24, 2026 ID
Kalimantan Selatan

Sengketa Pohon Apel Berjatuhan Berujung Tagihan Hukum Rp4,2 Miliar

BIRMINGHAM — Seorang pemilik rumah di Inggris harus menanggung tagihan hukum hampir Rp4,2 miliar (setara £200.000) akibat sengketa sepele dengan tetangganya: apel-apel yang jatuh dan membusuk di halaman sebelah.Melansir Birmingham Mail, kas

BIRMINGHAM — Seorang pemilik rumah di Inggris harus menanggung tagihan hukum hampir Rp4,2 miliar (setara £200.000) akibat sengketa sepele dengan tetangganya: apel-apel yang jatuh dan membusuk di halaman sebelah.

Melansir Birmingham Mail, kasus ini bermula dari pohon apel setinggi 40 kaki (sekitar 12 meter) milik Antoinette Williams yang setiap tahun menjatuhkan banyak buah ke halaman rumah Barbara Pilcher. Buah yang terus-menerus melintasi garis batas properti sebelum membusuk itu memicu perseteruan panjang antara kedua tetangga.

Williams membantah tudingan tersebut dan menilai Pilcher “mengada-ada” dengan memalsukan bukti. Namun, Pengadilan Tinggi Inggris menolak tuduhan itu dan memerintahkan Williams membayar ganti rugi biaya hukum sebesar US$273.000. Upaya Williams untuk membuka kembali perkaranya kemudian juga gagal.

Sengketa Tanaman di Batas Lahan Rawan Terjadi

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pohon atau tanaman yang berada di garis batas lahan kerap menjadi sumber ketegangan antartetangga. Ketika cabang, akar, atau buah dari pohon satu pihak masuk ke pekarangan di sebelahnya, perselisihan bisa muncul—mulai dari kekhawatiran kerusakan bangunan, pemandangan terhalang, hingga soal siapa yang menanggung beban perawatan.

Perselisihan biasanya dimulai ketika satu pihak ingin memangkas atau menebang pohon, sementara pemiliknya menganggap pohon tersebut penting untuk peneduh, privasi, atau keindahan. Pakar menyarankan perencanaan proaktif, terutama bagi pemilik pohon besar, pagar hidup yang cepat tumbuh, atau akar yang menyebar mendekati garis batas. Memeriksa batas kepemilikan dan memahami aturan setempat dapat mencegah kejutan yang mahal di kemudian hari.

Yang tak kalah penting adalah komunikasi. Ketika garis batas lahan terlibat, komunikasi sama pentingnya dengan penataan pekarangan itu sendiri.

Alternatif Taman yang Lebih Mudah Dirawat

Bagi pemilik rumah dengan pekarangan yang menuntut perawatan tinggi, ada sejumlah pilihan praktis. Tanaman asli daerah kerap menjadi pilihan terbaik karena telah beradaptasi dengan kondisi setempat dan umumnya lebih hemat air, pupuk, serta tenaga perawatan.

  • Tanaman asli daerah: adaptif terhadap cuaca lokal, hemat air dan pupuk.
  • Halaman semanggi (clover lawn): tahan kering dan minim pemangkasan.
  • Rumput buffalo: cocok untuk lahan beriklim kering.
  • Xeriscaping: desain taman hemat air memadukan bebatuan dan tanaman tahan kekeringan.

Bahkan mengganti sebagian halaman rumput saja sudah membawa manfaat. Satu bagian rumput yang diganti penutup tanah asli atau tanaman tahan kering dapat memangkas penggunaan air, membuat pekarangan lebih mudah dikelola, serta menekan biaya dan tagihan air tanpa perlu desain ulang total.

Pelajaran bagi Warga Kalimantan Selatan

Kisah di Inggris itu relevan bagi warga Kalimantan Selatan, mengingat banyak permukiman di Banjarmasin, Banjarbaru, hingga kabupaten lain di Kalsel dihiasi pohon buah seperti rambutan, kelapa, dan mangga yang kerap menjulur melintasi pagar ke halaman tetangga. Buah yang jatuh dan membusuk di pekarangan orang lain bisa memicu ketegangan serupa, terlebih ketika lahan berdempetan tanpa jarak yang jelas.

Pelajaran utamanya sederhana: kenali batas sertifikat tanah, pangkas pohon secara berkala, dan utamakan musyawarah—nilai yang sejalan dengan budaya baiman masyarakat Banjar—sebelum sengketa kecil berubah menjadi tagihan besar di pengadilan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag