Sopir Travel Ditembak Mati Kelompok Kriminal Bersenjata di Wamena
Wamena, Papua - Se sopir travel menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (15/11) pagi, menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat setempat. Korban yang tewas dalam insiden ini adalah Yohanes Kobak, se sopir travel usia 45 tahun yang bekerja untuk perusahaan transportasi lokal.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, AKBP Rikang melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayawijaya, Kompol Yunus Kapi, mengatakan bahwa korban ditembak oleh sejumlah anggota KKB saat sedang dalam perjalanan menukarkan barang dagangan di pasar tradisional Wamena. "Korban sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor menuju pasar untuk menukarkan hasil panennya saat diserang oleh KKB," jelas Kompol Yunus Kapi, Kamis (16/11).
Menurut keterangan saksi mata, korban sempat melarikan diri setelah diserang namun berhasil ditangkap kembali oleh para pelaku. Beberapa kali tembakan berbunyi menghentikan nyawa korban di lokasi kejadian. Warga sekitar yang mendengar tembakan segera melapor kepada aparat keamanan yang berada di dekat lokasi.
Keamanan Diperketat di Wamena
Setelah insiden itu, aparat keamanan segera melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Pihak kepolisian telah mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan operasi pengejaran di sekitar lokasi kejadian. "Kami sudah mengerahkan personel untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami juga memperketat keamanan di sejumlah titik strategis di Wamena untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi," ujar AKBP Rikang.
Selain itu, pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Masyarakat diminta untuk segera melapor kepada aparat keamanan jika menemukan hal mencurigau di sekitar lingkungannya. "Kita berkoordinasi dengan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memastikan situasi tetap kondusif di Wamena," tambahnya.
Kasus Sebelumnya Masih Dalam Penyelidikan
Insiden penembakan terhadap sopir travel ini bukanlah kasus pertama yang terjadi di Wamena. Sebelumnya, pada Oktober lalu, seorang pegawai swasta juga menjadi korban serangan KKB di kawasi yang sama. Kasus tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kepala Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayawijaya, Yulianus Wonda, mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB tersebut. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga meresahkan masyarakat. "Kami mengecam keras aksi kekerasan yang tidak bertanggung jawab ini. Pemerintah akan terus bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku-pelaku kekerasan," ujar Wonda.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kita harus bersatu dan tidak mudah terpancing oleh provokasi. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan koordinasi dengan aparat keamanan," tambahnya.
Masyarakat Minta Kejelasan
Masyarakat Wamena mengecam keras aksi penembakan terhadap sopir travel tersebut. Mereka meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan bagi korbes. "Kami tidak bisa terus hidup dalam ketakutan seperti ini. Aparat keamanan harus segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal," kata salah satu warga setempat, Yulianus Wonda.
Sementara itu, Aktivitas di pasar tradisional Wamena yang biasanya ramai pada pagi hari terlihi sepi setelah insiden penembakan tersebut. Banyak pedagang dan pembeli memilih pulang lebih awal karena merasa takut. "Situasi sekarang sangat tidak aman. Kami tidak tahu kapan serangan berikutnya akan terjadi," ujar seorang pedagang sayur yang enggan disebutkan namanya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang beredar di masyarakat. "Kami akan terus berusaha untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Semua pihak harus bersama-sama menjaga situasi agar tidak terjadi eskalasi," pungkas AKBP Rikang.
Komentar (0)