17, 2026
Ekonomi

Puan Dukung Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, Ingatkan Harus Bermanfaat

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/27/6a8feb8e8276e-ketua-dpr-ri-puan-maharani_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Puan Maharani Dukung Penambahan Anggaran Mitigasi Bencana

Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan dukungannya terhadap rencana penambahan anggaran untuk mitigasi bencana. Dalam sebuah kesempatan, Puan menekankan pentingnya alokasi anggaran tersebut harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama daerah-daerah yang rawan bencana.

Keputusan Penting dalam Kebijakan Anggaran

Dalam sidang paripurna DPR beberapa waktu lalu, Puan Maharani menyoroti perlunya peningkatan anggaran di bidang mitigasi bencana. Ia menilai bahwa Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana tinggi memerlukan persiapan yang matang dan memadai.

"Indonesia memang rawan bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, hingga banjir. Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk mitigasi harus menjadi prioritas," ujar Puan saat memberikan pandangannya dalam sidang tersebut.

Fokus pada Efektivitas dan Manfaat Nyata

Puan menegaskan bahwa dukungannya tersebut tidak hanya sebatu pada penambahan anggaran, tetapi lebih pada efektivitas penggunaannya. Ia mengingatkan pemerintah untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Yang terpenting adalah bagaimana anggaran itu digunakan secara efektif. Kita harus pastikan bahwa dana mitigasi bencana tidak hanya dianggarkan, tetapi juga diimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran," tegasnya.

Rekomendasi untuk Implementasi yang Lebih Baik

Sebagai Ketua DPR RI, Puan memberikan beberapa rekomendasi terkait implementasi anggaran mitigasi bencana. Pertama, ia menyarankan untuk memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait dalam penanganan bencana.

Kedua, Puan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam proses mitigasi. Menurutnya, program-program yang dilaksanakan harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat agar lebih responsif terhadap kebutuhan dan kondisi di daerah.

"Masyarakat harus menjadi bagian integral dari program mitigasi. Mereka yang paling memahami kondisi lingkungan sekitarnya dan menjadi korban langsung bencana," ujarnya.

Peningkatan Infrastruktur dan Teknologi

Puan juga menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur dan teknologi dalam mitigasi bencana. Ia menilai bahwa pengembangan sistem peringatan dini yang lebih canggih dan akurat sangat diperlukan untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian material.

"Kita perlu mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih baik, baik berbasis teknologi maupun pendekatan tradisional yang sudah terbukti efektif di beberapa daerah," jelasnya.

Komitmen Jangka Panjang

Selain itu, Puan menekankan perlunya komitmen jangka panjang dalam penanganan bencana. Menurutnya, mitigasi bencana bukanlah program yang bersifat reaktif, melainkan memerlukan perencanaan jangka panjang yang berkelanjutan.

"Kita tidak bisa hanya bereaksi ketika bencana sudah terjadi. Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka panjang di setiap daerah," tegas Puan.

Dampak terhadap Daerah Rawan Bencana

Puan menyebutkan bahwa peningkatan anggaran mitigasi bencana akan memberikan dampak signifikan bagi daerah-daerah rawan bencana di Indonesia. Beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat akan menjadi fokus utama dari peningkatan anggaran ini.

"Daerah-daerah yang rawan bencana memerlukan perhatian khusus. Dengan penambahan anggaran, diharapkan infrastruktur ketahanan bencana bisa ditingkatkan dan masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana," jelasnya.

Kolaborasi dengan Pihak Terkait

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Puan mengajak kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat. Menurutnya, sinergi antar pihak akan membuat program mitigasi bencana lebih efektif.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak akan membuat program lebih komprehensif dan merata," ujarnya.

Target Penurunan Dampak Bencana

Dengan peningkatan anggaran ini, Puan berharap target penurunan dampak bencana bisa tercapai. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, Indonesia dapat mengurangi korban jiwa dan kerugian akibat bencana hingga 50 persen.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter