Virgo 8 Tenggelam 30 Meter, Basarnas Pertimbangkan Tarik Kapal
Kapal penangkap ikan Virgo 8 yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada Kamis (15/7) tercatat berada pada kedalaman sekitar 30 meter di bawah permukaan laut. Badan SAR Nasional (Basarnas) saat ini sedang mengevaluasi opsi untuk menarik kapal tersebut ke permukaan demi keamanan navigasi dan pencegahan potensi pencemaran lingkungan laut.
Kapal berbendera Indonesia tersebut tenggelam pada Rabu (14/7) akibat kerusakan mesin yang dialami saat berlayar di sekitar Pulau Tidung. Menurut keterangan dari Kapten Pelabuhan Tanjung Priok, Heru Purnomo, kapal Virgo 8 mengangkut sekitar 30 ton ikan hasil tangkapan saat kejadian terjadi.
Kronologi Tenggelamnya Virgo 8
Kronologi kejadian dimulai sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu (14/7). Kapal Virgo 8 sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Rakyat Muara Angke setelah selesai melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Kepulauan Seribu. Saat melintasi wilayah sekitar Pulau Tidung, kapal tiba-tiba mengalami kerusakan pada mesin utamanya.
Sebanyak 25 awak kapal yang berada di atas Virgo 8 berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan lain yang berada di dekat lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun seluruh awak kapal mengalami trauma ringan akibat kejadian tersebut.
Status Penyelamatan dan Upaya Pemulihan
Basarnas telah menugaskan tim penyelam dari Satuan Tugas SAR Kelautan untuk melakukan survei lokasi tenggelamnya Virgo 8. Hasil survei menunjukkan bahwa kapal tersebut tenggelam pada posisi koordinat 05°51'18.0"S dan 106°44'12.0"E dengan kedalaman sekitar 30 meter di bawah permukaan laut.
Kepala Bidang SAR Basarnas, Air Mashudi menambahkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan dua skenario penanganan terhadap kapal tenggelam tersebut. Pertama, menarik kapal ke permukaan jika kondisi memungkinkan. Kedua, membiarkan kapal tenggelam dengan tetap melakukan monitoring rutin terhadap potensi pencemaran.
Potensi Dampak Lingkungan dan Tindakan Pencegahan
Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta telah melakukan pengambilan contoh air di sekitar lokasi tenggelamnya Virgo 8 untuk mendeteksi adanya pencemaran minyak. Hasil awal menunjukkan belum ada tanda-tanda pencemaran minyak yang signifikan di area tersebut.
Sementara itu, Asosiasi Nelayan Indonesia (ANI) menyoroti masalah keselamatan navigasi yang masih menjadi permasalahan serius di sektor perikanan. Menurut Ketua Umum ANI, Rizal Damanik, banyak kapal penangkap ikan yang usianya sudah tua namun masih beroperasi di laut.
Basarnas menyatakan akan terus memantau perkembangan kejangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap kapal Virgo 8 yang tenggelam tersebut.
Komentar (0)