2 Buronan KKB Diduga Terlibat Penembakan 3 ASN Dinas Pertanian
Dua buronan kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah teridentifikasi sebagai pelaku penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian di wilayah Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Identifikasi pelaku dilakukan melalui video call yang berhasil diakses oleh aparat keamanan setelah insiden tragis tersebut.
Insiden Terjadi saat ASN Sedang Melaksanakan Tugas
Menurut informasi yang diperoleh, penembakan terjadi pada Rabu (17/6/2025) ketiga korban sedang melaksanakan tugas lapangan di sekitar wilayah perbatasan. Ketiga ASN yang tewas ditembak secara brutal tersebut bernama Yohanis Kogoya, Yulianus Wenda, dan Simon Wenda. Mereka merupakan pegawai Dinas Pertanian setempat yang sedang melakukan monitoring program pertanian di wilayah tersebut.
Kepala Polres Pegunungan Bintang AKBP Budi Santoso mengungkapkan bahwa korban-korban ditemukan dalam kondisi luka tembak di bagian tubuh. "Tim kami mendapat laporan dari masyarakat setempat bahwa ada tiga orang ditemukan tewas dengan luka tembak. Setelah dilakukan penyelidikan awal, kami menduga ini adalah aksi KKB yang aktif di wilayah tersebut," ujar Budi Santoso.
Identifikasi Pelaku Melalui Video Call
Penyidik berhasil mengidentifikasi dua buronan KKB yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut melalui video call. Informasi ini diperoleh setelah penyidik berhasil mengamati komunikasi para tersangka dengan rekan mereka. Dalam video call tersebut, kedua pelaku terlihat membawa senjata api jenis SS yang sering digunakan oleh KKB di Papua.
"Berdasarkan hasil analisis tim teknis forensik digital, kami berhasil mengidentifikasi dua orang yang menjadi buronan KKB. Kedua pelaku tersebut adalah kelompok yang sama yang sebelumnya diduga terlibat dalam beberapa aksi kekerasan di wilayah Pegunungan Bintang," jelas Budi Santoso.
KKB Tersebut Masih Buron dan Dilacak
Kedua buronan KKB yang telah diidentifikasi tersebut masih dalam status buron dan sedang dilacak oleh aparat keamanan. Menurut informasi, kedua pelaku merupakan anggota kelompok KKB pimpinan Goliath Tabuni yang aktif di wilayah Pegunungan Bintang. Kelompok ini telah menjadi buronan utama aparat keamanan karena sering melakukan aksi penembakan terhadap aparat dan warga sipil.
Respon Pemerintah dan Tindakan Lanjutan
Insiden penembakan terhadap tiga ASN ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyatakan prihatin atas kejadian tersebut dan meminta aparat keamanan untuk segera menangkap pelaku. "Kami mengecam tindakan penembakan terhadap para ASN ini. Para ASN adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja untuk kemajuan Papua," ujar Lukas Enembe.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Papua, Dr. Yohanes Wanma, mengaku kehilangan tiga pegawai terbaiknya. "Ketiga korban adalah pegawai yang sangat berdedikasi. Mereka rela bekerja keras di tengah kondisi sulit demi meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah terpencil," ujar Dr. Wanma.
Upaya Peningkatan Keamanan di Wilayah Terpencil
Setelah insiden ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan akan meningkatkan keamanan di wilayah-wilayah terpencil di Papua. Khususnya bagi ASN yang melaksanakan tugas di wilayah perbatasan, akan diberikan pengamanan yang lebih maksimal.
"Kami akan mengevaluasi kembali sistem pengamanan bagi ASN yang bertugas di wilayah rawan. Mungkin perlu diterapkan sistem patroli gabungan antara TNI/Polri dan satuan pengamanan daerah," jelas Budi Santoso.
Menanti Kehancuran KKB
Penyidik masih terus mengembangkan kasus ini dan berharap bisa menangkap kedua pelaku serta jaringan KKB yang lebih besar. "Kami tidak akan mengendurkan pengejaran terhadap KKB yang meresahkan masyarakat. Kami akan terus melakukan operasi hingga semua anggota KKB dapat ditangkap," pungkas Budi Santoso.
Komentar (0)