Amarah Ruben Neves Dihina Fans Al Taawoun Pakai Chant Jota
Kejadian tidak terduga terjadi saat Ruben Neves bersama timnya Al-Hilal menghadapi Al Taawoun dalam lanjutan Liga Saudi Professional League. Gelandang asal Portugal itu diketahori menunjukkan reaksi marah besar setelah mendengar chant yang dilontarkan oleh suporter tim lawan. Chant yang diucapkan oleh pendukung Al Taawoun tersebut diyakini merujuk pada mantan rekan setim Neves di Wolverhampton Wanderers, Diogo Jota.
Insiden ini terjadi pada pertandingan yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Rabu (15/11/2023) waktu setempat. Al Taawoun yang menjadi tuan rumah berhasil memaksakan imbang 1-1 melawan Al-Hilal yang berisikan Ruben Neves. Meski hasil akhirnya seri, perhatian lebih banyak tertuju pada reaksi Neves yang mendapat chant khusus dari suporter lawan.
Chant yang Menyentuh Hati Neves
Menurut beberapa laporan dari saksi mata yang hadir di stadion, suporter Al Taawoun terus mengulang-ulang chant yang merujuk pada Diogo Jota. Chant tersebut diyakini berkaitan dengan performa impresif Jota saat membela timnas Portugal di ajang Piala Dunia 2022. Jota yang merupakan rekan Neves di Wolves sebelum pindah ke Liverpool tersebut berhasil mencetak gol penting saat Portugal mengalahkan Swiss di babak 16 besar.
Neves yang dikenal sebagai pemain dengan mentalitas tinggi tampak sangat terganggu dengan chant tersebut. Beberapa rekannya di Al-Hilal bahkan terlihat mencoba menenangkan mantan kapten Wolves tersebut setelah mendengar chant yang dianggap tidak pantas itu. Reaksi Neves menjadi sorotan karena biasanya pemain 26 tahun ini dikenal tenang dan fokus selama pertandingan.
Latar Belakang Hubungan dengan Jota
Hubungan antara Ruben Neves dan Diogo Jota memang cukup eras saat masih bersama Wolverhampton Wanderers. Keduanya menjadi pilar utama Wolves yang berhasil promosi ke Premier League dan menembus kompetisi Eropa. Neves dan Jota sering tampil sebagai pemain kunci di lini tengah dan serang Wolves.
Setelah Jota pindah ke Liverpool pada 2020, hubungan mereka terus terjaga. Neves beberapa kali menyatakan kekagumannya pada performa Jota di Anfield. Sebaliknya, Jota juga pernah mengungkapkan rasa hormatnya pada Neves sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dia mainkan bersama.
Kedekatan ini diyakini menjadi alasan mengapa chant tentang Jota bisa begitu menyentuh hati Neves. Pendukung Al Taawoun sepertinya memanfaatkan hubungan dekat ini untuk mencari celah psikologis terhadap gelandang asal Portugal tersebut.
Reaksi dari Pihak Terkait
Setelah pertandingan, Neves mengaku tidak terlalu mempermasalahkan chant tersebut. "Saya tidak akan berbohong, itu tidak nyaman untuk didengar, terutama karena itu tentang teman baik saya," ucap Neves dalam jumpa pers usai pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Al-Hilal, Ramón Díaz, mengaku tidak mengetahui detail tentang chant yang diucapkan pendukung Al Taawoun. "Saya tidak mendengar apa-apa dari sisi kami. Saya fokus pada permainan tim dan upaya kami untuk meraih poin," ujar Diaz singkat.
Seorang juru bicara dari Al Taawoun menolak komentar mengenai insiden tersebut. "Kami tidak akan memberikan komentar tentang apa yang terjadi di tribun. Kami fokus pada dukungan tim kami," ucapnya.
Tanggapan Publik
Insiden ini menjadi pembahasan hangat di media sosial dan forum olahraga. Banyak pihak menilai bahwa chant tersebut berlebihan dan tidak perlu. "Ini hanya sepak bola, tidak perlu membawa masalah pribadi ke dalam pertandingan," komentar seorang pengguna Twitter.
Di sisi lain, ada juga yang memahami mengapa pendukung Al Taawoun melakukan itu. "Ini adalah bagian dari permainan psikologis dalam sepak bola. Banyak tim yang mencoba mencari celah di lawan," tulis pengguna lain.
Sejarah sepak bola memang penuh dengan contoh serupa di mana pemain menjadi sasaran chant yang menyakitkan. Namun, kasus Neves menarik perhatian karena melibatkan hubungan pribadi antar pemain yang sebelumnya harmonis.
Dampak pada Performa Neves
Meski terganggu, performa Neves dalam pertandingan tetap stabil. Ia bahkan berhasil mencetak gol penyeimbang untuk Al-Hilal pada menit ke-32 melalui sundulan keras setelah menerima umpan silang dari Salem Al-Dawsari.
"Saya selalu mencoba untuk fokus pada permainan. Itu satu-satunya yang bisa saya lakukan. Saya tahu fans mereka mencoba mencari celah psikologis, tetapi saya sudah terbiasa dengan tekanan," tambah Neves.
Performa konsisten Neves sepanjang musim ini menjadi salah satu alasan utama Al-Hilal memimpin klasemen sementara Liga Saudi. I telah menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah tim asal Riyadh tersebut.
Kesimpulan
Insiden chant yang ditujukan pada Ruben Neves kembali menunjukkan bagaimanya tekanan psikologis menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia sepak bola profesional. Meski tidak diinginkan, hal seperti ini sering terjadi dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain untuk tetap fokus.
Neves yang telah menunjukkan mentalitas tangguh dengan tetap memberikan performa gemilang di tengah tekanan, menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang benar-benar matang. Dukungan dari rekan setim dan pelatih menjadi kunci penting bagi Neves untuk tetap tenang dan fokus pada tujuan tim.
Pertandingan antara Al-Hilal dan Al Taawoun mungkin berakhir imbang, namun insiden ini akan menjadi pembicaraan tersendiri dalam narasi musim ini. Bagi Neves, ini menjadi pengalaman belajar tambahan untuk menghadapi berbagai situasi dalam kariernya di sepak bola profesional.
Komentar (0)