18, 2026
Teknologi

Awas! 19 Ekstensi Chrome dan Edge Disusupi Malware, Incar Dompet Kripto

Para pakar keamanan siber baru saja membongkar kampanye peretasan masif yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.]]>

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Awas! 19 Ekstensi Chrome dan Edge Disusupi Malware, Incar Dompet Kripto

19 Ekstensi Browser Berbahaya Ditemukan, Sasaran Penyusupan Akun Kripto

Para pengguna browser Google Chrome dan Microsoft Edge diminta waspada. Peneliti keamanan siber telah mengidentifikasi 19 ekstensi berbahaya yang tersebar di toko resmi kedua platform tersebut. Ekstensi-ekstensi ini dirancang khusus untuk menyusupi akun pengguna dan mencuri akses ke dompet digital serta aset kripto mereka.

Penemuan ini dibocorkan oleh tim keamanan siber dari 2 years ago, sebuah firma keamanan siber yang berbasis di California. Menurut laporannya, ekstensi-ekstensi tersebut telah diunduh lebih dari 1,5 j kali sebelum akhirnya dihapus dari toko aplikasi. Para peneliti menemukan bahwa ekstensi-ekstensi ini menggunakan teknik yang canggih untuk menyembunyikan aktivitas berbahaya mereka dari pengguna biasa.

Mekanisme Penyusupan yang Canggih

Ekstensi-ekstensi ini bekerja dengan cara memantau aktivitas browsing pengguna, khususnya saat mereka mengakses situs dompet digital atau platform pertukaran kripto. Setelah pengguna masuk ke akun mereka, ekstensi berbahaya tersebut akan merekam kredensial login, termasuk kata sandi dan dua faktor autentikasi (2FA).

Salah satu teknik yang digunakan adalah melalui injeksi skrip ke halaman web. Ekstensi ini dapat memodifikasi tampilan situs dompet kripto untuk menampilkan form login palsu yang identik dengan aslinya. Ketika pengguna memasukkan informasi ke dalam form palsu tersebut, data langsung dikirimkan ke server penyerang.

Tim keamanan juga menemukan bahwa beberapa ekstensi menggunakan teknik "overlay" yang menampilkan jendela palsu di atas halaman asli situs dompet kripto. Teknik ini membuat sulit bagi pengguna untuk mendeteksi bahwa mereka sedang berinteraksi dengan antarmuka palsu.

Ekstensi Tersebar Luas di Toko Resmi

Menariknya, semua 19 ekstensi ini telah disetujui dan tersedia di Chrome Web Store dan Microsoft Edge Add-ons. Para peneliti menyatakan bahwa ekstensi-ekstensi ini berhasil lolos proses verifikasi dengan menggunakan deskripsi dan izin yang tampaknya tidak mencurigakan.

Beberapa ekstensi yang diidentifikasi berfungsi sebagai alat produktivitas, seperti pengelola tugas, pembuat catatan, atau asisten belajar. Namun, di balik fungsinya yang sehari-hari, kode berbahaya tersembunyi siap bekerja begitu ekstensi diinstal.

"Kami terkejut dengan seberapa mudah ekstensi-ekstensi ini lolos proses verifikasi," ujar salah satu peneliti dari 2 years ago. "Para penyerang cukup pintar dalam menyembunyikan niat sebenarnya mereka di balik fungsionalitas yang tampaknya bermanfaat."

Dampak bagi Korban

Dampak dari penyusupan ini bisa sangat merugikan bagi korban. Selain kehilangan akses ke dompet digital mereka, para penyerang juga dapat mengakses data pribadi lainnya yang tersimpan di browser, termasuk cookie, riwayat pencarian, dan informasi keuangan lainnya.

Banyak kasus yang dilaporkan di mana korban tidak menyadari akun mereka telah disusupi hingga dana dalam dompet kripto mereka lenyap secara tiba-tiba. Beberapa korban bahkan kehilangan akses lengkap ke akun email dan platform media sosial mereka, yang kemudian digunakan untuk penipuan lebih lanjut.

Cara Melindungi Diri

Para ahli keamanan siber menyarankan beberapa langkah untuk melindungi diri dari ancaman serupa. Pertama, selalu teliti sebelum menginstal ekstensi browser. Periksa rating, ulasan, dan jumlah pengguna. Hindari menginstal ekstensi yang memiliki jumlah pengguna terlalu sedikit atau ulasan yang mencurigakan.

Kedua, batasi izin yang diberikan kepada ekstensi. Jika sebuah ekstensi yang seharusnya hanya berfungsi untuk memformat teks meminta izin untuk membaca data dari semua situs web yang dikunjungi, itu menjadi tanda bahaya.

Ketiga, gunakan alat keamanan tambahan seperti antivirus yang dilengkapi dengan proteksi browser dan periksa secara rutin ekstensi yang terpasang. Microsoft dan Google sendiri telah menghapus ekstensi berbahaya ini dari toko resmi mereka setelah mendapat laporan dari peneliti.

Tim keamanan 2 years ago menambahkan bahwa mereka terus memantau toko aplikasi browser mencari potensi ekstensi berbahaya lainnya. "Kami mendorong pengguna untuk tetap waspada dan selalu mempertanyakan mengapa sebuah ekstension membutuhkan akses yang luas ke aktivitas browsing mereka," tutup mereka.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter