," ujar Anwar dalam pertemuannya dengan Putin.

Rusia sendiri memiliki minat yang besar terhadap produk-produk turunan sawit, terutama untuk kebutuhan industri makanan dan biofuel. Potensi kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara, terutama dalam meningkatkan nilai ekspor dan menciptakan pasar yang lebih stabil bagi produk-produk Malaysia.

Penerbangan Langsung Malaysia-Rusia

Selain sektor perkebunan sawit, kedua pemimpin juga membahas kemungkinan penyelenggaraan penerbangan langsung antara Malaysia dan Rusia. Isu ini menjadi penting mengingat potensi wisata dan perdagangan antara kedua negara yang belum sepenuhnya terwujud karena keterbatasan konektivitas transportasi udara.

Anwar menyatakan bahwa penerbangan langsung akan memudahkan mobilitas wisatawan, pebisnis, dan pelajar antara kedua negara. "Kita berharap dapat segera mengaktifkan kembali penerbangan langsus antara Kuala Lumpur dan Moskwa. Ini akan memperkuat hubungan ekonomi dan budaya antara kita," tambahnya.

Rusia sendiri memiliki potensi pasar besar bagi industri pariwisata Malaysia, terutama dengan minat wisatawan Rusia terhadap destinasi wisata tropis Malaysia seperti Langkawi, Penang, dan Sabah. Di sisi lain, Malaysia juga memiliki minat untuk mempromosikan destinasi wisata kepada wisatawan Rusia yang tertarik dengan budaya dan sejarah Rusia.

Hubungan Diplomatik dan Ekonomi

Pertemuan antara Anwar Ibrahim dan Vladimir Putin menjadi bukti komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi. Kedua negara telah menjalin hubungan baik sejak lama, dan kerja sama di berbagai sektor terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Selain membahas isu ekonomi, kedua pemimpin juga menujukan perhatian pada isu-isu regional dan internasional yang menjadi prioritas bersama. Malaysia dan Rusia sama-sama aktif dalam forum multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan BRICS, dan sering menunjukkan posisi yang serupa dalam berbagai isu global.

Anwar juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik, terutama mengingat dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan tersebut. Rusia sebagai salah satu negara dengan pengaruh global pun menunjukkan dukungannya terhadap upaya menjaga stabilitas di kawasan.

Kesimpulan dan Masa Depan

Pertemuan bilateral antara Anwar Ibrahim dan Vladimir Putin membuka peluang baru untuk memperdalam kerja sama antara Malaysia dan Rusia. Isu-isu seperti perkebunan sawit dan penerbangan langsung menjadi fokus utama dalam pertemuan ini, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi kedua negara.

Dengan dukungan kerja sama yang lebih kuat, Malaysia dan Rusia diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih komprehensif yang tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup kerja sama di bidang budaya, pendidikan, dan teknologi. Kedua negara memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis satu sama lain di panggung internasional.

Seiring dengan berakhirnya KTT BRICS, isu-isu yang dibahas dalam pertemuan bilateral ini akan menjadi landasan bagi implementasi kerja sama di tingkat teknis. Kedua pemerintah diharapkan dapat segera membentuk tim kerja untuk merealisasikan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter