Basarnas Perluas Wilayah Pencarian KM Balama GT 27 Angkut 3 Penumpang yang Hilang Kontak di Perairan Banggai
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus memperluas wilayah pencarian terkait hilang kontak Kapal Motor (KM) Balama GT 27 yang mengangkut tiga penumpang di perairan Banggai, Sulawesi Tengah. Pencarian yang telah berlangsung sejak beberapa hari ini melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk menemukan kapal beserta penumpangnya yang hilang kontak sejak Selasa (12/9/2023).
KM Balama GT 27 dilaporkan hilang kontak saat mengangkut tiga penumpang dari pulau Banggai menuju pulau Taliabu, Maluku Utara. Kapal yang berlayar dengan kondisi cuaca buruk tersebut diduga mengalami masalah navigasi atau teknis selama perjalanan. Basarnas segera merespons laporan hilang kontak tersebut dan mengaktifkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian intensif.
Status Pencarian dan Upaya SAR
Plt. Kepala Basarnas, Marsma TNI (Purn) M. Syafei, mengatakan bahwa wilayah pencarian telah diperluas secara signifikan untuk memaksimalkan kesempatan menemukan kapal dan penumpangnya. "Kami telah memperluas radius pencarian hingga 50 mil dari titik terakhir kali kapal terdeteksi. Tim SAR gabungan terdiri dari personel Basarnas, TNI AL, Polri, serta unsur BPBD setempat," jelas Syafei dalam keterangannya, Kamis (14/9/2023).
Sejauh ini, pencarian telah menggunakan berbagai alat dan sumber daya termasuk kapal patroli KRI Bisma yang mengangkut tim SAR gabungan, pesawat udara CN 235, dan kapal nelayan setempat yang turut membantu dalam operasi pencarian. Tim SAR juga memanfaatkan sistem pemantauan maritim dan teknologi pencarian terkini untuk memetakan area yang mungkin menjadi lokasi kapal.
Kondisi Cuaca dan Tantangan Pencarian
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Basarnas, Jachman Pratama, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah pencarian masih menjadi tantangan utama. "Meskipun cuaca mulai membaik, gelombang di perairan Banggai masih cukup tinggi mencapai 2-3 meter. Hal ini sedikit memperlambat proses pencarian namun tidak mengurangi semangat tim untuk segera menemukan KM Balama," ujarnya.
Menurut informasi yang diperoleh, KM Balama GT 27 merupakan kapal jenis fiberglass dengan panjang sekitar 12 meter dan dilengkapi dengan mesin 75 PK. Kapal ini biasanya melayani rute antarpulau di sekitar Banggai dan sekitarnya. Tiga penumpang yang ada di dalam kapal tersebut masih dalam status hilang kontak dan diharapkan dalam keadaan selamat.
Koordinasi Tim SAR dan Masyarakat
Koordinasi antarinstansi dalam operasi SAR ini terus ditingkatkan untuk memastikan pencarian berjalan maksimal. Basarnas bekerja sama dengan TNI AL, Polri, BPBD Sulawesi Tengah, serta masyarakat setempat yang turut membantu menyediakan informasi dan sumber daya. "Kami menerima informasi dari beberapa nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar wilayah pencarian. Informasi tersebut sedang kami verifikasi," tambah Syafei.
Untuk mempercepat pencarian, Basarnas juga meminta masyarakat di sekitar wilayah pesisir Banggai untuk segera melapor jika menemukan adanya kapal atau objek yang mencurigakan. Selain itu, tim SAR juga menyiapkan posko informasi di beberapa titik strategis untuk menerima laporan masyarakat terkait adanya penemuan terkait KM Balama.
Rencana Pencarian Selanjutnya
Basarnas menyatakan bahwa pencarian akan dilaksanakan secara terus-menerus hingga KM Balama dan penumpangnya ditemukan. "Kami akan terus melakukan pencarian 24 jam nonstop. Jika dalam 24 jam ke depan tidak ada hasil, kami akan mempertimbangkan untuk menambah kapal dan pesawat untuk memperluas jangkauan pencarian," jelas Jachman.
Sementara itu, keluarga korban yang saat ini menunggu di pelabuhan Banggai terus memantau perkembangan pencarian. Mereka berharap agar KM Balama GT 27 dapat segera ditemukan dan penumpangnya selamat. "Kami masih optimis karena berdasarkan pengalaman, kapal-kapal yang hilang kontak biasanya ditemukan dalam keadaan selamat asalkan tidak terjadi musibah berat," ucap salah seorang kerabat korban dengan haru.
Basarnas meminta masyarakat untuk tetap tenan dan memberikan ruang bagi tim profesional SAR untuk melakukan tugasnya. Semua informasi terkait operasi SAR akan terus diperbarui melalui kanal resmi Basarnas untuk menghindari informasi yang tidak berdasar.
Komentar (0)