03, 2026
Teknologi

Video: Beruang Madu - Lutung Merah Muncul di IKN, Ekosistem Pulih?

Kembalinya beruang madu, lutung merah, hingga orangutan, menjadi tanda mulai pulihnya sejumlah ekosistem di Indonesia.]]>

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Beruang Madu - Lutung Merah Muncul di IKN, Ekosistem Pulih?

Video: Penampakan Beruang Madu dan Lutung Merah di IKN Jadi Sorotan

Sebuah video yang menampilkan penampakan beruang madu (Helarctos malayanus) dan lutung merah (Presbytis hosei) di kawasan Ibukota Nusantara (IKN) tengah menjadi perbincangan hangat. Video yang merekam kedua satwa langka ini berjalan di alam terbuka menjadi bukti nyata bahwa ekosistem di kawasan IKN mungkin sedang mengalami proses pemulihan.

Dalam video yang berdurasi sekitar dua menit itu, terlihat seekor beruang madu berjalan santai di sekitar areal yang masih ditumbuhi vegetasi lebat. Tak jauh dari lokasi, juga terlihat sekelompok lutung merah yang sedang mencari makan di pohon-pohon tinggi. Kedua satwa langka ini terlihat sehat dan bergejolak dalam aktivitas alaminya.

Reaksi Ahli Konservasi

Menurut Dr. Budi Santoso, pakar konservasi dari Universitas Indonesia, penampakan beruang madu dan lutung merah di IKN menunjukkan bahwa ekosistem lokal mungkin sedang dalam kondisi yang membaik. "Beruang madu merupakan indikator kesehatan ekosistem. Keberadaannya menunjukkan bahwa habitatnya masih memadai dan sumber masing-masing tersedia," ujar Budi melalui keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa beruang madu biasa menghuni hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi. Satwa yang tergolong vulnerable ini membutuhkan habitat yang masih utuh untuk bertahan hidup. "Keberadaannya di IKN berarti ada ruang hijau yang cukup luas dan terpelihara," tambahnya.

Sementara itu, Dr. Siti Aminah, seorang primatolog dari LIPI, menyoroti kehadiran lutung merah. Menurutnya, lutung merah merupakan spesies endemik di Kalimantan dan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. "Keberadaan mereka di IKN menunjukkan bahwa ada koridor ekologis yang terjaga sehingga satwa dapat bergerak dan memenuhi kebutuhannya," papar Siti.

Pemerintah dan Tanggung Jawab Konservasi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyatakan akan menyelidiki keberadaan kedua satwa tersebut. Menurut Kepala KLHK, Siti Nurbaya Bakar, pihaknya akan memastikan apakah penampakan tersebut benar-benar terjadi di kawasan IKN atau di sekitarnya.

"Kami akan mengirim tim peneliti untuk melakukan survei dan memastikan kondisi habitat serta status konservasi kedua satwa tersebut. Jika memang terbukti, ini menjadi kabar baik bahwa upaya pelestarian lingkungan di IKN telah mulai memberikan hasil," ujar Siti dalam konferensi pers yang diselenggarakan beberapa hari lalu.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan area konservasi di sekitar IKN untuk melindungi keanekaragaman hayati. "Kami telah memisahkan sebagian kawasan sebagai zona konservasi yang tidak akan dikembangkan untuk aktivitas manusia. Ini untuk memastikan satwa-satwa langka dapat terus hidup di habitat aslinya," jelasnya.

Tantangan Konservasi di IKN

Meski penampakan kedua satwa dianggap sebagai tanda positif, para ahli mengingatkan bahwa tantangan konservasi di IKN masih sangat besar. Proyek pembangunan ibukota baru yang berkelanjutan berpotensi mengancam habitat satwa langka jika tidak dikelola dengan baik.

"Pembangunan harus memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan. Koridor ekologis harus dipertahankan agar satwa dapat bergerak bebas antar habitat. Kalau tidak, kita akan kehilangan keanekaragaman hayati yang sudah langka," ujar Prof. Ahmad Dhani, seorang pakar perencanaan wilayah.

Dalam video tersebut, terlihat bahwa area di mana kedua satwa ditemukan masih ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan dan terdapat aliran air kecil. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem setempat masih relatif terjaga meskipun berada di dekat kawasan pembangunan.

Kesimpulan

Penampakan beruang madu dan lutung merah di IKN menjadi harapan baru bagi pelestarian lingkungan di kawasan tersebut. Namun, tantangan masih sangat besar mempertahankan ekosistem sejalan dengan pembangunan ibukota baru. Diperlukan komitmen kuat dari pemerintah dan seluruh pihak untuk memastikan bahwa IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan modern, tetapi juga contoh kota berkelanjutan yang memperhatikan keanekaragaman hayati.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter