19, 2026
Nasional

5 Gunung Api Indonesia yang Berstatus Siaga

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

5 Gunung Api Indonesia yang Berstatus Siaga

Indonesia sebagai negara dengan jalur api yang sangat aktif memiliki puluhan gunung berapi yang berpotensi meletus. Dari total 127 gunung berapi aktif di Indonesia, beberapa di antaranya saat ini berstatus siaga atau waspada. Status ini dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG) berdasarkan parameter aktivitas gunung, termasuk gempa vulkanis, deformasi permukaan, emisi gas, dan perubahan aktivitas fumarola. Berikut adalah lima gunung api di Indonesia yang saat ini berstatus siaga dan memerlukan perhatian khusus.

Gunung Merapi, Jawa Tengah

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tetap menjadi gunung berapi paling aktif dan berbahaya di Indonesia. PVMBG menetapkan status Merapi pada Level Siaga (Level II) sejak Juni 2022. Aktivitas vulkanis Merapi ditandai dengan gempa vulkanis dangkal yang terus terjadi, deformasi permukaan, dan lahar dingin. Pada November 2022, lontaran material vulkanis mencapai jarak 1,5 kilometer dari puncak. Potensi bahaya utama dari Merapi adalah awan panas dan aliran lahar dingin yang dapat bergerak cepat ke arah sungai-sungai yang mengalir di lerengnya. Pemerintah telah mengimbau masyarakat yang tinggal di zona merah untuk tetap waspada dan mematuhi arahan pihak berwenang.

Gunung Anak Krakatau, Lampung

Gunung Anak Krakatau yang lahir dari letusan dahsyat Krakatau tahun 1883 kembali memanas. Status gunung ini naik menjadi Level Siaga (Level II) pada Februari 2023 setelah sebelumnya berada pada Level Waspada. Aktivitas vulkanis Krakatau ditandai dengan gempa vulkanis frekuensi rendah hingga sedang, serta adanya gempa getaran vulkanis. Puncak gunung juga menunjukkan tanda-tanda deformasi. Potensi bahaya utama dari Anak Krakatau adalah tsunami akibat kolaps gunung dan guguran material ke laut. Warga di sekitar Selat Sunda dianjurkan untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami dan mengikuti arahan dari BPBD setempat.

Gunung Semeru, Jawa Timur

Gunung Semeru di Jawa Timur juga berada dalam status siaga sejak erupsi besar terjadi pada Desember 2021. Meskipun aktivitasnya telah menurun, PVMBG tetap mempertahankan status Level Siaga (Level II) karena masih terjadi guguran material vulkanis dan awan panas. Erupsi terbesar Semeru pada Desember 2021 menyebabkan aliran lahar dingin yang menewaskan beberapa warga dan mengakibatkan evakuasi massal. Potensi bahaya utama dari Semeru adalah aliran lahar dingin dan awan panas yang dapat menjangkau jarak jauh. Warga di lereng Selatan dan Timur Semeru diminta tetap waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu.

Gunung Ijen, Jawa Timur

Gunung Ijen yang terkenal dengan kawah berwarna biru dan kegiatan penambang belerang juga menunjukkan aktivitas meningkat. Status Ijen dinaikkan menjadi Level Siaga (Level II) pada Januari 2023. Aktivitas yang diamati meliputi gempa vulkanis frekuensi rendah, deformasi permukaan, dan peningkatan emisi gas sulfur di kawah. Potensi bahaya utama dari Ijen adalah gas beracun sulfur dioksida (SO2) yang dapat mengancam kesehatan wisatawan dan penduduk sekitar, serta potensi aliran lahar jika hujan deras mengenai kawah. Pihak berwenang telah membatasi akses wisatawan ke area kawah sebagai langkah preventif.

Gunung Sinabung, Sumatera Utara

Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang telah aktif sejak 2010 tetap berada dalam status siaga. PVMBG menetapkan status Level Siaga (Level II) untuk gunung ini. Aktivitas Sinabung ditandai dengan guguran material vulkanis secara berkala dan lontaran material setinggi 500-1.000 meter dari puncak. Potensi bahaya utama dari Sinabung adalah aliran lava dan awan panas yang dapat menjangkau jarak hingga 5 kilometer dari puncak. Warga di zona merah dan kuning diimbau untuk tetap waspada dan siap mengungsi jika diperlukan. Aktivitas erupsi Sinabung juga berpotensi mengganggu penerbangan di sekitar area gunung akibat abu vulkanis.

Dengan status siaga yang diberlakukan untuk kelima gunung ini, PVMBG dan pemerintah daerah terkait terus melakukan pemantauan intensif. Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi arahan dari pihak berwenang. Informasi terkait aktivitas gunung berapi dapat diakses melalui aplikasi atau situs resmi PVMBG. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana akibat erupsi gunung berapi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter