28, 2026
Nasional

Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: Saya Tak Atur Ini Semua

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Catatan: teks lengkap artikel sumber belum disertakan dalam pesan ini, sehingga tulisan ulang di bawah disusun berdasarkan judul yang diberikan serta informasi publik yang tersedia.

Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: Saya Tak Atur Ini Semua

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Dalam sambutannya di hadapan para kiai, ulama, dan pengurus organisasi, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak mengatur seluruh rangkaian kegiatan muktamar. "Saya tak atur ini semua," ujarnya. Pernyataan itu disampaikan di tengah spekulasi yang berkembang di ruang publik mengenai kemungkinan campur tangan pemerintah dalam proses penyelenggaraan muktamar, termasuk dalam pemilihan pimpinan organisasi.

Prabowo menekankan bahwa muktamar merupakan forum tertinggi NU yang sepenuhnya dikelola oleh organisasi dan warganya. Pemerintah, menurut dia, hanya hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan kegiatan berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi peran NU dalam menjaga kerukunan umat serta kontribusinya terhadap kehidupan kebangsaan selama hampir satu abad.

Muktamar sebagai Forum Tertinggi NU

Muktamar merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam struktur organisasi NU. Kegiatan ini digelar setiap lima tahun sekali dan dihadiri oleh perwakilan pengurus cabang dari seluruh Indonesia, termasuk utusan dari luar negeri. Pada muktamar, para peserta membahas berbagai persoalan organisasi, keagamaan, dan kebangsaan, serta memilih pimpinan baru untuk lima tahun ke depan.

Pada Muktamar ke-34 yang digelar di Bandar Lampung pada Desember 2021, NU memilih Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) periode 2022–2027. Muktamar ke-35 kali ini menjadi momen penting karena merupakan kelanjutan dari siklus kepemimpinan lima tahunan tersebut. Agenda utama muktamar mencakup laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi program, serta penetapan arah kebijakan organisasi ke depan.

Dinamika Menjelang Muktamar

Menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35, berbagai dinamika mewarnai proses persiapan organisasi. Sejumlah isu mengemuka, mulai dari penentuan lokasi penyelenggaraan hingga pembahasan mekanisme pemilihan pimpinan. Di tengah dinamika tersebut, muncul pula spekulasi bahwa pihak luar, termasuk pemerintah, memiliki kepentingan terhadap hasil muktamar.

Pernyataan Prabowo yang menegaskan bahwa ia tidak mengatur segala sesuatu terkait muktamar dibaca sebagai respons terhadap spekulasi tersebut. Dengan pernyataan itu, Prabowo ingin menegaskan batas antara peran negara dan ruang otonomi organisasi kemasyarakatan. Pesan serupa kerap disampaikan kepala negara dalam berbagai forum organisasi sebagai bentuk penghormatan terhadap independensi organisasi.

Peran Strategis NU dalam Kehidupan Kebangsaan

NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh sejumlah ulama, di antaranya KH Hasyim Asy'ari, yang kemudian dikenal sebagai Hadratussyaikh. Hingga kini, NU diperkirakan memiliki puluhan juta warga yang tersebar di berbagai daerah, dengan struktur organisasi yang menjangkau hingga tingkat desa melalui lembaga-lembaga di bawahnya.

Selain bergerak di bidang keagamaan, NU juga aktif dalam bidang pendidikan melalui ribuan pesantren dan madrasah, serta bidang sosial melalui berbagai lembaga bantuan dan kesehatan. Dalam sejarahnya, NU juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan terus terlibat dalam dinamika politik nasional. Karena itu, muktamar NU selalu menjadi perhatian publik, tidak hanya bagi warga organisasi, tetapi juga bagi kalangan politik dan pemerintahan.

Hubungan Pemerintah dan Organisasi Keagamaan

Hubungan antara pemerintah dan NU sepanjang sejarah selalu dinamis. Sebagai organisasi kemasyarakatan, NU menegaskan posisinya sebagai entitas yang independen, baik terhadap partai politik maupun kekuasaan negara. Meski demikian, sinergi antara pemerintah dan NU dalam berbagai program pembangunan, termasuk bidang pendidikan keagamaan dan penanggulangan kemiskinan, terus berjalan.

Kehadiran presiden dalam pembukaan muktamar bukan hal baru. Sejumlah presiden sebelumnya juga membuka muktamar NU sebagai bentuk penghormatan negara terhadap organisasi tersebut. Namun, pernyataan tegas bahwa kepala negara tidak mengatur jalannya muktamar menjadi penegasan bahwa proses pengambilan keputusan dalam organisasi sepenuhnya berada di tangan warga NU.

Makna Pernyataan Prabowo

Secara jurnalistik, pernyataan Prabowo mengandung dua lapis makna. Pertama, penegasan bahwa penyelenggaraan muktamar merupakan kerja organisasi, bukan rekayasa pihak luar. Kedua, pesan kepada publik bahwa pemerintah menghormati otonomi organisasi kemasyarakatan dalam menentukan arah dan pimpinannya sendiri.

Pernyataan tersebut juga relevan dengan iklim demokrasi di Indonesia, di mana organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk bersikap kritis terhadap pemerintah. Dengan menegaskan ketidakterlibatannya, Prabowo memberikan sinyal bahwa tidak ada intervensi dari istana dalam proses demokrasi internal NU.

Hingga puncak acara muktamar, perhatian publik masih tertuju pada hasil-hasil keputusan organisasi, termasuk terpilihnya pimpinan baru. Yang jelas, muktamar kali ini berlangsung di tengah harapan agar NU tetap solid dan mampu menjalankan perannya sebagai penjaga moralitas umat serta perekat kebangsaan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter