18, 2026
Nasional

PVMBG: Erupsi Anak Krakatau Beberapa Detik, Abu Hanya di Sekitar Gunung

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi selama 17 detik pagi ini. PVMBG menyatakan erupsi kini kembali normal dengan abu vulkanik terbatas di sekitar gunung.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PVMBG: Erupsi Anak Krakatau Beberapa Detik, Abu Hanya di Sekitar Gunung

Erupsi Singkat Anak Krakatau Hanya Sebabkan Abu Menyembur di Sekitar Gunung

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan bahwa letusan terjadi pada Anak Krakatau pada Rabu (12/7) berlangsung singkat hanya beberapa detik. Menurut laporan yang diterima, erupsi ini tidak mengakibatkan abu vulkanik menyebar jauh melainkan hanya terbatas di sekitar puncak gunung.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hanum kepada wartawan mengungkapkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIB dengan durasi singkat. "Durasi erupsi ini hanya beberapa detik, jadi tidak signifikan seperti erupsi pada umumnya," ujar Hanum.

Erupsi ini terdeteksi melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 45 detik. PVMBG mencatat bahwa erupsi ini tergolong jenis erupsi eksplosif kecil yang tidak menghasilkan lontaran material vulkanik dalam jumlah besar.

Parameter Aktivitas Vulkanik Masih Normal

Meskipun sempat terjadi erupsi, PVMBG menyatakan bahwa parameter aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih dalam kondisi normal. "Meski sempat terjadi erupsi, semua parameter aktivitas vulkanik masih dalam kondisi normal. Tidak ada indikasi adahnya aktivitas yang meningkat secara signifikan," jelas Hanum.

PVMBG mencatat bahwa seismografa masih tercatat gempa vulkanik dengan frekuensi 1-2 kali per jam dan gempa tectonic dengan frekuensi 1-2 kali per hari. "Kondisi ini masih dalam batas normal untuk gunung berapi aktif seperti Anak Krakatau," tambahnya.

Untuk ketinggian abu, PVMBG mencatat bahwa abu vulkanik hanya mencapai ketinggian 200-300 meter di atas puncak gunung. "Abu vulkanik tidak menyebar jauh karena durasi erupsi yang singkat dan kekuatannya tidak terlalu besar," jelas Hanum.

Tingkat Aktivitas Tetap di Level II (Waspada)

Saat ini, PVMBG tetap menetapkan level aktivitas Anak Krakatau pada Level II (Waspada). Artinya, aktivitas vulkanik sedang meningkat dari kondisi normal, namun belum berpotensi mengancam keamanan.

PVMBG juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan di sekitar pantai yang menghadap langsung ke Anak Krakatau. "Meski risiko tsunami kecil karena erupsi singkat, kita tetap menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di pantai yang menghadap ke Anak Krakatau," tambahnya.

Sejarah Aktivitas Anak Krakatau

Anak Krakatau merupakan gunung berapi yang lahir setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Gunung ini terus mengalami aktivitas vulkanik dengan berbagai tingkat kekuatan sejak kemunculannya.

Pada tahun 2018, Anak Krakatau mengalami erupsi besar yang disertai tsunami menelan korban jiwa ratusan orang. Sejak peristiwa itu, PVMBG meningkatkan monitoring terhadap aktivitas gunung berapi ini.

Monitoring Terus Dilakukan

PVMBG terus melakukan monitoring terhadap aktivitas Anak Krakatau secara real melalui seismografa dan visual. Selain itu, PVMBG juga melakukan pengukuran deformasi gunung dan gas vulkanik secara berkala.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitak Anak Krakatau, PVMBG mengimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. "Informasi resmi selalu kami sampaikan melalui media sosial dan website resmi PVMBG," tambahnya.

Untuk saat ini, PVMBG tidak menetapkan zona larangan khusus bagi aktivitas di laut di sekitar Anak Krakatau. Namun masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas di dekat pantai yang menghadap ke gunung berapi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter