19, 2026
Nasional

Sekolah di Kabupaten Bogor Terapkan PJJ Selama 2 Hari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/06/6a9d8d842a8c5-sekretaris-daerah-kabupaten-bogor-ajat-rochmat-jatnika_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sekolah di Kabupaten Bogor Terapkan PJJ Selama 2 Hari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Pemerintah Kabupaten Bogor resumenetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh sekolah yang berada di wilayahnya. Keputusan diambil menyusul terjadinya hujan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan kualitas udara menjadi buruk. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Drs. H. Ade Suryaman, mengatakan bahwa kebijakan ini berlaku selama dua hari, yakni pada Kamis (7/9) dan Jumat (8/9) 2023.

"Kami telah memerintahkan seluruh kepala sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh selama dua hari ke depan. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan para siswa dan tenaga pendidik yang terpapar abu vulkanik," ujar Ade Suryaman dalam keterangannya, Kamis (7/9).

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mulai terdeteksi di wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu malam (6/9). Kepadatan abu yang terukur di beberapa titik monitoring udara di wilayah itu telah mencapai titis kritis. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, konsentrasi partikulat PM10 (partikel dengan diameter kurang dari 10 mikrometer) di udara mencapai 342 mikrogram per meter kubik, jauh di atas batas aman yang ditetapkan pemerintah sebesar 150 mikrogram per meter kubik.

Dampak Kesehatan dan Penanganan

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan menjadi pertimbangan utama pihak pemerintah dalam mengambil kebijakan ini. Dokter spesialis paru-paru dari RSUD Kabupaten Bogor, dr. Ratna Sari Dewi, menjelaskan bahwa paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat menyebabkan gangguan pernafasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit paru-paru kronis.

Pihak RSUD Kabupaten Bogor telah menyiapkan fasilitas khusus untuk menangani pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat abu vulkanik. Pelayanan khusus disiapkan di ruang gawat darurat dan poliklinik paru-paru. Selain itu, RSUD juga telah menyiapkan obat-obatan dan alat kesehatan yang diperlukan untuk mengatasi dampak kesehatan akibat abu vulkanik.

Persiapan dan Koordinasi

Untuk menangani dampak abu vulkanik, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. BPDB Kabupaten Bogor telah memantau perkembangan situasi secara berkala dan menyediakan masker gratis bagi masyarakat terutama di daerah yang terdampak parah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memastikan bahwa seluruh pihak terkait telah siap menghadapi dampak abu vulkanik ini. "Kami telah mengimbau seluruh camat dan lurah untuk segera melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat. Selain itu, kami juga telah menyiapkan masker dan alat pelindung diri lainnya untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Ajat.

Untuk memastikan kelancaran pembelajaran selama masa PJJ, pihak Dinas Pendidikan telah menyediakan berbagai platform daring yang dapat digunakan oleh para guru dan siswa. "Kami telah memastikan bahwa semua sekolah memiliki akses terhadap internet dan platform pembelajaran daring. Selain itu, kami juga telah memberikan arahan kepada para guru untuk tetap memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku," jelas Ade Suryaman.

Respons Masyarakat dan Persekolahan

Respons dari masyarakat dan pihak sekolah terhadap kebijakan ini umumnya positif. Banyak orang tua siswa menyambut baik keputusan pemerintah untuk menerapkan PJJ demi menjaga kesehatan anak-anak. "Saya sangat setuju dengan kebijakan ini. Kesehatan anak-anak lebih utama daripada kegiatan belajar di sekolah. Selain itu, dengan adanya PJJ, anak-anak tetap bisa belajar tanpa harus terpapar abu vulkanik," kata Ibu Siti, salah satu orang tua siswa di Kecamatan Cibinong.

Pihak sekolah juga menunjukkan respons yang positif. Kepala SDN 1 Cibinong, H. Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan kebijakan PJJ. "Kami telah mempersiapkan semua keperluan untuk pembelajaran daring, mulai dari persiapan platform daring hingga penyesuaian materi pembelajaran. Kami juga telah memberikan arahan kepada para guru untuk tetap memberikan materi pembelajaran yang bermakna dan menarik bagi siswa," ujar Ahmad.

Dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau diharapkan akan mereda dalam waktu dekat ini. Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus memantau perkembangan situasi dan akan segera mengumumkan kebijakan selanjutnya setelah kondisi udara membaik. "Kami akan terus memantau perkembangan situasi. Jika kondisi udara sudah membaik, kami akan segera mengembalikan kegiatan belajar tatap muka seperti biasa," kata Ade Suryaman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter