17, 2026
Olahraga

Pro Ref Akui Kesalahan VAR dalam Gol Erling Haaland ke Gawang MU: Seharusnya Ada Review di Lapangan

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pro Ref Akui Kesalahan VAR dalam Gol Erling Haaland ke Gawang MU

Sebuah keputusan kontroversial dalam pertandingan antara Manchester City melawan Manchester United menjadi sorotan utama pekan ini. Wasit utama, Simon Hooper, mengakui bahwa keputusan untuk mengizinkan gol Erling Haaland tetap berlaku adalah sebuah kesalahan. Gol tersebut, yang tercipta dari situasi offside, seharusnya direview oleh VAR (Video Assistant Referee) di lapangan, namun hal tersebut tidak dilakukan.

Insiden Terjadi di Menit Akhir

Insiden terjadi pada menit ke-78 dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad. Haaland berhasil menyarangkan bola ke gawang Manchester United setelah mumunting umpan silang dari rekan setimnya. Awalnya, wasit lapangan menganggap Haaland dalam posisi offside, namun setelah intervensi dari VAR, keputusan tersebut dibalik dan gol dianggap valid.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Manchester United yang menilai bahwa Haaland memang berada dalam posisi offside saat menerima umpan. protes semakin memuncak ketika tayang ulang menunjukkan bahwa Haaland memang berada di luar garis pertahanan Manchester United saat umpan diberikan.

Peran VAR Dalam Kontroversi

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Simon Hooper menjelaskan bahwa VAR, Michael Oliver, seharusnya meminta untuk melihat ulang insiden tersebut di sisi lapangan (Pitch Side Monitor) karena ada ketidakpastian yang signifikan mengenai posisi Haaland saat umpan diberikan.

"Kami mengakui bahwa ada kesalahan dalam prosedur di sini. VAR seharusnya meminta wasit utama untuk melihat ulang keputusan tersebut di monitor. Ini adalah protokol yang jelas ketika ada ketidakpastian seperti ini. Sayangnya, hal tersebut tidak dilakukan dalam kasus ini," ujar Hooper.

Ia menambahkan bahwa meskipun gol tersebut mungkin tidak akan dianggap offside setelah review mendalam, prosedur yang benar tidak diikuti. "Meskipun setelah melihat tayang ulang, mungkin masih sulit untuk mengatakan dengan pasti bahwa itu adalah offside yang jelas, namun prosedurnya harus diikuti. VAR harus meminta wasit utama untuk melihat ulang di lapangan."

Reaksi dari Kedua Tim

Manajer Manchester United, Erik ten Hag, mengecam keputusan tersebut secara tegas. "Ini adalah sebuah keputusan yang tidak bisa diterima. Haaland jelas berada dalam posisi offside. Sistem VAR gagal dalam melakukan pekerjaannya dengan benar. Kami merugikan karena sebuah kesalahan yang tidak seharusnya terjadi," ujar Ten Hag setelah pertandingan.

Sementara itu, manajer Manchester City, Pep Guardiola, lebih menitikberatkan pada performa timnya meskipun merasa kontroversi tersebut tidak memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan. "Saya tidak ingin membahas banyak tentang VAR karena ada aturan yang harus diikuti. Namun, yang terpenting adalah kami memenangkan pertandingan dengan performa yang baik," ujar Guardiola.

Dampak pada Kompetisi

Kontroversi ini kembali menyoroti isu penggunaan VAR dalam Premier League. Banyak pihak, termasuk mantan wasit dan analis, menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam implementasi teknologi tersebut. "VAR seharusnya membantu wasit membuat keputusan yang lebih baik, namun dalam kasus ini, justru menciptakan lebih banyak masalah," kata seorang mantan wasit profesional.

Insiden ini juga mempengaruhi klasemen sementara Premier League. Dengan kemenangan ini, Manchester semakin memperlebar jarak dengan Manchester United di posisi klasemen. Manchester City saat ini berada di posisi kedua dengan 62 poin, sementara Manchester United di posisi ke-8 dengan 46 poin.

Tanggapan Asosiasi Wasit Profesional

Asosiasi Wasit Profesional (PGMOL) telah merilis pernyataan resmi terkait insiden ini. Mereka mengak bahwa telah terjadi "kesalahan prosedur" dalam penanganan VAR untuk gol Haaland. "PGMOL telah mengidentifikasi bahwa prosedur yang benar tidak diikuti dalam insiden ini. Kami akan menggunakan kasus ini sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki implementasi VAR di pertandingan-pertandingan mendatang," demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan.

Asosiasi tersebut juga menegaskan bahwa mereka akan melatih kembali para wasit dan VAR mengenai protokol penggunaan teknologi tersebut, terutama dalam situasi-situasi yang membutuhkan review di lapangan.

Kesimpulan

Insiden gol Haaland menjadi contoh nyata tentang tantangan dalam mengimplementasikan teknologi VAR dalam sepak bola. Meskipun teknologi ini dimaksudkan untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit, namun masih sering menjadi sumber kontroversi. Akuiwas dari Simon Hooper dan respons dari PGMOL menunjukkan adanya kesadaran akan kesalahan, namun pertanyaan besar tetap menggantung tentang bagaimana memastikan hal serupa tidak akan terulang di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter