28, 2026
Nasional

Prabowo Instruksikan Pengiriman Tambahan Oksigen untuk Petugas Karhutla

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Instruksikan Pengiriman Tambahan Oksigen untuk Petugas Karhutla

PEKANBARU — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pengiriman tambahan oksigen bagi para petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Senin (24/8).

Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta jumlah oksigen yang dikirim ke lapangan ditambah dari kebutuhan awal sebanyak 500 unit menjadi 700 unit. Keputusan itu diambil setelah Prabowo menerima laporan mengenai kebutuhan personel yang tengah bertugas memadamkan api di sejumlah titik kebakaran.

"Butuh 500 ya. Anda butuh 500. Kirim 500 segera ya, Kalau perlu tambahin lah, 700 lah," kata Prabowo.

Di tengah pembahasan kebutuhan personel di lapangan, Prabowo menegaskan bahwa perlindungan terhadap petugas harus menjadi perhatian utama. Salah satu langkah yang ditekankannya adalah memastikan ketersediaan oksigen bersih bagi mereka yang bekerja di kawasan terdampak asap dan kebakaran.

Menurut Prabowo, petugas yang berjibaku memadamkan api rentan terpapar asap dalam waktu lama, sehingga ketersediaan oksigen menjadi kebutuhan vital yang tidak boleh terabaikan. Ia pun meminta agar pengiriman segera dilakukan begitu kebutuhan dilaporkan.

Apresiasi Langkah Pencegahan di Riau

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengapresiasi langkah pencegahan karhutla di Provinsi Riau. Ia memuji pembangunan embung, yakni kolam penampung air, serta sekat-sekat kanal sebagai bagian dari pengendalian kebakaran di provinsi tersebut.

"Embung-embung sama sekat-sekat gitu. Good. Bagus," ujar Prabowo.

Embung dan sekat kanal dinilai efektif menjaga kelembapan lahan gambut serta mempermudah akses air bagi petugas saat terjadi kebakaran. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk pencegahan yang lebih baik dibandingkan penanganan setelah api membesar.

Kunjungan Lanjutan ke Daerah Rawan Karhutla

Kunjungan Presiden Prabowo ke Riau dan Sumatra Selatan merupakan lanjutan dari kunjungannya ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Rangkaian kunjungan itu dilakukan untuk memantau secara langsung penanganan karhutla di sejumlah daerah yang rawan kebakaran.

Karhutla merupakan persoalan yang berulang terjadi di Indonesia, terutama pada musim kemarau. Kebakaran kerap dipicu oleh kondisi lahan gambut yang kering, aktivitas pembukaan lahan, serta cuaca panas berkepanjangan. Asap yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi aktivitas penerbangan, sekolah, dan ekonomi warga di daerah terdampak.

Riau menjadi salah satu provinsi yang kerap dilanda kebakaran hutan dan lahan setiap musim kemarau. Sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan ketika api telah menyebar ke lapisan dalam tanah. Kondisi ini membuat penanganan karhutla di provinsi tersebut membutuhkan mobilisasi personel dan logistik dalam jumlah besar.

Bagi petugas di lapangan, risiko terpapar asap menjadi lebih besar karena mereka bekerja dalam jarak dekat dengan titik api dalam durasi yang lama. Ketersediaan oksigen bersih dan peralatan pelindung karena itu menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan personel selama operasi pemadaman.

Asap dari kebakaran juga berdampak luas pada kesehatan masyarakat. Gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kerap meningkat di daerah terdampak, terutama pada anak-anak dan lansia. Sejumlah daerah bahkan terpaksa meliburkan sekolah dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Penambahan pasokan oksigen menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan personel yang bertugas di garis depan penanganan karhutla. Selain oksigen, kebutuhan logistik lain seperti alat pelindung diri, masker, air minum, dan obat-obatan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Pemerintah pusat maupun daerah terus menggencarkan upaya penanganan dan pencegahan karhutla, baik melalui operasi pemadaman udara maupun darat, patroli terpadu, hingga pembangunan infrastruktur pengendali kebakaran seperti embung dan sekat kanal. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta masyarakat setempat menjadi kunci dalam menekan luas kebakaran.

Rapat di Posko Aju Provinsi Riau tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan respons cepat terhadap karhutla, termasuk pemenuhan logistik bagi petugas di lapangan. Dengan penambahan pasokan oksigen, diharapkan operasi pemadaman dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kesehatan personel.

Sumber: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter