2 Terduga Pelaku Penembakan ASN Jayawijaya Sudah Lama Diburu Polisi
Dua terduga pelaku penembakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua, ternyata sudah lama menjadi buruan aparat kepolisian. Keduanya diketahui memiliki riwayat kejahatan serupa dan telah menjadi incaran satuan reserse kriminal sebelum kejadian penembakan tragis yang menewaskan korban.
Penembakan terhadap ASN bernama Yulianus Pigome terjadi pada Rabu (15/3) pagi di sekitar kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Jayawijaya. Korban yang berusia 40 tahun tewas ditembak oleh dua orang tak dikenal saat dalam perjalanan menuju tempat kerja. Kejadian ini menuai kritik dan kecaman dari berbagai pihak.
Menurut Kepala Polres Jayawijaya AKBP Yohanes Nugroho, kedua pelaku yang berhasil diidentifikasi polisi adalah Geredewage dan Yeremia. Keduanya merupakan warga asli Papua yang memiliki riwayat kejahatan kekerasan di wilayah tersebut.
Riwayat Kriminalitas Pelaku
Polisi menyatakan bahwa Geredewage dan Yeremia telah menjadi buruan mereka sejak melakukan aksi kekerasan sebelumnya. "Kedua pelaku ini sudah lama menjadi incaran kami karena kasus serupa di beberapa lokasi di Jayawijaya," ujar AKBP Yohanes melalui keterangannya resmi.
Sebelum menembak Yulianus Pigome, Geredewage dan Yeremia diduga terlibat dalam beberapa kasus kekerasan lainnya, termasuk pencurian kendaraan bermotor dan penganiayaan. Polisi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan (SP2HP) untuk keduanya namun keduanya berhasil melarikan diri setiap saat aparat mendekat.
Menurut sumber di Polres Jayawijaya, kedua pelaku memiliki jaringan kriminal yang cukup luas di beberapa kecamatan. Mereka sering kali berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan. "Kami sudah melakukan beberapa operasi penangkapan namun selalu berhasil kabur karena memiliki informasi intelijen yang baik," tambahkan sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Motif Penembakan
Saat ini, polisi masih menyelidiki motif di balik penembasan terhadap ASN tersebut. Beberapa sumber menyebutkan bahwa motif penembakan mungkin berhubungan dengan konflik pribadi atau masalah lahan. Namun, polisi belum bisa memastikan hal tersebut hingga pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
"Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi mata. Motif kejahatan ini menjadi prioritas utama dalam penyelidikan kami," jelas Yohanes.
Respons Pemerintah Daerah
Insiden penembakan ASN ini membuat pemerintah daerah Jayawijaya prihatin. Bupati Jayawijara, John Wempi Wetipo, mengutamakan keamanan dan keselam ASN di wilayahnya. "Kami akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku kejahatan. ASN harus merasa aman dalam melaksanakan tugasnya," ujar Bupati.
Pemerintah daerah juga berencana meningkatkan keamanan di sekitar kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas umum. "Kami akan menambah personel keamanan di titik-titik rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang," tambahnya.
Pencarian Pelaku
Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap Geredewage dan Yeremia. Tim gabungan dari Polres Jayawijaya dan Polda Papua telah diterjunkan untuk mengevakuasi kedua pelaku. "Kami berharap bisa menangkap pelaku dalam waktu dekat. Untuk itu, kami meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mereka," kata Yohanes.
Polisi menjanjikan akan memberikan hadiah bagi siapa pun yang memberikan informasi yang akurat mengenai keberadaan kedua pelaku. Informasi dapat disampaikan ke polisi terdekat melalui nomor darurat yang telah disediakan.
Kondisi Korban
Korban Yulianus Pigome telah dimakamkan pada Kamis (16/3) sesuai dengan adat istiadat setempat. Keluarga korban masih berduka namun meminta agar keadilan segera terwujud. "Kami meminta polisi untuk segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang sepadan," uangi salah satu kerabat korban.
Penembakan ASN ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Jayawijaya masih rawan. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut demi terwujudnya perdamaian dan stabilitas.
Komentar (0)