28, 2026
Nasional

Pos Polisi di Bawah Flyover Slipi Dibakar Massa

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pos Polisi di Bawah Flyover Slipi Dibakar Massa

Jakarta, 8 Mei 2025 — Sebuah pos polisi yang berada di kolong flyover Slipi, Jakarta Barat, dibakar massa di tengah aksi unjuk rasa besar yang berlangsung di sejumlah titik ibu kota, Kamis (8/5/2025). Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden paling serius dalam demonstrasi yang digerakkan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil pada hari itu.

Pembakaran pos polisi terjadi saat gelombang massa bergerak dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menuju titik-titik konsentrasi di sekitar Slipi dan sekitarnya. Situasi di lokasi sempat memanas ketika sebagian peserta aksi melepaskan diri dari jalur demonstrasi dan menyerang fasilitas milik aparat.

Kronologi Kejadian

Massa Bergerak dari Kawasan GBK

Menurut laporan yang dihimpun dari Liputan6.com, massa mulai berkumpul di sekitar flyover Slipi pada sore hari setelah mengikuti orasi di sejumlah titik konsentrasi. Dalam perjalanannya, sebagian demonstran melakukan tindakan perusakan dengan melempari pos polisi menggunakan berbagai benda, hingga akhirnya membakar bangunan pos tersebut.

Pos Polisi Dibakar, Api Membesar

Api dengan cepat membesar dan membubung dari bangunan pos polisi yang berada tepat di bawah struktur flyover. Asap tebal terlihat membubung ke udara dan tampak dari jarak cukup jauh. Sejumlah warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi sempat panik dan menjauh dari titik kebakaran untuk menghindari bahaya.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa yang masih berkumpul di sekitar area tersebut. Untuk mengatasi kobaran api, petugas pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi kejadian. Setelah dilakukan upaya pemadaman, api akhirnya dapat dikendalikan, meskipun pos polisi dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Dampak di Lapangan

Pembakaran pos polisi di bawah flyover Slipi ikut memperparah kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Flyover Slipi merupakan salah satu titik vital yang menghubungkan sejumlah kawasan di Jakarta Barat, sehingga gangguan di lokasi langsung berdampak pada arus kendaraan dari dan menuju Palmerah, Tomang, serta wilayah sekitarnya.

Kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah titik guna mengurai kepadatan sekaligus mengamankan lokasi kejadian. Petugas juga memperketat penjagaan di sekitar area flyover Slipi serta fasilitas publik lain yang dinilai rawan menjadi sasaran aksi.

Kerusakan pada pos polisi diperkirakan cukup signifikan. Bangunan pos yang selama ini digunakan untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan kawasan tersebut untuk sementara tidak dapat difungsikan hingga proses perbaikan dilakukan oleh pihak terkait.

Respons Kepolisian

Penyelidikan Akan Dilakukan

Kepolisian menyatakan akan menyelidiki insiden pembakaran tersebut dan menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aparat menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang berlangsung damai tetap dilindungi undang-undang, tetapi tindakan perusakan fasilitas umum dan milik negara tidak dapat dibenarkan.

Di berbagai titik demonstrasi, polisi menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa yang dinilai mulai melakukan perusakan. Langkah tersebut diambil setelah imbauan agar tetap tertib diabaikan oleh sebagian peserta aksi.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban maupun besaran kerugian akibat insiden pembakaran pos polisi di bawah flyover Slipi masih dalam pendataan aparat.

Konteks Aksi

Pembakaran pos polisi di Slipi terjadi di tengah aksi unjuk rasa yang digelar secara serentak di Jakarta dan sejumlah daerah. Aksi yang kerap disebut "Indonesia Gelap" tersebut menuntut DPR dan pemerintah mencabut Undang-Undang TNI, mengoreksi sejumlah kebijakan yang dinilai kontroversial, serta meminta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan publik.

Demonstrasi diwarnai orasi dari berbagai elemen, termasuk mahasiswa, buruh, dan organisasi masyarakat sipil. Sebagian besar peserta mengikuti aksi secara damai, tetapi sejumlah kecil massa terlibat dalam tindakan perusakan, termasuk pembakaran fasilitas dan kendaraan di beberapa titik.

Menjelang malam, situasi di sejumlah titik berangsur kondusif setelah aparat berhasil mengendalikan massa. Pemerintah dan kepolisian mengimbau seluruh pihak untuk menyelesaikan perbedaan pendapat melalui jalur yang diatur undang-undang, serta menyerahkan penanganan pelaku perusakan kepada proses hukum.

Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan penulisan ulang berdasarkan judul serta fakta yang beredar dalam pemberitaan Liputan6.com terkait peristiwa 8 Mei 2025. Karena naskah asli tidak disertakan dalam permintaan, redaksi menyarankan verifikasi silang terhadap rilis asli sebelum naskah diterbitkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter