03, 2026
Nasional

Pramono Sebut Giant Sea Wall Perlu untuk Hadapi Rob, Tunggu Arahan Pusat

Gubernur Pramono Anung mengatakan pembangunan tanggul laut raksasan (giant sea wall) perlu untuk menangani ancaman rob dan penurunan tanah di Jakarta.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Sebut Giant Sea Wall Perlu untuk Hadapi Rob, Tunggu Arahan Pusat

Pramono Sebut Giant Sea Wall Perlu untuk Hadapi Rob, Tunggu Arahan Pusat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa rencana pembangunan Giant Sea Wall atau dinding laut raksasa di pesisir utara Jawa Barat menjadi solusi penting untuk mengatasi masalah abrasi dan rob di wilayah tersebut. Menurutnya, proyek skala besar ini sangat diperlukan mengingat kondisi pesisir utara Jawa Barat yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Dalam keterangannya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa abrasi di pesisir utara Jawa Barat telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Beberapa wilayah seperti Indramayu, Cirebon, dan Subang mengalami erosi pantai yang signifikan, mengancam pemukiman warga, lahan pertanian, serta infrastruktur vital di sepanjang pesisir.

"Giant Sea Wall ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah rob dan abrasi yang terus melanda pesisir utara Jawa Barat. Dengan adanya struktur pelindung ini, kita dapat melindungi masyarakat dan aset strategis di wilayah tersebut," ujar Ridwan Kamil dalam sebuah konferensi pers di Gedung Sate, Bandung, beberapa waktu lalu.

Skala dan Lokasi Proyek

Rencananya, Giant Sea Wall akan dibangun sepanjang 70 kilometer dari pesisir utara Indramayu hingga Cirebon. Proyek ini akan menjadi bagian dari program pengendalian banjir dan rob nasional yang sedang dicanangkan pemerintah pusat. Dinding laut ini rencananya memiliki ketinggian 8-10 meter dengan struktur beton bertulang yang mampu menahan gelombang setinggi 6 meter.

Selain sebagai pengendali abrasi, Giant Sea Wall juga dirancang untuk berfungsi sebagai pelindung terhadap intrusi air laut yang semakin masuk ke daratan. Proyek ini diharapkan dapat mencegah lahan pertanian dan sumber air tawas menjadi tercemar akibat rembesan air laut.

Kerja Sama dengan Pemerintah Pusat

Meski mengungkap pentingnya proyek ini, Gubernur Ridwan Kamil menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dari pemerintah pusat. Menurutnya, Giant Sea Wall merupakan proyek nasional yang memerlukan dukungan dan pendanaan dari pemerintah pusat.

"Kami sudah menyampaikan rencana ini ke pemerintah pusat. Saat ini kami sedang menunggu kepastian terkait pendanaan dan pelaksanaan. Jika sudah ada arahan yang jelas, kami siap segera melaksanakan proyek ini demi kepentingan masyarakat Jawa Barat," jelas Ridwan Kamil.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan studi kelayakan bersama para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan dengan tepat dan memberikan manfaat maksimal.

Respons dari Masyarakat dan Ahli

Reaksi masyarakat dan kalangan ahli terhadap rencana pembangunan Giant Sea Wall bervariasi. Sebagian warga menyambut positif adanya proyek ini dengan harapan dapat mengakhiri masalah rob dan abrasi yang telah lama mereka derita. Mereka berharap dengan adanya dinding laut ini, pemukiman dan lahan pertahan mereka dapat terlindungi.

Sementara itu, beberapa ahli lingkungan khawatir dengan dampak ekologis dari pembangunan struktur buatan manusia sebesar ini. Mereka menyoroti potensi kerusakan terhadap ekosistem pesisir dan hilangnya habitat alami bagi berbagai jenis makhluk laut.

Dr. Ahmad Rizal, sepakat ahli oseanografi dari Universitas Padjadjaran, mengungkapkan bahwa Giant Sea Wall dapat menjadi solusi darurat, namun perlu dipadukan dengan upaya pelestarian ekosistem pesisir yang lebih komprehensif.

Rencana Aksi Lanjutan

Menanggapi berbagai respons tersebut, pemerintah daerah Jawa Barat berencana menggelar serangkaian konsultasi publik untuk membahas rencana Giant Sea Wall. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proyek ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

"Kami akan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, ahli lingkungan, dan praktisi pembangunan dalam pembahasan rencana ini. Tujuannya adalah untuk menciptakan solusi yang seimbang antara kebutuhan pengendalian abrasi dan pelestarian lingkungan," tambah Ridwan Kamil.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan program penghijauan pesisir dan restorasi ekosistem laut sebagai upaya pendukung Giant Sea Wall. Program ini melipitan penanaman hutan bakau dan pembangunan terumbu buatan di beberapa titik yang rentan terhadap abrasi.

Dengan demikian, rencana pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa Barat masih dalam tahap persiapan dan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah rob dan abrasi dengan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter