02, 2026
Nasional

Potret Pilu Kuburan Massal Banjir Nepal: Jenazah Membusuk-Tak Dikenali

Distrik Chitwan yang erkenal terkenal dengan hutan dan sungainya kini menjadi lokasi penguburan massal banjir bandang dan longsir di Nepal.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Potret Pilu Kuburan Massal Banjir Nepal: Jenazah Membusuk-Tak Dikenali

Kuburan Massal di Nepal, Korban Banjir Masih Terus Ditemukan

NEPAL - Tragedi banjir bandang yang melanda wilayah barat Nepal telah menelan korban jiwa yang sangat besar. Upaya pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung di tengah kondisi yang sulit. Ribuan orang dinyatakan hilang, dan ratusan jenazah telah ditemukan dalam kondisi tidak dapat dikenal akibat pembusukan.

Badan Penanggulangan Bencana Nepal (NDMA) melaporkan bahwa hingga hari ini, lebih dari 150 jenazah telah dievakuasi dari lokasi banjir di wilayah Saptari dan Siraha. Sebagian besar jenazah dalam keadaan membusuk dan sulit diidentifikasi, sehingga pihak berwenang melakukan kuburan massal untuk menangani jumlah korban yang sangat besar.

Kondisi Sulit Evakuasi Korban

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Saptari, Ram Krishna Sah, mengatakan bahwa tim evakuasi menghadapi kesulitan besar dalam mengevakuasi jenazah karena kondisi medan yang sulit dan masih terus hujan. "Kita harus bekerja cepat karena risiko penyebaran penyakit menular sangat tinggi," ujarnya.

Menurut Sah, jenazah-jenazah yang ditemukan dalam beberapa hari terakhir sudah dalam kondisi membusuk dan menggumpal. Beberapa bahkan tidak dapat diidentifikasi secara pasti karena kondisi fisik yang sangat buruk. "Kami melakukan kuburan massal untuk memastikan jenazah segera dikubur dan menghindari penyebaran penyakit," tambahnya.

Ribuan Orang Masih Hilang

Selain korban jiwa yang terkonfirmasi, ribuan orang masih dilaporkan hilang setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut. Pemerintah setempata telah mengumumkan daftar orang hilang dan meminta masyarakat untuk melaporkan jika ada anggota keluarga yang tidak diketahui keberadaannya.

"Kami khawatir jumlah korban jiwa akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Banyak daerah masih terisolasi dan sulit diakses," kata Menteri Dalam Negeri Nepal, Ravi Shankar Dasai. Pemerintah telah mengirim tim penyelamat dan bantuan ke berbagai daerah terdampak, namun medan yang sulit masih menjadi hambatan utama.

Bantuan Internasalia Dibutuhkan

Pemerintah Nepal telah menyatakan keadaan darurat di wilayah terdampak dan meminta bantuan internasional untuk menangani bencana ini. Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah mengumumkan akan memberikan bantuan darurat senilai 10 juta dolar AS untuk membantu korban banjir.

"Kami mendapat laporan bahwa ribuan rumah hancur dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Kebutuhan utama saat ini adalah makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan perawatan kesehatan," kata Koordinator Darurat OCHA di Nepal, Andrew Ley.

Dampak Jangka Panjang

Tragedi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil, tetapi juga akan berdampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat, hancul total. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum rusak parah.

Ekonomi lokal diperkirikan akan terdampak serius dalam jangka pendek hingga menengah. Banyak keluarga kehilangan sumber penghidupan dan rumah. Pemerintah berencana melakukan program pemulihan jangka panjang, namun membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar.

Masyarakat internasional telah menyatakan dukacita dan komitmennya untuk membantu Nepal menghadapi bencana ini. Banyak negara dan organisasi kemanusiaan telah menyatakan akan memberikan bantuan dalam bentuk tenaga ahli, logistik, dan dana.

Di tengah musibah ini, semangat gotong royong masyarakat lokal tetap tinggi. Banyak sukarelawan yang turun langsung membantu evakuasi dan distribusi bantuan meskipun kondisi medan sangat sulit.

Korban banjir masih terus ditemukan di berbagai lokasi. Pihak berwenang berusaha sekuat tenaga untuk menangani situasi ini dan memastikan tidak ada korban tambahan akibat penyakit atau kelaparan.

← Artikel Sebelumnya

Flick: Raphinha Kelas Dunia!

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter