24, 2026 ID
DKI Jakarta

Tiga Demo Digelar di Jakarta Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jakarta – Tiga aksi unjuk rasa digelar serentak di sejumlah titik di ibu kota pada Senin (24/8/2026). Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menerjunkan personel gabungan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta potensi

Jakarta – Tiga aksi unjuk rasa digelar serentak di sejumlah titik di ibu kota pada Senin (24/8/2026). Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menerjunkan personel gabungan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi aksi.

Aksi pertama dilakukan massa buruh yang tergabung dalam sejumlah serikat pekerja. Mereka berorasi di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan Bunderan Hotel Indonesia (HI) sejak pukul 09.00 WIB sambil menyuarakan tuntutan terkait upah minimum dan perlindungan tenaga kerja. Aksi kedua digelar mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, dengan tuntutan seputar kebijakan pendidikan. Adapun aksi ketiga berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, diikuti perwakilan petani dan kelompok masyarakat sipil yang menuntut penyelesaian persoalan agraria.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjelaskan, sebanyak 3.000 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta disiagakan untuk mengawal ketiga aksi. “Prioritas kami menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus keselamatan peserta aksi dan pengguna jalan. Rekayasa arus mulai kami berlakukan sejak pukul 07.00 WIB hingga aksi dinyatakan selesai,” ujarnya.

Berdasarkan estimasi petugas, jumlah peserta ketiga aksi diperkirakan mencapai ribuan orang. Massa buruh menjadi peserta terbanyak dengan perkiraan lebih dari 2.000 orang, disusul mahasiswa sekitar 500 orang, serta petani dan kelompok sipil sekitar 300 orang. Polisi memastikan jumlah personel yang disiagakan masih memadai dan akan ditambah jika situasi di lapangan membutuhkan.

Rekayasa Lalu Lintas

Sejak pagi, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi aksi mulai disterilkan. Polisi memberlakukan penutupan arus secara situasional, baik penuh maupun sebagian, di beberapa ruas jalan berikut:

  • Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Timur untuk aksi di kawasan Istana Negara;
  • Jalan MH Thamrin di depan Bunderan HI menuju Jalan Jenderal Sudirman untuk aksi buruh;
  • Jalan Medan Merdeka Utara di sekitar Patung Kuda dan pintu masuk Istana;
  • Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, untuk aksi petani dan kelompok sipil.

Untuk aksi di kawasan Istana Negara, arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan dialihkan ke Jalan Veteran. Kendaraan dari arah Harmoni menuju Monas diarahkan melalui Jalan Suryopranoto. Sementara di kawasan Senayan, kendaraan dari arah Slipi menuju Pancoran dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda atau Jalan Tentara Pelajar.

Petugas juga menyiagakan kendaraan derek dan mobil patroli di titik rawan macet. Bila massa meluber ke badan jalan, polisi akan menambah penyekatan di ring kedua, seperti Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Kebon Sirih. Rekayasa arus diberlakukan bertahap dan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

Imbauan Bagi Pengguna Jalan

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang tidak terlibat aksi untuk menghindari kawasan pusat kota pada jam sibuk dan memanfaatkan transportasi umum. Sejumlah imbauan disampaikan polisi bagi pengguna jalan:

  • Gunakan moda transportasi umum, seperti MRT, LRT, dan Transjakarta, khususnya koridor yang melintasi Jalan Thamrin-Sudirman;
  • Pilih jalur alternatif, seperti Jalan Rasuna Said, Jalan Salemba, atau Jalan Ahmad Yani bagi pengendara dari arah timur;
  • Berangkat lebih awal dan menyiapkan waktu cadangan untuk perjalanan;
  • Patuhi arahan petugas di lapangan dan hindari berhenti di bahu jalan;
  • Pantau informasi resmi melalui kanal TMC Polda Metro Jaya.

Polisi menegaskan unjuk rasa merupakan hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Namun, penyelenggaraan aksi wajib memenuhi ketentuan, termasuk menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada kepolisian dan menjaga ketertiban umum. Peserta aksi diminta tidak membawa benda tajam, tidak merusak fasilitas umum, serta membubarkan diri sesuai waktu yang disepakati.

Hingga berita ini ditulis, ketiga aksi berlangsung relatif kondusif. Arus lalu lintas di kawasan Thamrin dan Senayan masih terpantau ramai lancar berkat pengaturan petugas di lapangan. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag