28, 2026
Nasional

Sudah Dinikmati 62 Juta Penerima, Prabowo: Kekurangan Program MBG Terus Diperbaiki*

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Tegaskan Perbaikan Program MBG, Lebih dari 62 Juta Penerima Telah Terlayani

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 27 Agustus 2026, program tersebut disebut telah dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa MBG merupakan salah satu program besar pemerintah yang memiliki cakupan luas sekaligus menghadapi beragam tantangan dalam pelaksanaannya.

Menurut Prabowo, besarnya skala program membuat pemerintah perlu melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, termasuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan manfaatnya benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.

Pemerintah Akui Masih Ada Kekurangan

Prabowo menyatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai persoalan tersebut harus diselesaikan secara bertahap melalui koordinasi, pengawasan, dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan.

“MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak. Kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah memilih pendekatan evaluatif dalam menjalankan program. Pelaksanaan MBG akan terus disesuaikan agar semakin efektif, baik dari sisi jangkauan penerima, kualitas makanan, maupun tata kelola distribusinya.

Program tersebut dirancang untuk memberikan asupan makanan bergizi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Selain anak-anak, sasaran MBG juga mencakup ibu hamil dan lanjut usia. Pemerintah menilai pemenuhan kebutuhan gizi kelompok tersebut penting untuk mendukung kesehatan masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Manfaat Ditargetkan Menjangkau Kelompok Sasaran

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari sejauh mana makanan bergizi tersebut diterima oleh kelompok yang memang menjadi prioritas program.

“Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita. Dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia. Itu tekad kita,” kata Prabowo.

Dengan demikian, pemerintah berupaya memastikan perluasan program tetap diikuti dengan ketepatan sasaran. Peningkatan jumlah penerima perlu dibarengi dengan penguatan sistem pendataan, distribusi, pengawasan, dan evaluasi agar tidak menimbulkan kesenjangan pelayanan di antara daerah.

Pelaksanaan program dalam skala nasional juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, penyedia bahan pangan, serta masyarakat memiliki peran dalam menjaga kelancaran program. Koordinasi antarlembaga dinilai penting agar proses penyediaan hingga penyaluran makanan dapat berlangsung secara tertib dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Bagian dari Pembangunan Sumber Daya Manusia

Presiden menjelaskan, keberlanjutan dan penyempurnaan MBG merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Pemenuhan gizi sejak dini dinilai berpengaruh terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan belajar anak-anak.

Selain itu, perhatian terhadap ibu hamil dan lanjut usia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial. Ibu hamil memerlukan asupan yang memadai untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin, sedangkan kelompok lanjut usia membutuhkan dukungan agar tetap dapat menjalani kehidupan secara sehat dan layak.

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memastikan MBG berjalan dengan baik. Perbaikan tidak hanya ditujukan untuk memperluas cakupan, tetapi juga untuk menjaga agar kualitas pelaksanaan tetap terjamin seiring dengan bertambahnya penerima manfaat.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengaitkan pembiayaan program pemerintah dengan upaya efisiensi anggaran. Ia mengatakan, penghematan yang dilakukan pemerintah telah mencapai ratusan triliun rupiah. Dana hasil efisiensi tersebut kemudian diarahkan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok miskin dan warga yang berada dalam kondisi paling rentan.

“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat. Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” tutur Prabowo.

Pemerintah menilai penggunaan anggaran untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan sosial. Namun, seiring dengan pelaksanaan yang terus berkembang, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan tetap menjadi aspek penting yang perlu dijaga.

Dengan jumlah penerima yang telah melampaui 62 juta orang, MBG menjadi salah satu program dengan cakupan besar. Pemerintah menyatakan akan melanjutkan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia di seluruh Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter