Polri Perkuat Teknologi dan Rekayasa Tata Air Hadapi Karhutla Gambut di Kalteng
Polri memperkuat strategi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di wilayah gambut Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi canggih dan rekayasa tata air untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran yang sering terjadi di musim kering. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol. Ahmad Haydar melalui Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol. Yustianus Punang mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah preventif dan responsif.
Pemanfaatan Teknologi Canggih
Dalam upaya pencegahan karhutla, Polri bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau potensi kebakaran. Teknologi yang digunakan meliputi sistem pemantauan satelit untuk mendeteksi titik api sejak dini serta sistem pemetaan risiko kebakaran berbasis data spasial.
"Kita menggunakan teknologi thermal drone untuk pemantauan di area-area rawan kebakaran, terutama di lahan gambut. Dengan drone ini, kita bisa mendeteksi titik api dengan lebih cepat dan akurat," ujar Yustianus. Selain itu, Polri juga mengandalkan sistem Early Warning System (EWS) yang terhubung dengan jaringan sensor kelembaban dan suhu di berbagai titik strategis di Kalteng.
Rekayasa Tata Air untuk Gambut
Salah satu fokus utama Polri adalah rekayasa tata air pada lahan gambut. Lahan gambut yang kering sangat rentan terhadap kebakaran dan sulit dipadamkan. Polri bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta pemerintah daerah untuk melakukan penataan saluran air di lahan gambut.
"Kita melakukan normalisasi saluran air, membangun parit-parit kontrol, serta membuat sistem penahan air untuk menjaga kelembaban lahan gambut. Ini penting karena gambut yang basar sangat sulit terbakar," jelas Yustianus. Selain itu, Polri juga melakukan pembuatan sumur resapan dan sistem irigasi sederhana untuk menjaga tingkat air di permukaan gambut tetap stabil.
Penanganan Kejadian Karhutla
Jika terjadi kebakaran, Polri telah menyiapkan tim yang terlatih khusus dalam penanganan karhutla. Tim ini dilengkapi dengan peralatan modern seperti mobil pemadam api khusus untuk gambut, pompa air berkapasitas besar, serta alat berat untuk membuat garapan api (firebreak).
"Tim kami terdiri dari personel Brimob, Sabhara, serta personel dari Polres setempat. Mereka telah mendapatkan pelatihan khusus dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan, terutama di area gambut," tambah Yustianus. Selain itu, Polri juga bekerja sama dengan komunitas setempat dan relawan dalam upaya penanganan kebakaran.
Kolaborasi Multi Instansi
Penanganan karhutla di Kalteng melibatkan berbagai pihak. Polri berperan sebagai koordinator dalam operasi penanganan kebakaran, bekerja sama dengan TNI, KLHK, BPBD, pemda hingga swasta. Kolaborasi ini penting untuk efektivitas penanganan kebakaran yang sering melibatkan wilayah yang luas.
"Kita melakukan rapat koordinasi rutin dengan semua pihak terkait. Dalam setiap operasi penanganan karhutla, kita menerapkan sistem komando terpadu untuk memastikan koordinasi berjalan lancar," ujar Yustianus. Polri juga aktif dalam sosialisasi pentingnya pencegahan kebakaran kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di dekat area gambut.
Pencegahan dari Sosial Ekonomi
Polri juga menyadari bahwa pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi sosial ekonomi. Masyarakat sering membuka lahan dengan cara membakar untuk keperluan perkebunan atau pertanian. Untuk itu, Polri melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.
"Kita mendatangi langsung masyarakat untuk menyampaikan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kita juga membantu mereka mencari alternatif pengembangan lahan yang tidak membahayakan lingkungan," tambah Yustianus. Polri juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar tidak lagi bergantung pada pembukaan lahan dengan cara bakar.
Target Penurunan Kasus Karhutla
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Polri menargetkan dapat menurunkan signifikan jumlah kasus karhutla di Kalteng, terutama di area gambut. Target ini dianggap penting tidak hanya untuk melindungi ekosistem, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat yang terdampab asap kebakaran.
Komentar (0)