19, 2026
Teknologi

Bangunan Tua di Stadion Taman Sari Jadi Daya Tarik dan Spot Foto Favorit

Bangunan tua di Stadion Taman Sari, Jakarta, menarik perhatian anak muda sebagai latar foto. Banyak yang ingin tampilan aslinya tetap terjaga.]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bangunan Tua di Stadion Taman Sari Jadi Daya Tarik dan Spot Foto Favorit

Bangunan Tua di Stadion Taman Sari Jadi Daya Tarik dan Spot Foto Favorit

Stadion Taman Sari yang berlokasi di pusat kota kini menjadi sorotan tidak hanya karena sejarahnya yang panjang, tetapi juga karena keberadaan bangunan tua di dalam kompleksnya yang kini menjadi daya tarik utama dan spot foto favorit bagi masyarakat. Stadion yang memiliki kapasitas penonton sekitar 25.000 kursi ini sejak awal berdirinya pada tahun 1950-an telah mengalami beberapa kali renovasi namun mempertahankan beberapa bangunan tua yang menjadi bagian dari identitas stadion tersebut.

Sejarah dan Keunikan Bangunan Tua

Bangunan tua yang paling menonjol di Stadion Taman Sari adalah gedung utama yang berfungsi sebagai kantor manajemen stadion dan pusat informasi. Bangunan yang memiliki arsitektur kolonial Belanda ini memiliki ciri khas berupa atap genting merah, jendela berukuran besar dengan jalousis, serta dinding tebal yang terbuat dari batu bata. Menurut catatan sejarah, gedung ini awalnya digunakan sebagai markas militer Belanda sebelum kota itu diserahkan kepada pemerintah setempat.

Di sekitar gedung utama, terdapat beberapa bangunan pendukung yang juga masih mempertahankan arsitektur kuno, termasuk bangunan yang dulunya digunakan sebagai mess atau tempat tinggal para pejabat tinggi Belanda. Bangunan-bangunan ini memiliki desain yang sama namun dengan ukuran yang lebih kecil. Keberadaannya yang terjaga dengan baik membuat kompleks stadion ini memberikan kesan nostalgia yang kuat.

Transformasi Menjadi Spot Foto Populer

Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan-bangunan tua di Stadion Taman Sari semakin populer sebagai lokasi syuting foto dan video. Masyarakat, terutama anak muda, sering berkunjung ke stadion ini tidak hanya untuk menonton pertandingan olahraga, tetapi juga untuk berfoto di area bangunan tua yang dianggap Instagrammable. Dinding berwarna krem, tangga batu, dan lorong-lorong sempit menjadi latar belakang yang sempurna bagi mereka yang ingin mengabadikan momen dengan nuansa retro.

Kepala seksi pemasaran dan promosi stadion, Budi Santoso, menjelaskan bahwa popularitas bangunan tua ini telah meningkat drastis sejak media sosial seperti Instagram dan TikTok mulai populer. "Kami tidak menyangka bahwa bangunan tua yang selama ini hanya difungsikan sebagai kantor dan gudang akan menjadi begitu diminati. Bahkan, ada beberapa penggemar sejarah yang secara khusus datang hanya untuk foto-foto dokumenter," ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat, pihak manajemen stadion membuat beberapa area foto yang telah disiapkan dengan baik. Area sekitar gedung utama dilengkapi dengan beberapa spot foto yang telah diatur pencahayaannya dan beberapa sudut yang dianggap paling Instagrammable. Selain itu, pihak manajemen juga menyediakan paket foto yang mencakup penggunaan beberapa properti bergaya vintage agar foto terlihat lebih autentik.

Dampak Positif dan Tantangan

Meningkatnya minat masyarakat terhadap bangunan tua di Stadion Taman Sari memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Banyak pedagang kaki lima yang membuka usaha di sekitar stadion, mulai dari penjual makanan ringan hingga penjual minuman. Selain itu, beberapa pengusaha lokal juga membuka usaha studio foto yang menawarkan paket foto profesional dengan latar belakang bangunan tua stadion.

Namun, di balik popularitas tersebut, pihak manajemen stadion juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah menjaga kebersihan dan menjaga agar bangunan tidak rusak akibat pengunjung yang tidak disiplin. "Kami telah melakukan koordinasi dengan Satpol PP untuk mengawasi agar pengunjung tidak merusak bangunan atau menempelkan stiker di dinding. Kami juga membatasi jumlah pengunjung yang masuk ke area bangunan tua untuk menghindari kerusakan," jelas Budi.

Rencana Pengembangan Jangka Panjang

Melihat potensi yang dimiliki, pihak manajemen stadion berencana untuk mengembangkan area bangunan tua menjadi destinasi wisata sejarah yang lebih lengkap. Rencananya, gedung utama akan diubah menjadi museum yang memamerkan sejarah stadion dan perkembangan olahraga di kota tersebut. Selain itu, beberapa bangunan di sekitarnya akan diubah menjadi kafe bergaya vintage dan toko suvenir yang menj memorabilia olahraga.

"Kami ingin menjadikan Stadion Taman Sari tidak hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai edukatif dan budaya. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya datang untuk foto-foto, tetapi juga mempelajari sejarah keberadaan stadion ini," tambah Budi.

Dengan semakin populernya bangunan tua di Stadion Taman Sari, diharapkan stadion ini dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi pariwisata kota sekaligus melestarikan nilai sejarah yang dimiliki. Keberadaannya yang unik dan kaya akan cerita menjadi bukti bahwa warisan masa lalu dapat menjadi aset berharga di era modern.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter