18, 2026
Nasional

30 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Dibatalkan karena Asap Karhutla

Sebanyak 30 penerbangan di Bandara Supadio Pontianak dibatalkan akibat asap karhutla, dengan jarak pandang hanya 300-500 meter.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

30 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Dibatalkan karena Asap Karhutla

30 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Dibatalkan karena Asap Karhutla

Bandara Internasional Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami gangguan signifikan akibat kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut. Sebanyak 30 penerbangan dibatalkan dalam sepekan terakhir akibat kondisi cuaca yang buruk yang disebabkan oleh partikel-partikel halus dari asap karhutla.

Kepala Bandara Supadio Pontianak, Herryanto, mengatakan bahwa kondisi visibilitas di bandara seringkali turun drastis hingga di bawah batas minimal yang diizinkan untuk operasional penerbangan. "Standar minimal visibilitas untuk lepas landang dan mendarat adalah 1.500 meter. Namun, akibat asap karhutla, visibilitas seringkali turun hingga 200-500 meter saja," jelasnya pada hari ini.

Dampaknya, sebanyak 15 penerbangan domestik dan 15 penerbangan internasional terpaksa dibatalkan selama periode 7 hari terakhir. Penerbangan yang terkena dampak antara lain rute Pontianak-Jakarta, Pontianak-Surabaya, Pontianak-Kuching, dan Pontianak-Singapore. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, dan Sriwijaya Air menjadi beberapa operator yang terdampak langsung.

Situasi Darurat di Kalimantan Barat

Kalimantan Barat saat ini mengalami krisis kualitas udara yang parah. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah titik di Pontianak tercatat berada di kategori tidak sehat bahkan berbahaya. Pada beberapa titik, ISPI mencapai angka 3.000, jauh di atas batam aman yang ditetapkan pemerintah sebesar 150.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengakui bahwa situasi saat ini menjadi yang terparah dalam lima tahun terakhir. "Kita berada dalam situasi darurat. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mempengaruhi penerbangan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Anak-anak dan lansia paling rentan terkena dampaknya," ujarnya.

Pemerintah provinsi telah mengambil langkah-langkah darurat, termasuk membagikan masker secara gratis dan menyiapkan fasilitas kesehatan untuk menangani dampak kesehatan akibat asap. Selain itu, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran di titik-titik rawan.

Dampak Penerbangan dan Upaya Mitigasi

Dampak pembatalan penerbangan tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga oleh berbagai pihak terkait. Maskapai harus menghadapi biaya re-rute dan kompensasi bagi penumpang. Sementara itu, bandara mengalami kerugian pendapatan dari tiket dan layanan pendukung.

Untuk mengatasi situasi, bandara telah mengimplementasikan sistem operasi darurat. "Kita melakukan monitoring setiap 30 menit untuk mengukur visibilitas. Jika memungkinkan, kami akan mengoperasikan penerbangan pada pagi hari ketika kondisi biasanya lebih baik," jelas Heryanto.

Penumpang yang terkena dampak pembatalan penerbangan diminta untuk memeriksa status penerbangan melalui aplikasi atau situs web maskapai masing-masing. Beberapa maskapai telah menawarkan opsi pengembalian dana atau penerbangan ulang tanpa biaya tambahan.

Respons Pemerintah Pusat

Pemerintah pusat telah merespons situasi di Kalimantan Barat dengan cepat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kementeriannya telah membentuk tim khusus untuk memantau situasi di bandara-bandara yang terdampak asap.

"Kami sedang mempersiapkan langkah-langkah mitigasi jangka pendek dan panjang. Untuk jangka pendek, kita akan memastikan komunikasi antara bandara dan maskapai berjalan lancar. Untuk jangka panjang, kita perlu memperkuat sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan," jelas Budi Karya.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengumumkan akan mengirimkan tim penyelamat asap ke Kalimantan Barat. Tim ini akan membantu mengurangi dampak asap dengan berbagai teknologi, termasuk penyemprotan air dari udara.

Masa Depan dan Harapan

Para ahli memperingatkan bahwa bila langkah-langkah preventif tidak ditingkatkan, kebakaran hutan dan lahan akan terus terjadi setiap tahun, terutama pada musim kemarau. "Kita perlu sistem peringatan dini yang lebih baik, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan," kata Dr. Ahmad Rizal, sepakat lingkungan dari Universitas Tanjungpura.

Sementara itu, masyarakat Pontianak terus berharap agar situasi segera membaik. "Kita mengharapkan pemerintah dapat mengatasi masalah ini secara fundamental, bukan hanya mengatasi dampaknya. Kualitas udara yang sehat adalah hak kita semua," ujar warga setempat, Iwan, saat diwawancarai.

Dengan musim kemarau diperkirakan akan berlanjut hingga Oktober mendatang, tantangan menghadapi asap karhutla di Kalimantan Barat masih akan berlanjut. Pihak berwenang diharapkan dapat bekerja sama secara maksimal untuk meminimalisir dampak buruk bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi, termasuk sektor transportasi udara yang vital bagi kawasan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter