29, 2026
Ekonomi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 6% Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/20/6a86b5e992d08-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Pertumbuhan Ekonomi 6% Dapat Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2024 dapat tercapai. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Airlangga mengungkapkan bahwa target ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6%, pemerintah akan fokus pada beberapa sektor unggulan. Beberapa sektor tersebut antara lain adalah sektor manufaktur, pariwisata, dan digital economy. Suharso menambahkan bahwa pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Strategi Penciptaan Lapangan Kerja

Untuk mencapai target penciptaan 2,4 juta lapangan kerja, pemerintah akan menerapkan beberapa strategi utama. Pertama, pemerintah akan mendorong program-program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, diharapkan tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Kedua, pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan yang membuka lapangan kerja baru terutama bagi UMKM dan startup. Insentif ini berupa pemberian tax holiday, tax allowance, dan akses mudah pada pembiayaan. Selain itu, pemerintah juga akan mempermudah proses perizinan usaha agar dapat menarik lebih banyak investor untuk masuk ke Indonesia.

Peran Sektor Manufaktur dan Digital

Sektor manufaktur diharapkan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan investasi di sektor ini melalui program Make in Indonesia yang telah berjalan beberapa tahun terakhir. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Laemadjid menyatakan bahwa berbagai fasilitas akan disediakan bagi investor di sektor manufaktur mulai dari izin usaha yang dipercepat hingga insentif fiskal.

Sementara itu, sektor digital economy juga menjadi fokus utama pemerintah. Dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi di Indonesia, sektor digital dianggap memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. Pemerintah akan memfasilitasi pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan bisnisnya secara digital melalui program-program pelatihan dan akses pada teknologi.

Tantangan yang Hadir

Meskipun target yang ditetapkan ambisius, pemerintak mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah ketimpangan ekonomi yang masih tinggi di berbagai daerah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan menerapkan program pembangunan ekonomi daerah yang lebih merata dengan memperhatikan potensi unggulan setiap daerah.

Tantangan lainnya adalah perlambatan ekonomi global yang dapat memengaruhi ekspor Indonesia. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah akan terus mendorong diversifikasi pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Respons dari Pelaku Usaha

Respons dari pelaku usaha terhadap target pertumbuhan ekonomi 6% dan penciptaan 2,4 juta lapangan kerja cukup positif. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa dukungan penuh akan diberikan asalkan ada kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, pelaku usaha siap untuk berinvestasi asalkan ada dukungan yang nyata dari pemerintah.

Sementara itu, Serikat Pekerja Indonesia (SPI) mengharapkan bahwa dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan para pekerja. Hal ini meliputi peningkatan upah minimum yang memadai, jaminan kesehatan, dan perlindungan bagi pekerja informal.

Monitoring dan Evaluasi

Untuk memastikan target tercapai, pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan bahwa setiap kementerian dan lembaga akan diminta melaporkan kemajuan program-program yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Dengan demikian, jika ada kendala yang muncul, dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, pemerintah juga akan melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, praktisi ekonomi, dan pelaku usaha dalam proses perencanaan dan monitoring guna memastikan kebijakan yang dihasilkan releva dan efektif.

Dengan berbagai strategi dan upaya yang dilakukan, pemerintah berharap dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% dan penciptaan 2,4 juta lapangan kerja pada tahun 2024. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan dan Indonesia dapat menjadi ekonomi yang kuat dan berdaya saing di tingkat global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter