Bandara Soetta Bersihkan Runway hingga Apron dari Abu Vulkanik Secara Periodik
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terus melakukan pembersihan rutin terhadap landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), dan area apron dari potensi abu vulkanik. Aktivitas ini dilakukan secara periodik guna memastikan keselamatan dan kelancaran penerbangan di bandara yang menjadi gerbang utama internasional di Indonesia ini.
Manager Komunikasi PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Soetta, Yosep Angga, mengatakan bahwa tim khusus dari unit pembersihan bandara (cleaning unit) selalu siaga untuk mengantisipasi dampak letusan gunung berapi yang dapat memicu hujan abu vulkanik. "Kami memiliki standar operasional prosedur yang jelas dalam menangani kondisi seperti ini. Tim cleaning unit siap diterjunkan kapan saja jika terdeteksi adanya endapan abu di area operasional bandara," jelas Yosep.
Prosedur Pembersihan yang Ketat
Prosedur pembersihan area bandara dari abu vulkanik melibatkan beberapa tahapan yang dilakukan secara cermat. Pertama, tim monitoring terus melakukan pengawasan visual terhadap kondisi landasan pacu dan area lainnya menggunakan alat deteksi khusus. Jika terdeteksi adanya endapan abu, tim cleaning unit segera diterjunkan.
"Kami menggunakan alat berat ringan seperti vacuum cleaner khusus bandara dan kendaraan penyebar air. Abu vulkanik dapat menimbulkan risiko jika menempel pada permukaan landasan pacu karena dapat membuat permukaan menjadi licin dan mengurangi daya cengkerang ban pesawat," jelas Yosep lagi.
Untuk memastikan kebersihan landasan pacu, tim cleaning unit melakukan inspeksi visual berkala bahkan saat tidak ada hujan abu. "Bahkan saat cuaca cerah, kami tetap melakukan pembersihan rutin untuk memastikan tidak ada debu atau benda asing yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan," tambahnya.
Deteksi Dini dan Koordinasi dengan BMKG
Bandara Soetta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mendeteksi potensi letusan gunung berapi yang dapat menghasilkan abu vulkanik. "Kami terus menerima update dari BMKG mengenai aktivitas gunung berapi di sekitar Jabodetabek dan sekitarnya. Jika ada indikasi potensi hujan abu, kami siap mengantisipasinya," ujar Yosep.
Selain BMKG, Bandara Soetta juga koordinasi dengan pihak keamanan dan operasional bandara untuk memastikan semua langkah pengendalian risiko dapat dilaksanakan dengan baik. "Semua pihak terkait harus siap dan bekerja sama dalam menghadapi potensi hujan abu vulkanik," tegasnya.
Dampak Abu Vulkanik terhadap Operasional Penerbangan
Abu vulkanik dapat berdampak serius terhadap operasional penerbangan. Partikel-partikel halus yang terdapat dalam abu vulkanik dapat masuk ke mesin pesawat dan menyebabkan kerusakan parah. Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengikis permukaan pesawat dan mengganggu sistem avionik.
Pada tahun 2010, letusan Gunung Merapi menyebabkan banyak penerbangan di Bandara Soetta dan bandara lainnya di Jawa Tengah dibatalkan atau ditunda akibat hujan abu vulkanik. Kondisi ini memaksa pihak bandara melakukan penutupan sementara area operasional guna melakukan pembersihan menyeluruh.
"Kami belajar dari pengalaman tersebut dan sejak itu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi hujan abu vulkanik. Tim kami dilatih secara berkala dan peralatan kami ditingkatkan untuk memastikan dapat menangani kondisi seperti ini dengan lebih baik," jelas Yosep.
Investasi pada Teknologi dan Peralatan
Untuk mendukung kegiatan pembersihan dari abu vulkanik, Bandara Soetta terus melakukan investasi pada teknologi dan peralatan. Saat ini, bandara telah memiliki vacuum cleaner khusus dengan kapasitas besar yang dapat membersihkan landasan pacak secara efektif.
"Kami juga menggunakan teknologi canggih dalam monitoring kondisi landasan pacu. Alat-alat deteksi kami mampu mengidentifikasi keberadaan abu vulkanik dalam jumlah yang sangat kecil sehingga dapat segera ditangani sebelum mengganggu operasional penerbangan," tambah Yosep.
Komitmen pada Keselamatan Penerbangan
Bersihnya landasan pacu dan area operasional lainnya merupakan bagian dari komitmen Bandara Soetta dalam memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamah penerbangan. "Keselamah para penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami tidak mengabaikan potensi bahaya apa pun termasuk abu vulkanik," pungkas Yosep.
Sebagai bandara dengan lalu lintas penerbangan yang padat, Bandara Soetta terus berupaya meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca dan bencana alam. Dengan langkah-langkah preventif dan responsif yang telah dijalankan, bandara optimis dapat memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Komentar (0)