Bandara Soetta Tetap Tutup, InJourney Sediakan Bus Gratis ke Empat Kota
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tetap ditutup untuk operasional penerbangan komersial pada Rabu (15/11) lalu. Penutupan ini dilakukan untuk memungkinkan proses sterilisasi menyeluruh di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Sebagai bentuk kompensasi, maskapai InJourney menyediakan layanan bus gratis untuk penumpang yang memiliki tiket penerbangan.
Kepala Divisi Komunikasi InJourney, Andi Pratama, mengatakan bahwa layanan bus gratis ini disediakan untuk memudahkan penumpang yang sudah memiliki tiket penerbangan namun tidak bisa terbang karena penutupan bandara. "Kami memahami kebingungan dan frustrasi yang dialami penumpang. Sebagai langkah nyata, kami menyediakan transportasi alternatif secara gratis bagi mereka yang membutuhkan," ujar Andi dalam konferensi pers virtual pada Kamis (16/11).
Rute Bus yang Disediakan
InJourney menyediakan empat rute bus dari Bandara Soekarno-Hatta ke berbagai kota tujuan utama. Rute pertama adalah Jakarta dengan titik penjemputan dan pengantaran di kawasan Thamrin dan Sudirman. Rute kedua menuju Bekasi dengan titik penjemputan di Bandara Soetta dan pengantaran di area Bekasi Timur dan Bekasi Barat.
Rute ketiga adalah ke Tangerang dengan bus yang menghubungkan Bandara Soetta dengan kawasan Bintaro, BSD, dan Tangerang Selatan. Sementara itu, rute terakhir adalah ke Depok dengan titik penjemputan di Bandara Soetta dan pengantaran di kawasan Depok Utara dan Depok Selatan. "Keempat rute ini dipilih berdasarkan data penumpang terbanyak dari InJourney di area sekitar Jakarta," jelas Andi.
Mekanisme Pemakaian Layanan
Untuk menggunakan layanan bus gratis ini, penumpang harus memiliki tiket penerbangan InJourney yang sudah diterbitkan sebelum 15 November 2023. Penumpang juga wajib menunjukkan identitas dan bukti tiket yang masih berlaku. Pemakaian bus dilakukan dengan sistem first-come-first-served atau siapa cepat dia dapat.
Bus akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB dengan frekuensi keberangkatan setiap 30 menit untuk setiap rute. "Kami akan memonitor kebutuhan secara real-time dan menyesuaikan frekuensi keberangkatan jika diperlukan," tambah Andi. Penumpang juga dapat mengakses informasi terkait jadwal bus melalui aplikasi InJourney dan media sosial resmi maskapai.
Respon dari Penumpang
Layanan ini mendapat respons beragam dari penumpang. Maya, salah satu penumpang yang menggunakan layanan bus gratis ke Jakarta, mengaku terbantu dengan adanya transportasi ini. "Saya sudah bingung mau kemana setika tahu penerbangan saya dibatalkan. Dengan adanya bus gratis ini, setidaknya saya bisa pulang ke rumah dengan biaya lebih murah," ujarnya.
Sementara itu, Budi, penumpang yang seharusnya terbang ke Surabaya, mengaku kecewa dengan situasi ini tetapi mengapresiasi upaya InJourney. "Meski kecewa karena perjalanan terhambat, saya mengapresiasi InJourney yang memberikan solusi transportasi gratis. Itu menunjukkan kepedulian mereka terhadap penumpang," kata Budi.
Sebagai bagian dari protokol kesehatan, InJenerator menerapkan sejumlah langkah pencegahan COVID-19 dalam operasional bus. Setiap penumpang wajib mengenakan masker, menjaga jarak fisik, dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum naik bus. Selain itu, bus juga disinfektan secara rutin setiap kali selesai menjalani rute.
"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, selain menyediakan transportasi gratis, kami juga memastikan bahwa protokol kesehatan tetap dipatuhi dengan ketat," jelas Andi. InJourney juga menyediakan hand sanitizer di setiap bus dan meminta para penumpang untuk mencuci tangan secara rutin.
Dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung, InJourney terus menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi. Maskapai ini juga sedang mengembangkan sistem tiket yang lebih fleksibel agar penumpang dapat mengubah jadwal penerbangan dengan mudah jika terjadi pembatalan.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik meski dalam situasi sulit. Penutupan bandara adalah langkah yang sulit namun perlu dilakukan untuk melindungi semua pihak. Kami bersama-sama harus beradaptasi dengan kondisi ini," tutup Andi Pratama.
Komentar (0)