18, 2026
Nasional

Wapres Gibran Lihat Orangutan Terdampak Asap Karhutla

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Dampak Asap Karhutla pada Habitat Orangutan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung untuk melihat langsung dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap habitat orangutan di Kalimantan. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi upaya pencegahan dan penanganan bencana kabut asap yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Dalam kunjungannya yang berlangsung Selasa (15/8/2023), Wapres Gibran meninjau lokasi di Kawasan Konservasi Orangutan Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Di lokasi itu, Wapres melihat langsung kondisi orangutan yang terdampak asap pekat yang mengganggu kesehatan dan aktivitas harian mereka.

Kondisi Orangutan Terdampak Asak

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Ady Yufka, menjelaskan bahwa kondisi orangutan di kawasan konservasi terdampak signifikan akibat asap karhutla. "Beberapa individu orangutan menunjukkan gejala gangguan pernafasan seperti batuk dan sesak napas. Kondisi ini berlangsung sekitar dua minggu terakhir sejak intensitas asak meningkat," ujar Ady.

Menurut Ady, tim medis dari BKSDA bekerja sama dengan dokter hewan dari Palang Merah Indonesia (PMI) telah melakukan pemantauan kesehatan terhadap satwa yang terdampak. "Kami memberikan perawatan medis dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka. Selain itu, kami juga memastikan ketersediaan air bersih dan makanan yang cukup untuk mengurangi dampak negatif asak pada kesehatan mereka," tambahnya.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran juga meninjau langsung upaya pemadaman kebakaran yang sedang dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran. Wapres mengapresiasi kerja keras para petugas meski kondisi cuaca yang tidak mendukung dan intensitas asak yang tinggi.

"Kami terus memantau perkembangan situasi karhutla di seluruh Indonesia. Untuk Kalimantan Tengah, kami sudah mengaktifkan posko penanganan bencana di tingkat provinsi. Tim kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan kebakaran lahan," jelas Wapres.

Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani masalah karhutla. "Kami perlu memperkuat koordinasi dan komunikasi untuk memastikan informasi berjalan lancar dan penanganan lebih efektif. Selain itu, kita juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan larangan membakar lahan," ujarnya.

Dampak Luas bagi Ekosistem

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Febri Hendrianto menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya berdampak pada satwa liar seperti orangutan, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem secara keseluruhan.

"Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan hilangnya habitat bagi berbagai spesies. Selain itu, asap yang dihasilkan juga berdampak kesehatan masyarakat sekitar. Kami telah mengimbau kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran lahan," kata Febri.

Data dari KLHK menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2023, terdapat 1.285 titik kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia. Luas area terbakar mencapai 182.602 hektare, dengan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.

Langkah Jangka Panjang

Wapres Gibran menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengatasi masalah karhutla secara jangka panjang. "Kita perlu membangun sistem yang lebih baik dalam pencegahan kebakaran, termasuk memperkuat pengawasan dan teknologi deteksi dini. Selain itu, kita juga harus memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat di sekitar hutan agar tidak terdorong untuk membuka lahan dengan cara terbakar," jelas Gibran.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengumumkan akan membentuk tim khusus yang akan mengkaji secara menyeluruh soal penanganan karhutla. "Tim ini akan terdiri dari para ahli dari berbagai latar belakang untuk merumuskan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mengatasi masalah ini," tambahnya.

Kunjungan Wapres ke lokasi terdampak asak karhutla ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk lebih serius menangani masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Upaya kolektif ini penting dilakukan demi menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter