17, 2026
Nasional

9 Jam di Laut, Cerita ABK Kapal Virgo Selamat Berkat Tabung LPG 3 Kg

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

9 Jam di Laut, ABK Kapal Virgo Selamat Berkat Tabung LPG 3 Kg

Seorang awak kapal (ABK) yang terpisah dari kapal Virgo berhasil bertahan hidup di tengah laut selama sembilan jam dengan menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram sebagai alat apung. Kejadian ini terjadi pada Rabu (15/3) lalu di perairan Selat Sunda. ABK yang belum diketahui identitas lengkapnya ini ditemukan oleh nakhoda kapal lain dalam kondisi lemas namun masih sadar.

Kapal Virgo yang berasal dari Pelabuhan Banten ini sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ketika insiden terjadi. Menurut keterangan pihak berwenang, ABK tersebut sedang membersihkan bagian buritan kapal ketika tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke laut. Kondisi gelombang saat itu cukup tinggi sehingga ABK kesulitan untuk kembali ke kapal.

Kisah Bertahan Hidup di Tengah Laut

Dalam kondisi darurat, ABK tersebut menunjukkan kecerdasan dan ketekunan untuk bertahan hidup. Ia menyadari bahwa mengapung di air laut terbuka tanpa alat apung sangat berbahaya. Dengan keadaan yang genting, ABK tersebut melihat tabung gas LPG 3 kg yang terletak di dekatnya.

Tabung gas yang biasanya digunakan untuk memasak di dapur kapal itu menjadi solusi tak terduga. ABK tersebut segera memegang tabung gas yang ternyata memiliki kemampuan mengapung karena berisi gas di dalamnya. Dengan memegang tabung erat-erat, ia berhasil mengapung di permukaan air selama berjam-jam.

Selain menjadi alat apung, tabung gas tersebut juga memberikan sedikit kehangatan bagi ABK yang mulai mengalami hipotermia karena terkena air laut dan angin yang kencang. ABK tersebut juga berusaha untuk tidak menelan air laut dan menghemat energi sekuat tenaga.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Setelah ABK tersebut jatuh ke laut, kru kapal Virgo segera menyadari kehilangan salah seorang anggota mereka. Kapal segera berbalik arah untuk melakukan pencarian. Namun, karena kondisi gelombang yang tinggi dan cuaca buruk, pencarian menjadi terhambat.

Sementara itu, ABK yang terpisah tersebut terus berusaha untuk menyelamatkan diri. Ia melihat kapal lain yang sedang melintas di sekitar area tersebut. ABK tersebut pun mencoba untuk menarik perhatian dengan menggerakkan tangan dan memanggil bantuan, tetapi jaraknya terlalu jauh sehingga tidak terdengar.

Pencarian yang dilakukan oleh kru kapal Virgo berlangsung hingga sembilan jam tanpa hasil. Mereka pun melaporkan kejadian ini kepada pusat koordinasi search and rescue (SAR) Basarnas. Tim SAR segera melakukan koordinasi dengan kapal-kapal lain yang sedang melintas di area tersebut untuk membantu pencarian.

Penemukan dan Evakuasi ABK

Keberuntungan datang bagi ABK tersebut ketika kapal KM Bahari Jaya yang sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, melihat seseorang yang mengapung di tengah laut.

Tim di kapal Bahari Jaya segera melakukan evakuasi terhadap ABK tersebut. Setama di atas kapal, ABK yang terlihat lemas dan kelelahan segera diberikan pertolongan pertama serta minuman hangat untuk membantu memulihkan kondisinya.

ABK tersebut kemudian dibawa ke Pelabuhan Panjang untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim medis. Setelah dinyatakan dalam kondisi stabil, ABK tersebut dibawa ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut.

Respons Pihak Berwenang

Kepala Basarnas Jakarta, Eko Hadi Purwanto, mengapresiasi kecepatan dan keberanian nakhoda serta awak kapal KM Bahari Jaya dalam menemukan dan menyelamatkan ABK tersebut. "Kejadian ini menunjukkan pentingnya solidaritas di antara para pelaut dan pentingnya memiliki kesadaran keselamatan di atas kapal," ujar Eko.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya peralatan keselamatan yang memadai di setiap kapal. Basarnas mengimbau kepada seluruh pemilik dan nakhoda kapal untuk memastikan bahwa semua ABK dilengkapi dengan alat keselamatan individu seperti jaket pelampung dan dilatih keterampilan bertahan hidup di laut.

Sementara itu, pihak perusahaan pemilik kapal Virgo mengaku akan mengevaluasi kembali prosedur keselamatan di kapal mereka. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," kata juru bicara perusahaan.

Kisah Inspiratif dari Tabung Gas

Kejadian ini menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan dan kecerdasan dalam menghadapi situasi genting. Tabung gas LPG 3 kg yang biasa dianggap benda biasa ternyata menjadi penentu hidup dan mati bagi ABK tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, psikolog maritim Dr. Maya Sari menegaskan bahwa kondisi mental yang stabil sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. "Ketahanan mental dan kemampuan tettenang dalam mengambil keputusan dapat memengaruhi peluang bertahan hidup seseorang," ujar Maya.

Insiden ini juga mengingatkan akan risiko yang selalu dihadapi para pelaut dalam menjalankan tugasnya. Meskipun dilengkapi dengan peralatan canggih, faktor kecelakaan dan situasi darurat tetap bisa terjadi kapan saja.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter