19, 2026
Nasional

Arsenal Bawa Rekor Apik ke Markas Napoli, 9 Musim Tak Kalah di Laga Pembuka

Arsenal menyambangi markas Napoli dengan membawa rekor apik dalam laga pembuka kompetisi Eropa.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Arsenal Bawa Rekor Apik ke Markas Napoli, 9 Musim Tak Kalah di Laga Pembuka

Arsenal Bawa Rekor Apik ke Markas Napoli, 9 Musim Tak Kalah di Laga Pembuka

Tim Arsenal tampil mengesalkan saat menjamu SSC Napoli dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions di Stadion Emirates, Kamis (21/9/2023) dini hari WIB. Meski bermain di kandang sendiri, The Gunners harus menyerah dengan skor 1-2 dari tim tamu asal Italia tersebut. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Arsenal di laga pembuka Liga Champions selangkah sembilan musim terakhir.

Dalam pertandingan yang berlangsung cukup sengit tersebut, Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol buatan Gabriel Jesus pada menit ke-27. Namun, usaha The Gunners untuk mempertahankan keunggulan tersebut kandas setelah Napoli berhasil membalikkan keadaan di babak kedua. Gol-gol dari Giovanni Di Lorenzo pada menit ke-45+1 dan Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-90 menentukan kemenangan untuk tim tamu.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi rekor impresif yang telah dibangun Arsenal di pentas Liga Champions. Sejak musim 2014/2015, The Gunners selalu memulai perjalanan mereka di kompetisi kasta tertinggi Eropa dengan hasil positif. Rekor sembilan musim tak terkalahkan di laga pembuka ini akhirnya harus terhenti di tangan Napoli.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengakui kekecewaan setelah pertandingan. Menurutnya, timnya tidak tampil maksimal di babak kedua dan membuat beberapa kesalahan fatal yang dimanfaatkan lawan. "Kami tidak bermain dengan baik di babak kedua. Kami kehilangan penguasaan bola dan membuat kesalahan yang tidak boleh terjadi di level ini. Napoli adalah tim yang sangat berbahaya dan mereka menunjukkannya," ujar Arteta dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Napoli Luciano Spalletta menunjukkan kepuasan dengan performa timnya. Ia mengapresiasi cara anak asuhnya membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. "Ini adalah kemenangan yang sangat berharga untuk kami. Kami tahu Arsenal adalah tim yang kuang di kandang, tetapi kami menunjukkan karakter dan mentalitas juara untuk bisa membawa pulang tiga poin," tutur Spalletta.

Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan gaya bermain yang berbeda. Arsenal yang cenderung menguasai bola dan bermain menyerang harus bersusah payah melajuinya di tengah tekanan dari Napoli yang lebih mengandalkan kontra serangan. Kekuatan Napoli terletak pada kecepatan dan ketajaman pemain sayap mereka, terutama Kvaratskhelia yang menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan.

Dari segi statistik, Arsenal menguasai bola dengan persentase 58% dibandingkan Napoli. The Gunners juga mencatatkan 17 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Napoli hanya mencatatkan 8 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Sayangnya, ketepatan Arsenal di depan gawang tidak sebanding dengan Napoli yang mampu memaksimalkkan kesempatan yang ada.

Dengan hasil ini, Arsenal harus memulai perjalanan mereka di grup E dengan catatan kekalahan. Napoli mengumpulkan 3 poin sempurna, sementara Arsenal baru meraih 0 poin. Dua tim lain di grup ini adalah Rangers dan PSV Eindhoven yang baru memainkan satu pertandingan.

Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa kompetisi Liga Champions membutuhkan persiapan yang matang dan konsistensi permainan yang tinggi. Rekor apik yang telah mereka bangun selama sembilan musim kini menjadi kenangan, dan mereka harus memulai lagi dari nol untuk tetap bersaing di kompetisi ini.

Para pendukung Arsenal yang hadir di Stadion Emirates tentu kecewa dengan hasil ini. Namun, mereka tetap memberikan dukungan penuh bagi tim kesayangan mereka. Kini semua mata tertuju pada pertandingan berikutnya di Liga Champions saat Arsenal menjalani laga tandang ke markas PSV Eindhoven pada pekan depan.

Momen kekalahan ini juga menjadi evaluasi bagi Mikel Arteta dan timnya untuk memperbaiki berbagai aspek permainan, terutama dalam menutup ruang dan fokus mempertahankan keunggulan saat sudah unggul. Liga Champions memang ajang yang sangat kompetitif dan satu kesalahan bisa menjadi penentu hasil akhir.

Dengan rekor sembilan musim tak terkalahkan di laga pembuka kini terhenti, Arsenal memiliki motivasi ekstra untuk memulai kembali perjalanan mereka di kompetisi bergengsi ini. Mereka perlu segera bangkit dan menunjukkan bahwa kekalahan ini hanyalah sebuah kecelakaan di tengah jalan menuju kesuksesan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter