17, 2026
Nasional

3 Bandara Jakarta Aman dan Belum Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Tiga bandara, termasuk Soekarno-Hatta, aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasional penerbangan normal.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

3 Bandara Jakarta Aman dan Belum Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bandara di Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Penerbangan Berjalan Normal

Sejumlah bandara di Jakarta terus beroperasi normal tanpa dampak dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa tiga bandara utama di ibu kota, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Pondok Cabe, belum mengalami gangguan akibat abu vulkanik dari gunung berapi tersebut.

Status Bandara Soekarno-Hatta Tetap Normal

Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pintu masuk utama internasional di Indonesia terus melayani penerbangan dengan lancar. Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan adanya dampab abu vulkanik yang berpengaruh terhadap operasional bandara. "Kondisi udara di sekitar bandara masih dalam kondisi normal. Visibilitas baik dan tidak ada indikasi adanya partikel abu vulkanik yang signifikan," kata Kepala Divisi Humair PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Soekarno-Hatta, Ahmad Yani Ramli.

Tim pengamat cuaca dan operasional bandara terus melakukan monitoring terhadap kondisi atmosfer secara berkala. Pihak bandara juga telah mempersiapkan protokol pengamanan sesuai standar operasional prosedur jika sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi yang mempengaruhi operasional penerbangan.

Bandara Halim dan Pondok Cabe Juga Tidak Terdampak

Sama seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma yang melayani penerbangan domestik dan penerbangan eksekutif juga melaporkan kondisi normal. Pihak bandara menyatakan bahwa aktivitas penerbangan berjalan sesuai jadwal tanpa ada penundaan atau pembatalan.

Bandara Udara Pondok Cabe (Halim Perdanakusuma) yang juga melayani penerbangan domestik dan penerbangan khusus seperti penerbangan pemerintah dan korporasi juga melaporkan kondisi serupa. "Kami terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau secara intensif. Namun hingga saat ini, tidak ada dampak yang signifikan terhadap operasional bandara," ujar Kepala Bandara Udara Pondok Cabe, Budi Santoso.

Peningkatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

BMKG telah meningkatkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Rabu (15/11) lalu. Peningkatan status ini dilakukan setelah tercatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk frekuensi gempa vulkanik yang meningkat dan adanya laporan erupsi vulkanik dengan kolom abu mencapai ketinggian 800 meter di atas puncak gunung.

"Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau telah kami pantau sejak beberapa pekan terakhir. Meski demikian, hingga saat ini arah angin dan jarak lokasi gunung berapi dari Jakarta belum menyebabkan dampak signifikan terhadap wilayah ibu kota," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Anak Krakatau, Hendra Gunawan.

Langkah Pencegahan dan Persiapan

Meski bandara di Jakarta belum terdampak, pihak berwenang tetap melakukan berbagai langkah pencegahan dan persiapan antisipasi. BMKG bersama PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau 24 jam sehari. Pihak bandara juga telah memastikan sistem pengendalian lalu lintas udara (ATC) berjalan optimal dan siap mengantisipasi segala kemungkinan.

Maskapai penerbangan yang beroperasi di Jakarta juga telah diberitahukan tentang kondisi gunung berapi tersebut. "Kami telah memberikan arahan kepada seluruh maskapai untuk terus memantau perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik. Maskapai juga diminta untuk menyampaikan informasi kepada penumpang jika terjadi perubahan jadwal penerbangan," ujar juru bicara Kementerian Perhubungan, Adhi Tya Nugraha.

Kondisi Cuaca di Jakarta

BMKG mencatat bahwa kondisi cuaca di Jakarta saat ini relatif baik dengan suhu udara berkisar antara 24-31 derajat Celsius. Arah angin yang dominan berasal dari barat daya dengan kecepatan antara 5-15 knot. "Kondisi ini mengakibatkan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau belum terbawa menuju wilayah Jakarta," kata Kepala BMKG Wilayah Jakarta, Eko Prasetyo.

Pihak BMKG juga meminta masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar bandara, untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik. Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Rekomendasi kepada Penumpang

Bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui bandara di Jakarta, pihak berwenang menyarankan untuk terus memantau informasi terbaru melalui website resmi masing-masing bandara atau maskapai. "Kami menyarankan penumpang untuk datang lebih awal ke bandara dan mempersiapkan dokumen perjalanan dengan lengkap untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perubahan jadwal," ujar juru bicara Asosiasi Maskapai Indonesia (IAS), Benny Butarbutar.

Dengan kondisi yang saat ini, pihak berwenang optimistis bahwa operasional penerbangan di Jakarta akan tetap berjalan normal. Namun, semua pihak diminta untuk tetap waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi yang mempengaruhi operasional penerbangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter