Anggota DPR: Prioritaskan Revitalisasi Pasar untuk Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Revitalisasi pasar tradisional menjadi salah satu solusi utama untuk menggerakkan ekonomi rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Anggota DPR RI Komisi VI, Sarifah Suraidah, menyoroti pentingnya peran pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi mikro yang sangat vital bagi masyarakat. Menurutnya, pasar-pasar tradisional yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perekonomian lokal jika dikelola dengan baik.
Dalam sebuah diskusi yang digelar beberapa waktu lalu, Sarifah mengemukakan bahwa pasar tradisional bukan hanya sekadar tempat bertransaksi, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat. "Pasar tradisional adalah jantung perekonomian rakyat. Di situlah UMKM beroperasi, di situlah masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, dan di situlah terjadi interaksi sosial yang memperkuat ikatan kebersamaan," ujar Sarifah.
Kondisi Pasar Tradisional Saat Ini
Menurut data yang dikutip oleh Sarifah, sekitar 60% pasar tradisional di Indonesia mengalami penurunan omzet signifikan dalam lima tahun terakhir. Beberapa faktor yang menjadi penyebab antara lain adalah pesatnya perkembangan pasar modern yang menawarkan fasilitas lebih lengkap, minimnya infrastruktur pendukung, serta kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan pasar tradisional.
"Banyak pasar tradisional yang kondisinya memprihatinkan. Fasilitasnya tidak memadai, sanitasi buruk, dan tidak ada rencana pengembalian jangka panjang. Akibatnya, para pedagagng dan konsumen beralih ke pusat perbelanjaan modern yang lebih nyaman," terang Sarifah.
Strategi Revitalisasi yang Ditawarkan
Untuk mengatasi masalah ini, Sarifah mengusulkan beberapa strategi revitalisasi yang perlu diterapkan pemerintah. Pertama, perlu adanya perencanaan ulang yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemda, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat setempat. "Penting untuk membuat master plan yang komprehensif, bukan hanya sekadar renovasi fisik, tetapi juga penataan ekonomi dan sosial di dalam pasar," jelasnya.
Kedua, peningkatan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, parkir, listrik, dan air bersih harus menjadi prioritas. Selain itu, pemerintah juga perlu memfasilitasi sistem pembayaran digital di pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern. "Kita tidak bisa meminta masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar tradisional jika kita tidak memberikan kemudahan akses dan fasilitas yang memadai," tambah Sarifah.
Peran UMKM dalam Pasar Tradisional
Sarifah juga menyorosi pentingnya peran UMKM dalam menjaga eksistensi pasar tradisional. Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi pasar tradisional yang menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan produk-produk unik. "Kita harus membina UMKM di pasar tradisional dengan memberikan pelatihan ketrampilan, akses modal, dan bantuan pemasaran agar mereka dapat bersaing," ujar politisi Partai Golkar ini.
Ia mencontohkan beberapa pasar tradisional yang berhasil direvitalisasi dan menjadi tuan rumah bagi UMKM berkualitas seperti Pasar Santa di Jakarta dan Pasar Bantul di Yogyakarta. Pasar-pasar tersebut tidak hanya berhasil meningkatkan omzet, tetapi juga menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik wisatawan.
Dukungan Kebijakan dan Anggaran
Dibutuhkan dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai dari pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan revitalisasi pasar tradisional. Sarifah mengatakan bahwa Komisi VI DPR RI akan terus mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang cukup untuk program ini. "Kita juga akan memfasilitasi regulasi yang mendukung, seperti pemberian izin usaha yang lebih mudah bagi pedagang dan insentif bagi pengelola pasar yang berprestasi," paparnya.
Revitalisasi pasar tradisional bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan komitmen dari seluruh pihak. Sarifah mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga pasar tradisional sebagai warisan budaya dan pusat perekonomian rakyat. "Jika kita bisa merestorasi pasar tradisional dengan baik, maka kita tidak hanya menghidupkan kembali ekonomi rakyat, tetapi juga melestarikan identitas budaya Indonesia," tutup Sarifah.
Komentar (0)