31, 2026
Nasional

Yenny Wahid: Kultur NU Itu Musyawarah, Bukan Chaos

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Yenny Wahid: Kultur NU Itu Musyawarah, Bukan Chaos

Wakil Ketua Dewan Syuro Nahdlatul Ulama (DSNU) Yenny Wahid mengusulkan bahwa kultur Nahdlatul Ulama (NU) adalah musyawarah bukan chaos. Dalam pidato yang disampaikan di acara pengukuhan pemimpin NU di berbagai daerah, Yenny Wahid menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai musyawarah dalam masyarakat NU.

"Kultur NU adalah musyawarah, bukan chaos. Karena musyawarah adalah dasar utama dalam masyarakat NU," ujar Yenny Wahid. Dia menambahkan bahwa musyawarah adalah cara untuk mencapai kesadaran dan kesetiaan dalam masyarakat.

Yenny Wahid memperkenalkan beberapa konsep penting yang dianggap penting untuk dipertahankan dalam masyarakat NU. Salah satunya adalah konsep "Tolong dan Tuntut." Dia mengatakan bahwa ini berarti setiap anggota masyarakat NU harus dapat meminta bantuan dan menawarkan bantuan kepada lainnya. "Tolong dan Tuntut bukan hanya tentang meminta bantuan, tetapi juga tentang memberikan bantuan," ungkap Yenny.

Dalam pidatonya, Yenny Wahid juga menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat NU. Dia mengatakan bahwa setiap anggota masyarakat harus dihargai dan diatur dengan adil. "Keadilan dan kesetaraan adalah dasar utama dalam masyarakat NU. Tanpa keadilan dan kesetaraan, musyawarah akan menjadi chaos," ujar dia.

Yenny Wahid mendiskusikan tentang peran pemimpin NU dalam mempertahankan nilai-nilai ini. Dia mengatakan bahwa pemimpin harus menjadi contoh bagi masyarakat. "Pemimpin harus menjadi pionir dalam mempertahankan nilai-nilai musyawarah, keadilan, dan kesetaraan. Jika pemimpin gagal, musyawarah akan berubah menjadi chaos," ungkap Yenny.

Dia juga mendiskusikan tentang tantangan yang dihadapi masyarakat NU saat ini. Salah satunya adalah adanya perselisihan internal. "Kami harus menghadapi tantangan perselisihan internal. Tapi, dengan musyawarah dan kesadaran, kami dapat mengatasi masalah ini," ujar Yenny.

Yenny Wahid mendapat sambutan positif dari hadirin di acara pengukuhan pemimpin NU. Beberapa pemimpin daerah mengatakan bahwa pidato Yenny Wahid memberikan referensi bagi mereka dalam mempertahankan nilai-nilai musyawarah di masyarakat NU.

"Pidato Yenny Wahid sangat berharga bagi kami. Dia memberikan referensi yang kuat bagi kita dalam mempertahankan nilai-nilai musyawarah di masyarakat NU," ujar pemimpin daerah di Provinsi Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Yenny Wahid juga mendiskusikan tentang pentingnya pendidikan dalam mempertahankan nilai-nilai musyawarah. Dia mengatakan bahwa pendidikan harus memperkenalkan konsep musyawarah kepada generasi muda. "Pendidikan adalah penting bagi mempertahankan nilai-nilai musyawarah. Kita harus memperkenalkan konsep musyawarah kepada generasi muda supaya mereka dapat memahami dan menghargai nilai-nilai ini," ungkap Yenny.

Yenny Wahid menutup pidatonya dengan mengharapkan bahwa masyarakat NU dapat tetap mempertahankan nilai-nilai musyawarah. Dia mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab bagi setiap anggota masyarakat NU untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai ini. "Kita semua harus bekerja sama untuk mempertahankan nilai-nilai musyawarah di masyarakat NU. Ini adalah tanggung jawab kita semua," ujar Yenny Wahid.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter