549 Siswa Ciamis Ikuti Lomba Olahraga Tradisional
CIAMIS - Sebanyak 549 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, turut serta dalam kejuaraan olahraga tradisional yang digelar secara meriah. Acara yang bertajuk "Adu Ketangkasan Olahraga Tradisional" ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis dalam rangka melestarikan warisan budaya lokal melalui pendidikan jasmani.
Partisipasi Masif dari Berbagai Tingkat Pendidikan
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Ciamis Selatan ini menghadirkan peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Ciamis. Setiap jenjang pendidikan mengikuti lomba yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia peserta. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis, Dr. Ahmad Yani, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan upaya untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga tradisional.
"Olahraga tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari kearifan lokal kita. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memastikan warisan nenek moyang kita tidak hilang digeser oleh budaya modern," ujar Ahmad Yani saat membuka acara.
Berbagai Cabang Olahraga Tradisional Dipertandingkan
Lomba ini mempertandingkan delapan cabang olahraga tradisional khas Jawa Barat, antara lain egrang, tarik tambang, panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dan lainnya. Setiap cabang lomba memiliki kategori khusus sesuai tingkat pendidikan peserta. Misalnya, untuk cabang egrang, siswa SD mengikuti lomba dengan rute yang lebih pendek dibandingkan dengan peserta SMA.
Ketua Panitia Pelaksana, Budi Santoso, menyatakan bahwa persiapan untuk kegiatan ini memakan waktu tiga bulan. "Kami mempersiapkan segala aspek mulai dari venue, perlengkapan, hingga jadwal pertandingan secara detail. Tujuannya adalah agar acara berjalan lancar dan adil bagi semua peserta," terang Budi.
Tingkat Ketangkasan dan Sportivitas Menjadi Penilaian Utama
Para juri yang terdiri dari guru olahraga, praktisi seni budaya, dan mantan atlet tradisional menilai peserta berdasarkan dua kriteria utama: ketangkasan dalam melaksanakan gerakan dan sportivitas selama pertandingan. Ketua Juri, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa penilaian sportivitas menjadi penentu utama dalam memilih pemenang.
Peserta Antusias dan Pengalaman Berharga
Banyak peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi selama pelaksanaan lomba. Rizki, seorang siswa SDN 5 Ciamis yang berlomba di cabang egrang, mengaku sangat senang bisa berpartisipasi. "Pertama kali ikut lomba ini, tapi seru sekali. Nanti mau belajar lagi biar bisa jadi juara," ucap Rizki dengan penuh semangat.
Sementara itu, Lina, seorang siswa SMA Negeri 1 Ciamis yang ikut dalam lomba makan kerupuk, menambahkan bahwa kegiatan ini memberinya pengalaman berharga. "Selain seru, kita juga bisa belajar tentang budaya lokal yang mungkin sebelumnya tidak kita ketahui," tuturnya.
Penghargaan untuk Pemenang dan Peserta
Setelah sehari penuh berlangsung, akhirnya ditetapkan pemenang untuk setiap kategori. Pemenang masing-masing kategori mendapat piala, piagam, dan uang pembinaan. Sementara itu, peserta yang tidak meraih juara juga mendapatkan sertifikatis sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini ditutup dengan penampilan kesenian tradisional dari siswa-siswi se-Kabupaten Ciamis, yang menampilkan tari jaipong dan wayang kulit. Acara berakhir dengan foto bersama seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan.
Komentar (0)